41 WNI masih Tertahan di Abu Dhabi dan Dubai di Tengah Konflik, KBRI Fasilitasi dan Tinjau Berbagai Opsi Pemulangan

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 04 Maret 2026
41 WNI masih Tertahan di Abu Dhabi dan Dubai di Tengah Konflik, KBRI Fasilitasi dan Tinjau Berbagai Opsi Pemulangan

Paspor Warga Negara Indonesia. (Foto: kanimtasik.kemenkumham.go.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — SEBANYAK 41 WNI masih tertahan di Abu Dhabi dan Dubai sejak penutupan ruang udara Persatuan Emirat Arab (UEA) pada 28 Februari 2026. Pemerintah Indonesia terus mengupayakan pemulangan mereka.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai, seperti dilansir ANTARA, mengupayakan memfasilitasi penerbangan repatriasi bagi warga negara Indonesia (WNI) yang masih tertahan. Duta Besar RI untuk UEA Judha Nugraha di Abu Dhabi, Rabu (4/3), menyampaikan hingga saat ini ada 41 WNI yang terdata masih berada di Abu Dhabi dan Dubai. Penerbangan mereka terdampak pembatalan akibat perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

“KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai terus berkoordinasi dengan maskapai untuk memfasilitasi kepulangan para WNI yang masih tertahan. Hingga saat ini, terdapat 41 WNI di Abu Dhabi dan Dubai. Mayoritas dari mereka merupakan penumpang transit yang akan kembali ke Tanah Air atau ke tujuan lain,” kata Judha.

Upaya fasilitasi oleh KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai tersebut dilakukan dengan menjajaki penerbangan repatriasi menggunakan maskapai yang sebelumnya digunakan sebagian besar WNI tertahan tersebut, di antaranya Etihad Airways dan Emirates.

Mereka diarahkan bisa diterbangkan menuju bandara internasional terdekat dengan Jakarta, seperti Singapura dan Bangkok, baik dari Bandara Internasional Zayed Abu Dhabi maupun Bandara Internasional Dubai. Dari kedua kota tersebut, para WNI diharapkan dapat melanjutkan perjalanan menuju Indonesia dengan penerbangan lanjutan menuju Jakarta.

Baca juga:

Eskalasi Konflik Timur tengah, Angkasa Pura Laporkan Pembatalan dan Penundaan Penerbangan Kedatangan dan Keberangkatan



Penerbangan repatriasi adalah penerbangan yang disediakan untuk memulangkan warga negara ke negara asalnya ketika mereka berada di luar negeri dalam situasi darurat atau tidak bisa pulang dengan penerbangan biasa.
Menurut Dubes Judha, hingga saat ini, operasional penerbangan dari maskapai-maskapai di UEA masih sangat terbatas karena sebagian besar penerbangan baru dibuka secara bertahap setelah penutupan ruang udara.

Selain itu, maskapai saat ini juga lebih memprioritaskan rute dengan jumlah penumpang yang lebih banyak untuk memfasilitasi 20.000 pengunjung yang tercatat masih tertahan di UEA akibat penutupan ruang udara pada 28 Februari 2026. “Penerbangan yang tersedia masih sangat terbatas dan umumnya diarahkan ke destinasi dengan jumlah penumpang yang besar, sedangkan jumlah penumpang menuju Jakarta relatif sedikit sehingga membutuhkan pengaturan khusus,” jelas Judha.

Di tengah keterbatasan tersebut, KBRI Abu Dhabi juga sempat mengkaji opsi repatriasi mandiri melalui perjalanan darat menuju Oman. Skema itu memungkinkan WNI melakukan perjalanan darat dari UEA menuju Muscat sebelum melanjutkan penerbangan dari Bandara Internasional Muscat yang telah beroperasi normal lebih dahulu.

Selain itu, perwakilan RI juga menjajaki kemungkinan pemulangan melalui jalur penerbangan umrah dengan memanfaatkan bandara di Jeddah dan Madinah yang tetap melayani penerbangan internasional. Berbagai opsi tersebut terus dipelajari secara teknis untuk memastikan jalur perjalanan yang memungkinkan bagi para WNI terdampak situasi itu.

Judha menegaskan Pemerintah Indonesia melalui perwakilan di UEA akan terus berupaya memfasilitasi kepulangan para WNI dan memastikan perlindungan bagi mereka selama situasi ini berlangsung. KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai juga terus melakukan komunikasi intensif dengan para WNI yang terdampak melalui pendataan dan koordinasi langsung guna memastikan kebutuhan mereka dapat dipantau sekaligus mempermudah proses fasilitasi kepulangan.

