3 Dewan Pemimpin Sementara Iran Setelah Ayatollah Khamenei Gugur, Nama dan Profilnya

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 05 Maret 2026
3 Dewan Pemimpin Sementara Iran Setelah Ayatollah Khamenei Gugur, Nama dan Profilnya

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei yang gugur saat serangan gabungan AS dan Israel. ANTARA/Andolu Ajansi/pri.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Iran langsung membentuk badan pemerintahan sementara beranggotakan tiga orang untuk memimpin negara menyusul gugurnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan rudal Amerika Serikat dan Israel beberapa hari lalu.

“Sebuah badan baru telah dibentuk yang terdiri dari tiga orang. Jadi mereka akan bertanggung jawab sampai pemimpin baru terpilih. Mereka sedang bekerja untuk mempersiapkan landasan bagi pemilihan pemimpin baru,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, dalam keterangannya kepada media, dikutip Antara, Kamis (5/3).

Baca juga:

Pengamat Sebut Konflik AS-Israel vs Iran Berpotensi Jadi Krisis Global, jika Rusia dan China Terlibat

Proses Pemilihan Pemimpin Baru

Awal pekan ini, anggota Majelis Pakar Iran, Mohsen Qomi, menyebutkan proses pemilihan pemimpin tertinggi baru sedang berlangsung.

Anggota presidium badan negara, Mahmoud Rajabi, menambahkan informasi final mengenai hasil pemilihan akan diumumkan sekretariat Majelis Pakar. Majelis Pakar merupakan lembaga yang berwenang memilih pemimpin tertinggi Iran

Adapun, badan dewan kepempinan sementara yang dibentuk ini hanya berfungsi sebagai pengisi kekosongan kepemimpinan. Berikut tiga nama yang mengisi kursi pimpinan sementara Iran:


1. Ayatollah Alireza Arafi

Posisi: Anggota Dewan Penjaga Konstitusi sejak 2019, Wakil Ketua Majelis Pakar.

Peran: Dewan Penjaga berwenang memeriksa hukum dan kebijakan agar sesuai prinsip Islam, menyetujui calon pemilihan, serta memiliki hak veto atas undang-undang.

Latar belakang: Memimpin salat Jumat di Qom, pusat keagamaan penting Iran, serta mengawasi sistem seminari yang mendidik para pemimpin agama.

Signifikansi: Arafi dikenal sebagai tokoh berpengaruh dalam ranah hukum Islam dan pendidikan ulama, sekaligus memiliki peran langsung dalam pemilihan pemimpin tertinggi.

2. Masoud Pezeshkian

Posisi: Presiden Iran sejak 2024.

Latar belakang: Politikus reformis, ahli bedah jantung, pernah bertugas di militer saat perang Iran–Irak.

Karier: Mantan Menteri Kesehatan di era Presiden Mohammad Khatami, kemudian anggota parlemen mewakili Tabriz.

Platform politik: Reformasi ekonomi, pelonggaran pembatasan sosial, keterlibatan konstruktif di luar negeri, tetap dalam kerangka konstitusional Republik Islam.

Pernyataan terbaru: Menyebut Iran memiliki “hak sah untuk membalas dendam” atas pembunuhan Khamenei.

3. Gholam-Hossein Mohseni-Ejei

Posisi: Ketua Kehakiman Iran sejak Juli 2021.

Latar belakang: Pemimpin agama senior, dikenal sebagai tokoh garis keras.

Karier: Menteri Intelijen (2005–2009), Jaksa Agung, Wakil Ketua Hakim Pertama.

