Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Parenting

4 Makanan Ini Berbahaya untuk Kesehatan Bayi di Bawah Usia Satu Tahun

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 16 Juli 2019
4 Makanan Ini Berbahaya untuk Kesehatan Bayi di Bawah Usia Satu Tahun

Memerhatikan kandungan makanan yang dikonsumsi bayi sebelum genap usia 12 bulan (Foto: Unsplash/Life is Fantastic)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ORANG tua harus selektif dalam memberikan makanan untuk si kecil. Kerentanan tubuh bayi di bawah satu tahun memicu beragam penyakit. Sistem pencernaan yang masih lemah, mengharuskan orang tua untuk selalu memerhatikan kandungan makanan pada bayi.

Beragam kandungan dalam makanan perlu diketahui sebelum memberi makan bayi. Tidak semua makanan yang baik untuk orang dewasa, baik pula bagi kesehatan bayi. Sebelum genap 12 bulan, perhatikan makanan yang dikonsumsi untuk menjaga tumbuh kembang anak.

Baca juga:

Awas! Makanan ini Berbahaya untuk Bayi dan Balita

Menurut laman alodokter, makanan pendamping asi harus memenuhi kebutuhan nutrisi anak hingga usia enam bulan. Ketika melewati usia tersebut, mengenalkan makanan pada bayi bisa mendukung tumbuh kembang anak karena mengonsumsi ragam vitamin dan menutrisi kebutuhan gizi. Meski begitu, kamu juga harus memerhatikan kandungan gizi dalam makanan si kecil untuk menghindari permasalahan tubuh dengan cara di bawah ini.

1. Hindari olahan madu

4 Makanan Ini Berbahaya untuk Kesehatan Bayi di Bawah Usia Satu Tahun
Jangan berikan madu ke bayi di bawah satu tahun (Foto: Pixabay/Stevepb)

Meski mengandung ragam manfaat, memberikan madu ke bayi tidak disarankan. Hal ini dikarenakan beresiko mengancam kesehatan bayi yang berusia di bawah satu tahun. Melansir laman alodokter, bayi di bawah satu tahun yang mengonsumsi madu bisa keracunan, obesitas, dan mengganggu pertumbuhan gigi.

Baca juga:

Makanan yang Berikan Kekuatan untuk Pertumbuhan Kaki Buah Hati

Di dalam madu terkandung bakteri clostridium botulinum yang memicu keracunan dikarenakan terganggunya sistem saraf, sistem pencernaan, dan metabolisme tubuh bayi belum kuat. Selain itu, kadar gula dalam madu bisa merusak gigi dan membuat bayi menjadi obesitas.

2. Jangan berikan kacang-kacangan utuh

4 Makanan Ini Berbahaya untuk Kesehatan Bayi di Bawah Usia Satu Tahun
Kacang-kacangan utuh tidak dianjurkan bagi bayi bisa membuat tersedak (FotoL Unsplash/Jenn Kosar)

Meski diketahui kacang mengandung serat, vitamin E dan manfaat lainnya yang baik untuk tubuh. Mengonsumsi kacang secara utuh bisa membahayakan si kecil.

Baca juga:

Bunda Wajib Tahu, Berikut Ini Bahan Pantang Buat MPASI

Biasanya, gigi bayi di bawah satu tahun belum cukup kuat untuk mengunyah dan menjadi tersedak. Lebih baik menghindari memberikan kacang utuh pada bayi.

3. Jangan berikan makanan asam

4 Makanan Ini Berbahaya untuk Kesehatan Bayi di Bawah Usia Satu Tahun
Tingginya kandungan vitamin C dalam lemon tidak disarankan untuk dikonsumsi bayi (Foto: Unsplash/Irina)

Banyak orang tua yang memberikan buah asam seperti lemon atau jeruk nipis ke bayinya. Ekspresi menggemaskan si kecil ketika memakan buah asam membuat banyak orang tua terhibur.

Namun, makanan yang tinggi asam bisa berdampak buruk bagi si kecil lho. Untuk bayi di bawah usia satu tahun tidak disarankan mengonsumsi makanan asam.

Baca juga:

Jangan Biarkan si Kecil Sembarangan Mengonsumsi Makanan Pedas, ini Alasannya

Tingginya kandungan vitamin C bisa membahayakan kesehatan bayi. Kemungkinan bayi akan mengalami reaksi sakit perut, alergi hingga muntah.

