Ada Kontribusi SBY di Balik Konsep Kampanye Akbar Prabowo-Sandi di GBK

Andika PratamaAndika Pratama - Minggu, 07 April 2019
Ada Kontribusi SBY di Balik Konsep Kampanye Akbar Prabowo-Sandi di GBK

Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Foto: Youtube

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono memiliki kontribusi terhadap konsep kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Gelora Bung Karno, Minggu (7/4)

Melalui surat yang ditulis dari Singapura, SBY mengaku mendengar kabar bahwa konsep kampanye Prabowo-Sandi di GBK tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif, SBY meminta petinggi Demokrat mengonfirmasi kebenaran informasi itu. Kemudian Sabtu malam, SBY memperoleh informasi apa yang didengarnya mengandung kebenaran.

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Foto/facebook SBY)
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Foto/facebook SBY)

SBY kemudian menugaskan Ketua Dewan Kehormatan PD Amir Syamsudin, Waketum PD Syarief Hassan dan Sekjen PD Hinca Panjaitan menyampaikan saran kepada Prabowo agar penyelenggaraan kampanye nasional (di mana Partai Demokrat menjadi bagian di dalamnya) tetap dan senantiasa mencerminkan "inclusiveness", dengan sasanti "Indonesia Untuk Semua", juga mencerminkan kebhinekaan atau kemajemukan.

Selain itu kampanye juga disarankan mencerminkan persatuan, "Unity in diversity", cegah demonstrasi apalagi "show of force" identitas, baik yang berbasiskan agama, etnis serta kedaerahan, maupun yang bernuansa ideologi, paham dan polarisasi politik yang ekstrim.

Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum PD Ferdinand Hutahaean mengatakan surat SBY itu benar adanya. Namun, surat itu sejatinya hanya untuk kalangan internal dan tidak seharusnya beredar keluar Partai Demokrat.

"Yang pasti surat ditujukan kepada tiga kader utama yakni Waketum, Sekjen dan Wanhor," ujar Ferdinand di Jakarta, hari ini

BACA JUGA

TKN: Secara Matematis dan Statistik, Prabowo Sulit Menang

Aries Susanti Masuk Daftar Anak Muda Berprestasi Versi Forbes

Habib Rizieq: Tanda Kemenangan Prabowo-Sandi Sudah Terlihat, Ayo Jihad Kawal Kotak Suara!

Dia menyampaikan bahwa dalam surat itu SBY menerima laporan bahwa kampanye Prabowo-Sandi didesain seolah identik dengan kelompok tertentu dan bahkan akan mengampanyekan khilafah, sehingga Prabowo akan diidentikan dengan khilafah.

"Pak SBY yang nasionalis tulen dan sejak awal mendirikan Demokrat dengan garis politik jelas nasionalis religius, tidak setuju dengan hal tersebut," ujar Ferdinand.

Menurut Ferdinand, SBY meminta agar kampanye dibuat se-nasionalis mungkin.

"Dan tadi kita sudah lihat faktanya kampanye Pak Prabowo sangat berbhinneka, terlihat ada pembacaan doa Protestan, Katolik, semua ada di sana, sehingga tuduhan tentang khilafah patah," jelas Ferdinand.

Kampanye Akbar Prabowo-Sandiaga di SUGBK, Minggu (7/4)
Kampanye Akbar Prabowo-Sandiaga di SUGBK, Minggu (7/4)

Dia mengatakan arahan dan masukan SBY soal konsep kampanye Prabowo berjalan baik.

"Kita lihat kampanye Pak Prabowo-Sandi sangat Indonesia raya, berbhineka dan mengakui semua ajaran agama, serta menjaga Pancasila dan NKRI," kata Ferdinand.

Ferdinand mengungkapkan konsep kampanye Prabowo yang nasionalis dan berbhinneka itu sudah dilaporkan kader Demokrat kepada SBY dan SBY cukup senang. (*)

#Susilo Bambang Yudhoyono #Partai Demokrat
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
Santer Isu Reshuffle Kabinet Usai Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Demokrat dan Golkar Serahkan ke Prabowo
Demokrat dan Golkar menegaskan reshuffle Kabinet Merah Putih merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo, usai Thomas Djiwandono mundur dari Wamenkeu.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Januari 2026
Santer Isu Reshuffle Kabinet Usai Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Demokrat dan Golkar Serahkan ke Prabowo
Indonesia
SBY Singgung Potensi Perang Dunia III, Komisi I DPR: ini Bentuk Peringatan
Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta menilai pernyataan itu patut dibaca sebagai peringatan dini dan bukan sekedar ramalan.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Januari 2026
SBY Singgung Potensi Perang Dunia III, Komisi I DPR: ini Bentuk Peringatan
Indonesia
SBY Menyeru ke PBB, Ambil Tindakan Nyata Hindari Perang Dunia III
Ia menilai sangat mungkin konflik yang terjadi di dunia akan berujung pada Perang Dunia III.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Januari 2026
SBY Menyeru ke PBB, Ambil Tindakan Nyata Hindari Perang Dunia III
Indonesia
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Susilo Bambayng Yudhoyono (SBY) dikaitkan dengan isu ijazah palsu Jokowi. Partai Demokrat pun menegaskan, bahwa hal itu merupakan fitnah.
Soffi Amira - Jumat, 02 Januari 2026
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Indonesia
SBY Bakal Lawan Akun Anonim Usai Difitnah Jadi Dalang Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Negara dan demokrasi harus diatur oleh rule of law, bukan rule of noise atau kebisingan rumor
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Januari 2026
SBY Bakal Lawan Akun Anonim Usai Difitnah Jadi Dalang Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Indonesia
Demokrat Respons Usulan Koalisi Permanen, Tegaskan Fokus ke Penanganan Bencana
Energi politik semestinya dicurahkan untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan efektif.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Desember 2025
Demokrat Respons Usulan Koalisi Permanen, Tegaskan Fokus ke Penanganan Bencana
Indonesia
Percepat Penanganan Bencana Sumatra, Demokrat Desak Pemerintah Buka Akses Bantuan Asing
Partai Demokrat mendesak pemerintah untuk membuka akses bantuan asing. Hal itu dilakukan demi mempercepat penanganan darurat bencana Sumatra.
Soffi Amira - Senin, 08 Desember 2025
Percepat Penanganan Bencana Sumatra, Demokrat Desak Pemerintah Buka Akses Bantuan Asing
Indonesia
Jokowi Sebut Whoosh Investasi Sosial, Demokrat: Siapa yang Talangi Kerugiannya?
Jokowi sebut Whoosh jadi investasi sosial. Demokrat mempertanyakan siapa yang akan menalangi kerugiannya.
Soffi Amira - Sabtu, 01 November 2025
Jokowi Sebut Whoosh Investasi Sosial, Demokrat: Siapa yang Talangi Kerugiannya?
Indonesia
Partai Demokrat Dukung Menkeu soal Dana Pemda Mengendap, Tawarkan Solusi Efektif
Fenomena APBD mengendap di perbankan bukan sekadar persoalan teknis pengelolaan kas daerah, melainkan menggambarkan masalah struktural keuangan daerah.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Oktober 2025
Partai Demokrat Dukung Menkeu soal Dana Pemda Mengendap, Tawarkan Solusi Efektif
Indonesia
Demokrat ‘Pelototi’ Paket Stimulus Kuartal IV 2025: Ingin Tepat Sasaran dan Berkelanjutan
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat menegaskan pentingnya pengawasan dan kolaborasi antara pemerintah dan DPR.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 Oktober 2025
Demokrat ‘Pelototi’ Paket Stimulus Kuartal IV 2025: Ingin Tepat Sasaran dan Berkelanjutan
Bagikan