Signifikansi: Bersekutu dengan sayap konservatif pemerintah, memiliki pengaruh besar dalam lembaga peradilan dan keamanan negara. (*)

#Iran #Amerika Serikat #Israel
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Partai Demokrat Menangi Pemilu Sela 2026, Mempercepat Status Donald Trump sebagai 'Lame Duck'
Hasil ini menjadi bentuk penolakan tegas dari puluhan juta pemilih terhadap kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Dwi Astarini - Rabu, 04 November 2026
Partai Demokrat Menangi Pemilu Sela 2026, Mempercepat Status Donald Trump sebagai 'Lame Duck'
Dunia
Learjet 60 Jatuh di Florida, Satu Keluarga Dinyatakan sebagai Korban Tewas
Seorang pengusaha di bidang teknologi beserta keluarganya dinyatakan sebagai korban tewas pada Minggu tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 03 November 2026
Learjet 60 Jatuh di Florida, Satu Keluarga Dinyatakan sebagai Korban Tewas
Dunia
Selat Hormuz Belum Dibuka, Ini 7 Syarat Iran kepada Amerika Serikat
Iran mengajukan tujuh syarat kepada AS sebelum bersedia berunding dan membuka Selat Hormuz. Tuntutannya mencakup pencabutan sanksi hingga penghentian blokade.
Yusuf Abdillah - Selasa, 03 November 2026
Selat Hormuz Belum Dibuka, Ini 7 Syarat Iran kepada Amerika Serikat
Dunia
Trump Isyaratkan Serangan, Iran Peringatkan Perang Baru dengan AS Bisa Lebih Lama
Iran memperingatkan perang baru dengan Amerika Serikat bisa berlangsung lebih lama. Ancaman muncul setelah Donald Trump mengisyaratkan serangan lanjutan.
Yusuf Abdillah - Senin, 02 November 2026
Trump Isyaratkan Serangan, Iran Peringatkan Perang Baru dengan AS Bisa Lebih Lama
Dunia
9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida, Ciptakan sebuah Kawah Besar di Tengah Jalan Perumahan
Pesawat menukik ke tanah hampir secara vertikal dan meledak menjadi bola api besar.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
  9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida, Ciptakan sebuah Kawah Besar di Tengah Jalan Perumahan
Dunia
Wapres AS Yakin Donald Trump Tak Akan Biarkan Perang Tanpa Akhir dengan Iran
JD Vance menegaskan Donald Trump tidak akan membiarkan AS terjebak dalam perang berkepanjangan dengan Iran di tengah ketegangan dan mandeknya perundingan.
Yusuf Abdillah - Jumat, 30 Oktober 2026
Wapres AS Yakin Donald Trump Tak Akan Biarkan Perang Tanpa Akhir dengan Iran
ShowBiz
Neil Young Gugat Tim Kampanye Donald Trump, Perkara Pakai Lagu ‘Rockin' in the Free World’ untuk Kampanye
Young menyatakan penggunaan lagu miliknya yang dirilis pada 1989, 'Rockin' in the Free World', tanpa izin.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
 Neil Young Gugat Tim Kampanye Donald Trump, Perkara Pakai Lagu ‘Rockin' in the Free World’ untuk Kampanye
Dunia
3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar
Militer Iran menyebut ketiga kapal tersebut telah menonaktifkan sistem radar dan navigasi mereka dan juga mengabaikan peringatan yang dikeluarkan Angkatan Laut IRGC.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar
Dunia
Kuba Mengadu ke PBB: 2,6 Juta Rakyatnya Susah Minum Gara-Gara Trump
Kuba mengadu ke PBB usai 2,6 juta rakyatnya kesulitan air minum akibat krisis listrik dan blokade ekonomi Amerika Serikat. Simak laporan resminya!
Wisnu Cipto - Kamis, 29 Oktober 2026
Kuba Mengadu ke PBB: 2,6 Juta Rakyatnya Susah Minum Gara-Gara Trump
Indonesia
Trump Masih Ingin Jadikan Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 Amerika Serikat
Pada 3 Januari, AS melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Caracas, ibu kota Venezuela, yang berujung pada penculikan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
Trump Masih Ingin Jadikan Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 Amerika Serikat
Bagikan