4. Telur setengah matang tidak baik dikonsumsi bayi

4 Makanan Ini Berbahaya untuk Kesehatan Bayi di Bawah Usia Satu Tahun
Jangan memberikan telur setengah matang atau mentah untuk bayi (Foto: Unsplash/Aida Solomon)

Pada bayi di bawah satu tahun tidak diperkenankan memakan telur setengah matang atau mentah. Adanya bakteri salmonella dalam telur yang memicu infeksi pada bayi. Pastikan kamu selalu memasak makanan matang untuk si kecil. (dys)

#Makanan Sehat #Makanan Berbahaya #Bayi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Unik! Bayi Asal Wonosobo Diberi Nama Muhammad MBG Subianto, Begini Kisahnya
Bayi bernama Muhammad MBG Subianto viral di media sosial. Namanya dinilai unik dan akrab di telinga masyarakat.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Unik! Bayi Asal Wonosobo Diberi Nama Muhammad MBG Subianto, Begini Kisahnya
Indonesia
Tragis, Pasangan Muda Tega Buang Bayi 4 Hari di Toilet KA Sancaka
Polresta Surakarta amankan pasangan penumpang KRL yang membuang bayi hasil hubungan gelap di toilet KA Sancaka. Pelaku dijerat pasal KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
Tragis, Pasangan Muda Tega Buang Bayi 4 Hari di Toilet KA Sancaka
Indonesia
Bayi Ditemukan di Toilet KA Sancaka Diberi Nama Bayu Nawasena Bhayangkara.
Proses penyelidikan masih terus berlangsung. Pihaknya memastikan hak bayi ini dapat terpenuhi, baik dari sisi kesehatan maupun perlindungan hukumnya
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 06 Juli 2026
Bayi Ditemukan di Toilet KA Sancaka Diberi Nama Bayu Nawasena Bhayangkara.
Indonesia
Tega! Bayi Ditinggalkan di Toilet Gerbong 3 Eksekutif KA Sancaka, Polisi Telusuri CCTV
Satreskrim Polresta Surakarta turun tangan mendalami kasus temuan bayi tersebut dengan menelusuri rekaman CCTV di dalam kereta api dan stasiun.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 05 Juli 2026
Tega! Bayi Ditinggalkan di Toilet Gerbong 3 Eksekutif KA Sancaka, Polisi Telusuri CCTV
Indonesia
BPOM Temukan Makanan di Tangerang Pakai Formalin, Ciri Utama Tidak Dihinggapi Lalat
Makanan yang tidak dihinggapi oleh hewan lalat kemungkinan mengandung zat berbahaya seperti formalin.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 22 Mei 2026
BPOM Temukan Makanan di Tangerang Pakai Formalin, Ciri Utama Tidak Dihinggapi Lalat
Indonesia
Mayat Bayi Laki-laki Baru Lahir di Kali Anyar Gegerkan Warga Solo
Warga Solo digegerkan penemuan jasad bayi laki-laki baru lahir di Kali Anyar, Mojosongo. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian dan pihak yang bertanggung jawab.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 April 2026
Mayat Bayi Laki-laki Baru Lahir di Kali Anyar Gegerkan Warga Solo
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Penemuan Bayi Gegerkan Sukoharjo, Ada Surat Minta Dirawat Warga
Seorang bayi perempuan ditemukan di depan rumah warga, Sukoharjo. Kejadian itu terjadi pada Senin (20/4) pukul 06.00 WIB.
Soffi Amira - Selasa, 21 April 2026
Penemuan Bayi Gegerkan Sukoharjo, Ada Surat Minta Dirawat Warga
Indonesia
Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Komisi IX DPR Desak Audit Sistem Keamanan Pasien
Keamanan dan keselamatan pasien merupakan prioritas mutlak yang tidak boleh dikompromikan kelalaian sekecil apa pun.
Dwi Astarini - Rabu, 15 April 2026
Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Komisi IX DPR Desak Audit Sistem Keamanan Pasien
Indonesia
Jatuhi Sanksi Perawat Salah Kasih Bayi SP1, RSHS Bandung Siap Dievaluasi Kemenkes
RSHS siap menjalani evaluasi dari Kementerian Kesehatan terkait insiden salah kasih bayi.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 April 2026
Jatuhi Sanksi Perawat Salah Kasih Bayi SP1, RSHS Bandung Siap Dievaluasi Kemenkes
Bagikan