“Kami akan terus mengupayakan berbagai opsi repatriasi agar para WNI yang masih tertahan dapat segera memperoleh penerbangan dan kembali ke Indonesia dengan aman,” ujar Judha.(*)

Baca juga:

Iran Lancarkan Serangan di ke Pangkalan AS di Kawasan, 1 Tewas dan 11 Terluka di Bandara Dubai dan Abu Dhabi

#Iran #Abu Dhabi #Dubai #WNI
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Dunia
Siapkan Aksi Balasan, Iran Tuding Kuwait dan Bahrain Terlibat Serangan AS ke Pulau Qeshm
Pemerintah Iran mengecam keras serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Pulau Qeshm dan sebuah kapal tanker minyak milik mereka di Selat Hormuz.
Wisnu Cipto - 2 jam, 33 menit lalu
Siapkan Aksi Balasan, Iran Tuding Kuwait dan Bahrain Terlibat Serangan AS ke Pulau Qeshm
Indonesia
Biaya Serangan AS ke Iran Telah Habiskan Rp 1,7 Kuadriliun, Biaya Operasional Per Hari Rp 17,68 Triliun
Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata. Namun, perundingan lanjutan yang berlangsung di Islamabad berakhir tanpa menghasilkan terobosan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Biaya Serangan AS ke Iran Telah Habiskan Rp 1,7 Kuadriliun, Biaya Operasional Per Hari Rp 17,68 Triliun
Dunia
Hizbullah Siap Berdamai Tapi Juga Siap Lawan Israel Jika Bombardir Pinggiran Beirut
Gerakan Hizbullah Lebanon siap mematuhi gencatan senjata jika Israel berhenti menyerang seluruh wilayah Lebanon.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Hizbullah Siap Berdamai Tapi Juga Siap Lawan Israel Jika Bombardir Pinggiran Beirut
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: 9 WNI Ditangkap Militer Israel, Menteri HAM Pigai: Itu Salah Sendiri
Klaim bahwa Menteri HAM Natalius Pigai menyalahkan sembilan WNI yang ditangkap Israel terbukti hoaks.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: 9 WNI Ditangkap Militer Israel, Menteri HAM Pigai: Itu Salah Sendiri
Indonesia
Presiden Prabowo Salat Idul Adha di Wisma Indonesia Paris, Tidak Disangka WNI dan Diaspora
Suasana Idul Adha 1447 Hijriah di Wisma Indonesia, Paris, Prancis, Rabu (27/5) terasa berbeda bagi warga negara Indonesia dan diaspora yang hadir.
Frengky Aruan - Rabu, 27 Mei 2026
Presiden Prabowo Salat Idul Adha di Wisma Indonesia Paris, Tidak Disangka WNI dan Diaspora
Dunia
Di Tengah Proses Negosiasi, Militer AS Hancurkan 2 Kapal Garda Revolusi di Pelabuhan Iran
Militer AS menghancurkan dua kapal IRGC dan sistem rudal di Bandar Abbas, Iran. Insiden ini terjadi di tengah negosiasi dengan Iran, diduga sebagai serangan defensif.
Wisnu Cipto - Selasa, 26 Mei 2026
Di Tengah Proses Negosiasi, Militer AS Hancurkan 2 Kapal Garda Revolusi di Pelabuhan Iran
Dunia
AS Lakukan Serangan ke Iran, Kapal IRGC dan Sistem Rudal Permukaan di Bandar Abbas Jadi Target
Militer Amerika Serikat dilaporkan telah menghancurkan dua kapal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan sebuah sistem rudal permukaan-ke-udara di kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Mei 2026
AS Lakukan Serangan ke Iran, Kapal IRGC dan Sistem Rudal Permukaan di Bandar Abbas Jadi Target
Dunia
AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Akan Segera Dibuka
Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan awal untuk membuka sepenuhnya Selat Hormuz dalam waktu 30 hari ke depan.
Wisnu Cipto - Senin, 25 Mei 2026
AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Akan Segera Dibuka
Indonesia
AS dan Iran Sepakat Buka Blokade Selat Hormuz Dalam 30 Hari
Kerangka kesepakatan awal antara Iran dan AS itu disebutkan masih belum disetujui oleh pihak Iran, menurut laporan itu yang juga mengutip seorang diplomat yang namanya dirahasiakan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 25 Mei 2026
AS dan Iran Sepakat Buka Blokade Selat Hormuz Dalam 30 Hari
Indonesia
Siksaan Terberat Relawan Saat Ditahan Israel, Masuk Bilik Khusus Eksekusi Penyiksaan
Jurnalis Indonesia Rahendro Herubowo menceritakan pengalaman pahitnya saat ditahan militer Israel dalam misi flotilla Gaza.
Wisnu Cipto - Senin, 25 Mei 2026
Siksaan Terberat Relawan Saat Ditahan Israel, Masuk Bilik Khusus Eksekusi Penyiksaan
Bagikan