Adakah Hubungan antara Gangguan Makan dan Rambut Rontok?
Kerontokan rambut dapat diakibatkan karena kekurangan nutrisi. (Pexels/Pixabay)
DUNIA lumpuh ketika COVID-19 hadir. Tidak mengherankan bahwa banyak orang yang kemudian mengalami masalah kesehatan mental. Seperti serangan panik, kecemasan, suasana hati yang buruk, insomnia, hingga gangguan makan. Tentunya masalah kesehatan seperti itu mungkin bisa menyebabkan masalah-masalah lainnya dalam tubuh.
Dikutip dari Vegamour, rambut kering, helai rambut yang kurang sehat, kulit kusam, dan kuku yang rapuh bisa terjadi akibat kekurangan gizi. Lalu, apakah gangguan makan dan rambut rontok saling berhubungan satu sama lain?
Baca Juga:
Jangan Buang Air Cucian Beras Bisa untuk Kulit dan Rambut Cantik
Apa itu gangguan makan?
Gangguan makan merupakan penyakit mental yang terbilang perlu menjadi perhatian dan bisa berdampak pada kesehatan fisik, pergaulan, dan tingkat produktivitas. Namun, hal baiknya yaitu penyakit ini dapat diobati.
Biasanya orang yang mengalami gangguan makan itu terobsesi dengan makanan, citra tubuh atau berat badan. Hal ini bisa menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius, seperti kegagalan fungsi organ, gagal ginjal, hingga kematian.
Adapun gejala dari gangguan makan, yaitu:
1. Sering mengonsumsi makanan dalam jumlah yang besar dan dalam waktu yang singkat.
2. Memiliki berat badan berlebih
3. Merasa malu, bersalah, dan kesal setelah makan terlalu banyak.
Seperti kebanyakan penyakit mental yang ada, biasanya tidak hanya disebabkan oleh satu hal saja. Namun gangguan makan juga bisa disebabkan oleh berbagai faktor psikologis, sosial, dan juga budaya. Hal ini bukan hanya penyakit tubuh saja, tapi lebih ke penyakit pikiran.
Baca Juga:
Hubungan dengan rambut rontok
Gangguan makan biasanya mendatangkan malapetaka bagi kondisi mental dan fisik orang yang menderita. Biasanya rambut rontok sering terlihat pada orang yang memiliki gangguan makan. Ini dikarenakan nutrisi yang berkurang.
Ketika tubuh kekurangan nutrisi, persediaan protein yang ada di dalam tubuh akan berkurang. Hal ini sering menyebabkan folikel rambut kembali ke fase istirahat yang menyebabkan penundaan pada pertumbuhan rambut. Tentunya, akan menyebabkan kerontokan pada rambut.
Sembuh dari gangguan makan akan membutuhkan waktu dan intervensi tenaga medis. Satu-satunya pengobatan untuk gejala gangguan makan adalah mengobati gangguan makan tersebut, baik secara fisik maupun mental.
Biasanya terapis akan membantu penderita dengan memberikan jadwal makan. Kemudian psikiater akan memberikan obat psikotropika jika diperlukan. Sementara dokter medis akan memberikan perawatan medis dan melacak vital serta tingkat kerja darah.
Nantinya, rambut akan mulai tumbuh kembali setelah nutrisi dan mineral kembali dikonsumsi dengan baik. Tidak hanya itu, penggunaan serum rambut yang diperkaya dengan bahan-bahan nabati yang bergizi juga akan membantu kesehatan rambut dari kulit kepala hingga bawah. (yos)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry