75,2 Juta Dosis Vaksin Corona Sudah Disuntikkan di AS

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 01 Maret 2021
75,2 Juta Dosis Vaksin Corona Sudah Disuntikkan di AS

Maude Sweeney, 78, dari St. Albans, Virginia Barat menerima vaksin COVID-19 di St. Albans, Virginia Barat, AS, Jumat (12/2/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Stephen Zenner/HP/sa.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat menyebutkan bahwa 75.236.003 dosis vaksin COVID-19 telah disuntikkan di negara tersebut hingga Minggu pagi (28/2). Selain itu, sebanyak 96.402.490 dosis telah didistribusikan.

Hitungan itu adalah untuk dosis vaksin COVID-19 buatan Moderna dan Pfizer-BioNTech hingga pukul 06:00 Waktu Timur, Minggu, dan membutuhkan masing-masing dua dosis.

Pada Sabtu (27/2), CDC melaporkan bahwa 72.806.180 dosis vaksin telah diberikan dan 96.402.290 dosis telah disalurkan. Demikian menurut CDD, seperti dikutip Antara.

Baca Juga:

Petronas Merugi hingga Rp73,9 Triliun

Menurut CDC, hingga Minggu 49.772.180 orang telah menerima sedikitnya satu dosis vaksin, sementara 24.779.920 orang telah mendapatkan dua dosis.

Sebanyak 7.112.537 dosis vaksin telah diberikan di fasilitas kesehatan jangka panjang, CDC melaporkan.

Wakil Presiden AS Kamala Harris menerima dosis vaksin Moderna di United Medical Center di Washington, Selasa (29/12/2020). (REUTERS/LEAH MILLIS)
Wakil Presiden AS Kamala Harris menerima dosis vaksin Moderna di United Medical Center di Washington, Selasa (29/12/2020). (REUTERS/LEAH MILLIS)

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengizinkan pengangkutan dan penyimpanan vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech pada suhu standar freezer hingga dua pekan.

"Ini menggambarkan opsi lain penyimpanan botol kecil (vial) vaksin dalam freezer bersuhu sangat rendah antara -80ºC sampai -60ºC (112ºF sampai -76ºF)," kata FDA melalui pernyataan.

Baca Juga:

Deportasi 1.086 Warga Myanmar, Malaysia Dikecam Aktivis HAM Dalam Negeri

Direktur Penelitian dan Evaluasi Biologi FDA, Peter Marks, menyebutkan bahwa suhu alternatif ini memungkinkan botol-botol vaksin diangkut dan disimpan dalam kondisi yang lebih fleksibel.

"Suhu alternatif untuk pengangkutan dan penyimpanan (botol vaksin) akan membantu meringankan beban pengadaan perlengkapan freezer bersuhu sangat rendah ke lokasi vaksinasi sekaligus membantu pendistribusian vaksin ke lebih banyak lokasi vaksinasi," kata Marks.

Perusahaan farmasi Pfizer mengajukan permohonan izin ke FDA untuk penggunaan freezer suhu standar itu pekan lalu. (*)

Baca Juga:

Menlu Retno Batal Kunjungi Myanmar

#Amerika Serikat #Vaksin Covid-19 #COVID-19
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Drone Iran Ditembak Jatuh Saat Dekati Kapal Perang USS Abraham Lincoln di Laut Arab
AS klaim drone terus terbang ke arah kapal meskipun telah dilakukan tindakan de-eskalasi oleh pasukan AS yang beroperasi di perairan internasional
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 04 Februari 2026
Drone Iran Ditembak Jatuh Saat Dekati Kapal Perang USS Abraham Lincoln di Laut Arab
Dunia
Setelah Selat Hormuz, Militer AS Tingkatkan Kekuatan di Teluk Persia
kehadiran kekuatan dari luar kawasan justru selalu menimbulkan dampak sebaliknya dari yang diklaim, yakni memicu eskalasi alih-alih meredakan ketegangan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 01 Februari 2026
Setelah Selat Hormuz, Militer AS Tingkatkan Kekuatan di Teluk Persia
Dunia
Iran Siap Lawan Amerika, Uni Eropa Tambah Sanksi ke Pejabat Teheran
Dewan Eropa menyebutkan bahwa langkah pembatasan baru itu dijatuhkan kepada 15 individu dan enam entitas tambahan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 30 Januari 2026
Iran Siap Lawan Amerika, Uni Eropa Tambah Sanksi ke Pejabat Teheran
Indonesia
Amerika Serikat dan Iran di Ambang Perang, DPR RI Minta Pemerintah Indonesia Siapkan Evakuasi WNI
Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh menekankan pentingnya langkah antisipatif untuk melindungi warga negara Indonesia yang berada di Iran.
Frengky Aruan - Kamis, 29 Januari 2026
Amerika Serikat dan Iran di Ambang Perang, DPR RI Minta Pemerintah Indonesia Siapkan Evakuasi WNI
Dunia
Ketegangan Dengan AS Meningkat, Iran Klaim Kendalikan Penuh Selat Hormuz
Melalui Selat Hormuz, sebagian besar dari 20 juta barel minyak dan produk minyak bumi diangkut setiap hari mencapai pasar Asia, terutama China.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Ketegangan Dengan AS Meningkat, Iran Klaim Kendalikan Penuh Selat Hormuz
Indonesia
MPR RI Khawatir Aliansi Perdamaian Bentukan Trump Disabotase Israel untuk Rusak Palestina
Ia menyebut, di dalam kelompok yang digagas Presiden AS Donald Trump tersebut, ada keterlibatan Israel.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Januari 2026
MPR RI Khawatir Aliansi Perdamaian Bentukan Trump Disabotase Israel untuk Rusak Palestina
Dunia
AS Mengancam dengan Kapal Induk, Iran tak Mau Kalah Peringatkan Aksi Balasan jika 'Negeri Paman Sam' Menyerang
Gambar yang ditampilkan menjadi peringatan langsung kepada Amerika Serikat agar tidak mencoba melakukan serangan militer terhadap negara tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Januari 2026
AS Mengancam dengan Kapal Induk, Iran tak Mau Kalah Peringatkan Aksi Balasan jika 'Negeri Paman Sam' Menyerang
Dunia
Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln Standby di Timur Tengah, Siapkan Serangan ke Iran jika Diminta
Kapal induk tersebut dan kapal-kapal pendampingnya diperintahkan ke wilayah tersebut ketika Iran menindak keras protes massal.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Januari 2026
Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln Standby di Timur Tengah, Siapkan Serangan ke Iran jika Diminta
Dunia
Kapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Dikirim untuk Berjaga-Jaga
Komando Pusat AS menyebut kelompok kapal induk itu berada di Samudra Hindia, bukan di Laut Arab yang berbatasan langsung dengan Iran.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Januari 2026
 Kapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Dikirim untuk Berjaga-Jaga
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa
Beredar unggahan yang berisi informasi WNI bernama Kezia Syifa bergabung dengan Temtara AS karena gaji besar. Cek kebenaran faktanya!
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa
Bagikan