4 Tips Mengencangkan Payudara Tanpa Operasi

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 14 Maret 2024
4 Tips Mengencangkan Payudara Tanpa Operasi

Payudara bisa berubah bentuk seiring berjalannya waktu. (Foto: Pixabay/Foundry)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Payudara merupakan salah satu anggota tubuh yang tidak memiliki rangka tulang sehingga sangat mudah berubah bentuk terutama karena perubahan hormon, kehamilan, dan proses menyusui.

Banyak perempuan yang merasa tidak percaya diri setelah melalui proses menyusui karena bentuk payudara menjadi terlalu besar, menurun, atau malah mengecil.

Tapi yang paling pasti ketika kamu sudah melalui masa hamil dan menyusui, kemungkinan besar bentuk payudara berapapun ukurannya pasti akan menurun sebagai akibat dari kelenjar air susu yang bekerja aktif sejak masa hamil hingga anak menginjak usia dua tahun.

Baca juga:

Pola Hidup Sehat untuk Mengecilkan Payudara Tanpa Operasi

Menurut Shapeez, hampir semua perempuan tidak menginginkan operasi payudara sebagai satu-satunya jalan keluar untuk mengembalikan kekencangan payudara. Selain biaya yang merogoh kocek puluhan hingga ratusan juta, prosedur operasi payudara berisiko tinggi menyebabkan komplikasi.

Tenang saja, ada banyak tips untuk mengencangkan kembali bentuk payudara tanpa operasi dan bisa dilakukan di rumah.

1. Olahraga

Percaya enggak percaya, olahraga ternyata bisa mengencangkan payudara loh. Hal ini tidak hanya berlaku bagi perempuan yang sudah pernah hamil, melahirkan, dan menyusui saja.

Tetapi para perempuan dari masa remaja hingga dewasa dan belum menikah bisa mempercantik penampilan payudara dengan olahraga rutin terutama dengan fokus membangun massa otot di area tangan dan dada.

Struktur otot di kedua area tersebut terhubung langsung ke area payudara sehingga akan mengencangkan sambil membuang lemak membandel di area payudara.

2. Diet khusus

Konsumsi makanan yang tingga lemak dan kalori tentu saja akan memengaruhi bentuk payudara. Apalagi payudara dipenuhi dengan kelenjar susu dan lemak yang nantinya digunakan untuk menghasilkan air susu ibu (ASI) yang berkualitas.

Proses menyusui akan membuat payudara kendur. (Foto: Pixabay/Endho)

Saat kamu sudah tidak lagi menyusui, kamu bisa memulai diet sehat dengan mengurangi asupan kalori dan lemak. Perbanyak asupan makanan yang mengandung antioksidan karena kandungan ini mampu mengencangkan payudara dan mengembalikannya ke bentuk semula. Makanan yang bisa mengencangkan payudara adalah tahu dan kacang-kacangan.

Baca juga:

Rahasia Mengencangkan Payudara

3. Non-invasive treatment

Ingin mengencangkan payudara secara sat-set tanpa menunggu lama? Kamu bisa mencoba terapi laser khusus payudara yang kini tersedia di berbagai klinik kecantikan.

Terapi ini menggunakan energi gelombang suara untuk menstimulasi produksi kolagen di kedua payudara. Setelah rutin melakukan terapi laser, kulit payudara akan semakin kencang anti kendur.

4. Topical creams

Jangan mudah percaya pada iklan-iklan krim payudara. Sebelum membeli krim khusus payudara kamu harus memastikan produk tersebut mengandung retinol, caffein, dan tinggi vitamin E.

Jika tidak mengandung ketiga kandungan tersebut maka sia-sia saja kamu mencoba krim payudara yang biasanya harganya cukup mahal. Ketiga kandungan tersebut bekerja aktif mengencangkan payudara yang mulai kendur. (Mar)

Baca juga:

Halau Rasa Insecure karena Payudara Kecil

#Kecantikan #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Lifestyle
Mengintip Pabrik MS Glow di Malang, ini Sistem Produksi dan Distribusi di Baliknya
MS Glow memiliki pabrik dan gudang utama di Malang. Setiap harinya, ribuan pengiriman diproses.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Mengintip Pabrik MS Glow di Malang, ini Sistem Produksi dan Distribusi di Baliknya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan