3 Minuman Terbaik Setelah Makan untuk Tingkatkan Kesehatan Pencernaan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 03 Januari 2024
3 Minuman Terbaik Setelah Makan untuk Tingkatkan Kesehatan Pencernaan

Jenis minuman tertentu dapat bantu tingkatkan kesehatan pencernaan. (Foto: Darina Belonogova)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KAMU termasuk dari banyak orang yang berjuang melawan bunyi perut, gas yang menyakitkan, dan rasa tidak nyaman setelah makan? Kunci untuk sistem pencernaan yang sehat ternyata sesederhana memilih minuman yang tepat.

Bukan hanya baik diminum setelah makan, para ahli kesehatan menyebut bahwa minuman tertentu dapat membantu proses pencernaan, bahkan untuk meningkatkan kesehatan usus secara keseluruhan. Berikut beberapa di antaranya, seperti dilansir laman Healthline:

Air Hangat dan Teh Herbal

Teh mampu meningkatkan kadar bakteri baik di usus. (Foto: Pexels/NIKOLAY OSMACHKO)

Pilihan pertama dari para ahli adalah air hangat dan teh herbal. Tentu kebanyakan dari kita lebih memilih minuman yang dingin daripada minuman yang hangat sehabis makan, apalagi saat cuaca sedang panas.

Menurut para ahli, air hangat tidak hanya penting untuk pencernaan tetapi juga dapat mendukung bakteri yang menguntungkan bagi kesehatan usus. Teh herbal juga dapat kamu konsumsi, contohnya seperti pepermin, kunyit, jahe dan adas karena mempunyai sifat anti-flamasi.

Anti-flamasi merupakan sebuah zat yang berfungsi untuk mengurangi gejala peradangan di dalam tubuh seseorang. Sehingga, beberapa rekomendasi tersebut sangat direkomendasikan untuk dapat mengurangi gejala yang berusaha mengganggu pencernaan.

Baca juga:

Benarkah Teh Baik untuk Pencernaan?

Jus Prune dan Jus Hijau

Jus nan kaya serat bantu fasilitasi sitem pencernaan. (Foto: Toni Cuenca)

Kaya serat, jus buah plum kering atau prune nyatanya mampu memperlancarkan pencernaan. Ini membantu kita saat buang air besar. Sementara, jus hijau dan smoothie yang tinggi air dan serat mampu memfasilitasi pembuangan limbah melalui sistem pencernaan.

Kombucha dan Kefir

Konsumsi kombucha dapat membunuh bakteri jahat di dalam tubuh. (Foto: Unsplash/DannieSorum)

Pakar kesehatan juga merekomendasikan untuk memasukan minuman yang kaya akan probiotik seperti kombucha dan kefir ke dalam rutinitas hidrasi harian. Penelitian menunjukkan bahwa minuman ini dapat berkontribusi terhadap kesehatan usus dan dapat membantu dalam proses penyerapan dari nutrisi.

Baca juga:

Nikmatnya Minuman Tradisional Indonesia Saat Musim Hujan

Adapun beberapa minuman yang perlu kamu hindari. Salah satunya adalah alkohol. Minuman ini nyatanya dapat membawa dampak yang sangat besar pada kesehatan usus, karena dapat menyebabkan peradangan, kerusakan saluran pencernaan, dan gangguan kesehatan usus. Juga berhati-hatilah dengan minuman berbahan susu sapi, karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan jika kamu memiliki intoleransi akan laktosa.

Tidak lupa juga untuk menghindari berbaring atau tidur setelah makan karena dapat melambatkan proses kerja pencernaan kamu. Bagi kamu yang merasa ada masalah pada pencernaan, sebaiknya tetap terhidrasi dengan minuman yang tepat juga dengan menerapkan praktik gaya hidup sehat yang dapat membuat perbedaan yang signifikan.

Jika masalah terus berlanjut, berkonsultasilah dengan dokter untuk tes diagnostik dan rekomendasi dari ahli diet atau spesialis. Ingatlah, pendekatan yang terhidrasi dengan baik dan penuh kesadaran saat makan dapat menghasilkan pengalaman pencernaan yang lebih bahagia dan nyaman. (nda)

Baca juga:

Efek Jangka Pendek Mengonsumsi Alkohol

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Berita Foto
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada memotong tumpeng bersama Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada, Andi Widjaja saat peresmian PCMC di Jakarta.
Didik Setiawan - Sabtu, 15 November 2025
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Indonesia
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Kemenkes menargetkan hingga akhir tahun ini bisa mengobati 900 ribu orang yang terkena Tb.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Bagikan