5 Kebiasaan Buruk yang dapat Merusak Kulit Wajah

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 05 Desember 2023
5 Kebiasaan Buruk yang dapat Merusak Kulit Wajah

Selalu jaga kesehatan kulit wajah agar tak muncul jerawat dan gangguan lainnya. (freepik/freepik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KULIT wajah adalah cermin dari kesehatan dan perawatan diri. Sayangnya seringkali tanpa disadari, kebiasaan buruk dapat merusak kulit yang selama ini kamu rawat.

Tanpa disadari paparan radikal bebas yang berasal dari polusi, asap rokok, dan sinar matahari diketahui dapat merusak sel-sel kulit wajah.

Baca Juga:

4 Tip Cegah Pori-Pori Kulit Wajah Tersumbat

dandan
Perhatikan kandungan pada make up yang memengaruhi kulit wajah. (Pexels/Shiny Diamond)

Seperti dikabarkan Alodokter, selain faktor lingkungan, rusaknya kulit wajah dapat disebabkan oleh kebiasaan-kebiasaan yang buruk. Berikut ini adalah beberapa kebiasaan yang bisa merusak kulit wajah kamu.

Alkohol

Alkohol dalam kosmetik dan skin care bermanfaat membuat produk terasa lebih ringan saat digunakan sekaligus untuk mengawetkan produk. Penggunaanya dalam jumlah yang kecil tidak masalah, tetapi jika menggunakan dengan kadar yang tinggi tentu dapat merusak kulit.

Bagi kamu pemilik kulit kering dan sensitif, atau yang memiliki alergi, sebaiknya memilih kosmetik dan skin care yang bebas alkohol.

Tidur

Tidur tanpa membersihkan area wajah yang terpapar make up dapat menyebabkan kotoran menempel di wajah. Lalu make up yang menumpuk di wajah mengakibatkan pori-proi tersumbat berpotensi menimbulkan jerawat. Jadi, jangan lupa untuk selalu membersihkan kosmetik yang menempel di wajah.

Baca Juga:

Suntik Kromosom untuk Putihkan Kulit, Amankah?

dandan
Bersihkan alat kosmetik setelah dipakai. (Unsplash/Diana Ruseva)

Peralatan make up

Alat rias yang jarang dibersihkan dapat menjadi sarang berkumpulnya bakteri. Jika digunakan pada kulit wajah, berdampak infeksi pada kulit. Sebaiknya rutin untuk membersihkan alat rias mu setiap hari menggunakan air hangat dan sabun yang berbahan lembut.

Scrub

Terlalu sering menggunakan scrub pada wajah, menyebabkan hilangnya minyak alami dari tubuh. Bahkan berisiko mengalami iritasi. Scrub wajah cukup dilakukan tiga kali dalam seminggu, perlu diingat agar menghindari melakukan scrub wajah jika kulit sedang kering atau iritasi.

Mandi

Disarankan jika mandi tidak terlalu lama, karena dapat merusak kulit. Sebaiknya mandi hanya 5 sampai 10 menit saja. Lalu, hindari pula membasuh wajah dengan air yang terlalu panas, karena dapat menyebabkan kulit kering dan parahnya memicu terjadi luka bakar. (zvw)

Baca Juga:

Kiat Berhenti Merokok Tanpa Khawatir Berat Badan Bertambah

#Kesehatan #Kecantikan
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Berita Foto
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada memotong tumpeng bersama Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada, Andi Widjaja saat peresmian PCMC di Jakarta.
Didik Setiawan - Sabtu, 15 November 2025
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Indonesia
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Kemenkes menargetkan hingga akhir tahun ini bisa mengobati 900 ribu orang yang terkena Tb.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Bagikan