AHY Sebut Komunikasi Demokrat, PKS dan NasDem Makin Intens

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 05 Agustus 2022
AHY Sebut Komunikasi Demokrat, PKS dan NasDem Makin Intens

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (ANTARA/HO-Humas Partai Demokrat/am.)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Hubungan antara Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai NasDem semakin mesra.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan relasi ketiga partai semakin dekat lantaran komunikasi yang semakin sering terjalin.

Baca Juga

AHY Pimpin Langsung Pendaftaran Partai Demokrat ke KPU

“Sebetulnya Demokrat ini terbuka berkomunikasi dengan semua partai politik. Tetapi akhir-akhir ini tentu kami juga cukup Intens untuk berkomunikasi dengan partai PKS dan Partai NasDem,” kata AHY di kantor KPU, Jakarta, Jumat (5/8).

AHY menyebut, komunikasi yang terus dijajaki itu sebagai upaya menyamakan visi dan misi. Selain itu, menurutnya komunikasi lintas partai juga penting demi perubahan yang lebih baik.

“Salah satu upaya untuk bersinergi dalam konteks membangun visi misi yang sama, membangun platform yang juga bisa membawa berbagai perubahan dan perbaikan ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Menurut putra sulung Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, komunikasi politik yang terjalin antara Demokrat, PKS dan NasDem tak melulu membahas dinamika politik dalam negeri.

Baca Juga

Target Partai Demokrat di Pemilu 2024

Dikatakan AHY, komunikasi itu juga membahas permasalahan ekonomi nasional akibat pandemi COVID-19 dan naiknya harga bahan-bahan pokok di Indonesia imbas perang Rusia-Ukraina.

“ini tugas kita bersama, kami ingin terus membicarakan hal itu sehingga bisa sama-sama mencari solusi karena ini bukan hanya masalah hari ini tetapi juga bisa berdampak sekian tahun mendatang,” imbuhnya.

Oleh karena itu, AHY berharap, poros koalisi yang nantinya dibangun bersama parpol lain adalah koalisi yang bisa memberi solusi atas masalah yang dirasakan masyarakat.

“Jadi koalisi yang kami Insya Allah akan terus bangun adalah koalisi yang bisa menghadirkan solusi-solusi terbaik untuk permasalahan masyarakat hari ini dan ke depan,” pungkas AHY. (Pon)

Baca Juga

Pimpin Langsung Daftar ke KPU, AHY Ingin Buktikan Demokrat Serius Bawa Perubahan

#Agus Harimurti Yudhoyono #Partai Demokrat #Partai Keadilan Sejahtera (PKS) #Partai Nasdem #Pemilu #Jadwal Pemilu #Tahapan Pemilu
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
RDP dengan DPR, Pakar Pemilu Sebut E-Voting Rawan Diretas
Akademisi Universitas Brawijaya menilai Indonesia belum siap menerapkan e-voting karena rawan diretas dan berpotensi menurunkan kepercayaan publik.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Februari 2026
RDP dengan DPR, Pakar Pemilu Sebut E-Voting Rawan Diretas
Berita
Kubu Pro Junta Militer Menang Pemilu, Kuasi 86 Persen Kursi Parlemen
Parlemen Myanmar, yang terdiri atas dua majelis, memiliki jumlah total kursi sebanyak 664, tetapi dengan 25 persen kursi dialokasikan untuk perwira militer.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 31 Januari 2026
Kubu Pro Junta Militer Menang Pemilu, Kuasi 86 Persen Kursi Parlemen
Indonesia
Revisi UU Pemilu, NasDem Ingin Ambang Batas Parlemen Sampai 7 Persen
Penghapusan ambang batas berpotensi melahirkan fragmentasi partai yang berlebihan dan melemahkan efektivitas pemerintahan
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 30 Januari 2026
Revisi UU Pemilu, NasDem Ingin Ambang Batas Parlemen Sampai 7 Persen
Indonesia
Santer Isu Reshuffle Kabinet Usai Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Demokrat dan Golkar Serahkan ke Prabowo
Demokrat dan Golkar menegaskan reshuffle Kabinet Merah Putih merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo, usai Thomas Djiwandono mundur dari Wamenkeu.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Januari 2026
Santer Isu Reshuffle Kabinet Usai Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Demokrat dan Golkar Serahkan ke Prabowo
Indonesia
Istana Respons Usulan E-Voting Pilkada, Sebut Perlu Kajian Mendalam
Mensesneg, Prasetyo Hadi, merespons usulan soal e-voting Pilkada. Ia meminta hal itu membutuhkan kajian mendalam.
Soffi Amira - Senin, 19 Januari 2026
Istana Respons Usulan E-Voting Pilkada, Sebut Perlu Kajian Mendalam
Indonesia
Legislator NasDem Ingatkan Program Sekolah Rakyat Harus Fokus di Daerah Tertinggal
Keberadaan Sekolah Rakyat akan menjadi solusi konkret untuk menekan angka putus sekolah.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Januari 2026
Legislator NasDem Ingatkan Program Sekolah Rakyat Harus Fokus di Daerah Tertinggal
Indonesia
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Susilo Bambayng Yudhoyono (SBY) dikaitkan dengan isu ijazah palsu Jokowi. Partai Demokrat pun menegaskan, bahwa hal itu merupakan fitnah.
Soffi Amira - Jumat, 02 Januari 2026
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Indonesia
Heboh Kodifikasi Hukum Pemilu, Komisi II DPR Tegaskan Pilkada Lewat DPRD Konstitusional
Rifqi membuka peluang dilakukannya kodifikasi atau penyatuan hukum pemilu dan pilkada
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Januari 2026
Heboh Kodifikasi Hukum Pemilu, Komisi II DPR Tegaskan Pilkada Lewat DPRD Konstitusional
Indonesia
SBY Bakal Lawan Akun Anonim Usai Difitnah Jadi Dalang Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Negara dan demokrasi harus diatur oleh rule of law, bukan rule of noise atau kebisingan rumor
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Januari 2026
SBY Bakal Lawan Akun Anonim Usai Difitnah Jadi Dalang Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Indonesia
ICW Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD, Rugikan Demokrasi dan Fasilitasi Politik Transaksional
ICW mencatat, sepanjang 2010–2024 terdapat 545 anggota DPRD yang terjerat kasus korupsi
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 31 Desember 2025
 ICW Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD, Rugikan Demokrasi dan Fasilitasi Politik Transaksional
Bagikan