4 Efek Terlalu Sering Minuman Manis Boba

Frengky AruanFrengky Aruan - Kamis, 02 Mei 2024
4 Efek Terlalu Sering Minuman Manis Boba

Minuman Boba. (Pexels.com/RDNE Stock project)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com – Minuman manis boba nampaknya sudah menjadi salah satu minuman yang disukai banyak orang. Karena selain memiliki rasa yang unik, minuman boba juga memiliki topping berupa bubble yang membuat sensasi minum menjadi lebih menyenangkan.

Namun, di balik kenikmatan menyantap minuman boba, ada sederet dampak kesehatan yang berbahaya. Apa dampak bahaya tersebut? Seperti yang dikabarkan Darya Varia, Rabu (1/5), berikut daftar bahaya kesehatannya.

Baca juga:

Jangan Sering Tahan Kentut, Lepaskan Saja Baik Buat Kesehatan

1. Kenaikan berat badan

Karena memiliki kandungan gula cukup tinggi dengan berisikan bahan-bahan seperti susu, krim, sirup, boba, dan bahan lainnya, minuman boba juga tinggi akan kalori sehingga membuat penikmat minuman tersebut bisa mengalami kenaikan berat badan jika mengonsumsi secara berlebihan.

2. Masalah pencernaan

Dibuat dari tepung tapioka yang tidak mudah dicerna oleh tubuh, mengonsumsi boba secara berlebihan juga dapat membuat masalah pencernaan terganggu karena kesulitan memproses boba tersebut dan tubuh tidak bisa mendapatkan asupan serat yang cukup. Jika sudah demikian, maka masalah pencernaan seperti sembelit akan mudah terjadi.

3. Kenaikan gula darah

Minuman boba yang mengandung banyak gula dapat menyebabkan peningkatan gula darah yang signifikan. Ini bisa menjadi masalah bagi kamu yang memiliki masalah diabetes atau resistensi insulin.

4. Karies gigi

Gula tambahan dalam minuman boba dapat merusak gigi jika dikonsumsi secara teratur tanpa perawatan gigi yang tepat.

Baca juga:

Jangan Sampai Kekurangan Karbohidrat, Kepala Bisa Pusing

Oleh karena itu, kalau kamu tetap ingin menjaga kesehatan tubuh dari berbagai masalah kesehatan tersebut, ada baiknya tidak konsumsi minuman boba secara berlebihan dan tentunya tetap diimbangi dengan pola makan seimbang dan olahraga yang cukup. (Chn)

#Minuman Boba #Kesehatan
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Berita Foto
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada memotong tumpeng bersama Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada, Andi Widjaja saat peresmian PCMC di Jakarta.
Didik Setiawan - Sabtu, 15 November 2025
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Indonesia
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Kemenkes menargetkan hingga akhir tahun ini bisa mengobati 900 ribu orang yang terkena Tb.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Bagikan