3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Sampaikan Duka dan Amarah di DK PBB

Soffi AmiraSoffi Amira - Rabu, 01 April 2026
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Sampaikan Duka dan Amarah di DK PBB

Ilustrasi pasukan TNI penjaga perdamaian PBB. Foto: Dok. Puspen TNI

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Indonesia menyampaikan amarah dan duka cita mendalam atas gugurnya tiga personel penjaga perdamaian di Lebanon, yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dalam dua hari berturut-turut

Ungkapan tersebut disampaikan Wakil Tetap Indonesia untuk PBB, Umar Hadi, dalam rapat darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) di New York, Selasa (31/1) waktu setempat.

Umar mengatakan, seluruh rakyat Indonesia merasa marah dan kehilangan atas insiden tersebut.

"Terima kasih karena telah memberikan kesempatan kepada kami untuk menyampaikan rasa duka, amarah, dan frustrasi 285 juta penduduk Indonesia. Kami yakin, perasaan ini juga dirasakan oleh seluruh warga dunia yang memandang pasukan perdamaian sebagai simbol harapan dan perdamaian," ujar Umar.

Baca juga:

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Desak Sidang Darurat DK PBB

Kemudian, Umar juga menyebut satu per satu nama serta usia personel yang gugur di forum tersebut sebagai bentuk penghormatan tertinggi bagi personel Indonesia yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon.

Ketiga personel tersebut adalah Kapten Infanteri Zulfi Aditya Iskandar (33), Sertu Muhammad Nur Ichwan (25), dan Praka Farizal Rhomadon (27).

Ia juga menyampaikan, bahwa ketiganya gugur dalam misi mulia. Zulfi dan Ichwan gugur kala mengantar logistik di Bani Hayyan, sementara Farizal gugur ketika memenuhi kewajibannya di dekat Adchit Al Qusayr.

Selain itu, lima prajurit perdamaian Indonesia yang terluka juga disebutkan, yakni Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, Praka Rico Pramudia, Praka Arif Kurniawan, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Deni Rianto.

Baca juga:

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Protes Keras dan Tuntut Investigasi

"Kami tidak dapat menerima terbunuhnya penjaga perdamaian tersebut. Ini adalah kehilangan besar bagi Indonesia dan juga kehilangan besar bagi kita semua," lanjutnya.

Kemarahan Indonesia di forum tersebut bukan tanpa alasan. Umar menjelaskan bahwa para prajurit perdamaian menjadi sasaran serangan ketika mereka sedang menjalankan mandat yang diberikan oleh Dewan Keaman itu sendiri.

Indonesia mengutuk keras serangan-serangan tersebut sekaligus meminta pihak-pihak yang relevan untuk memulangkan jenazah personel yang gugur dengan cepat, aman, dan bermartabat.

"Serta meminta perawatan medis terbaik dan komprehensif terhadap lima penjaga perdamaian yang terluka untuk menjamin pemulihan cepat dan penanganan menyeluruh," imbuh Umar.

Baca juga:

Kemenlu Didesak Lebih Keras Bersuara Terkait 3 Prajurit TNI Tewas Akibat Serangan Israel

Pada forum tersebut, Indonesia turut menyoroti meningkatnya serangan terhadap personel UNIFIL dalam beberapa waktu terakhir seiring memanasnya konflik di Lebanon selatan.

Menyikapi hal tersebut, Indonesia menilai bahwa serangan beruntun itu bukan sekadar insiden, melainkan tindakan yang disengaja untuk melemahkan dan menggagalkan mandat UNIFIL sebagaimana diatur dalam Resolusi DK PBB 1701 terkait gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah.

Lebih lanjut, Indonesia juga menilai bahwa meningkatnya ketegangan tersebut sejatinya bermula dari serangan berulang militer Israel ke wilayah Lebanon.

Lalu, Indonesia mengecam serangan Israel yang dianggap telah melanggar serius kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon. Selain itu, Umar juga menyampaikan bahwa Indonesia tetap menjaga solidaritas dengan pemerintah dan rakyat Lebanon.

"Serangan-serangan ini mencerminkan ancaman langsung terhadap perdamaian dan keamanan internasional dan mungkin merupakan bentuk kejahatan perang menurut hukum internasional," pungkasnya. (Asp)

#TNI #Lebanon #Serangan Israel #UNIFIL #PBB
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Amerika Serikat selaku produsen baru memenuhi pengadaan gelombang pertama yakni sebanyak 35 unit kendaraan tempur.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Indonesia
HUT ke-81 TNI Digelar di Cilangkap, Keterlibatan Masyarakat Terbatas
Puncak peringatan HUT ke-81 TNI akan lebih difokuskan pada kegiatan internal di Mabes TNI. Keterlibatan masyarakat tetap ada, tetapi dilakukan secara terbatas.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
HUT ke-81 TNI Digelar di Cilangkap, Keterlibatan Masyarakat Terbatas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Dunia
Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis
Pemanasan global telah merusak stabilitas ekologi Himalaya yang rapuh, melelehkan permafrost serta gletser, dan mempercepat timbulnya berbagai bahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis
Indonesia
Di New York, Menlu Sugiono Galang Dukungan Indonesia untuk DK PBB 2029-2030
Menlu Sugiono memanfaatkan rangkaian Sidang Umum PBB di New York untuk menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB 2029-2030.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Di New York, Menlu Sugiono Galang Dukungan Indonesia untuk DK PBB 2029-2030
Dunia
Indonesia Ikut Aksi Walk Out Saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB
Merespons jumlah delegasi yang walk out, Netanyahu justru berseloroh mempersilakan mereka keluar sebelum dia berpidato.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Indonesia Ikut Aksi Walk Out Saat  Benjamin Netanyahu Pidato di  Sidang ke-81 Majelis Umum PBB
Indonesia
Indonesia Bawa Isu Ketahanan Global dan Palestina ke Sidang Umum PBB ke-81
Menlu Sugiono akan menyampaikan National Statement Indonesia di Sidang Umum PBB ke-81, membawa isu Palestina, multilateralisme hingga Global South.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Indonesia Bawa Isu Ketahanan Global dan Palestina ke Sidang Umum PBB ke-81
Indonesia
KRI Sriwijaya-100 Punya Panjang 180 Meter, Bisa Angkut hingga 18 Helikopter
KRI Sriwijaya-100 memiliki panjang 180,2 meter dan mampu membawa hingga 18 helikopter kelas menengah maupun berat serta drone.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
KRI Sriwijaya-100 Punya Panjang 180 Meter, Bisa Angkut hingga 18 Helikopter
Indonesia
Kapal Induk Eks Italia Resmi Jadi KRI Sriwijaya-100, Panglima TNI Kukuhkan Komandannya
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meresmikan kapal induk eks Italia ITS Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Sriwijaya-100.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Kapal Induk Eks Italia Resmi Jadi KRI Sriwijaya-100, Panglima TNI Kukuhkan Komandannya
Dunia
2 Kali Visa Presiden Mahmoud Abbas ke Sidang PBB Ditolak AS, Isu Palestina Tetap Jadi Bahasan
Debat umum PBB dijadwalkan berlangsung pada 22-26 September dan 28 September.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
2 Kali Visa Presiden Mahmoud Abbas ke Sidang PBB Ditolak AS, Isu Palestina Tetap Jadi Bahasan
Bagikan