3 Cara Mudah Cek Status Penerima Bantuan PIP 2025

Frengky AruanFrengky Aruan - Kamis, 24 April 2025
3 Cara Mudah Cek Status Penerima Bantuan PIP 2025

Program Indonesia Pintar (PIP). (website/pip.dikdasmen.go.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) sudah bisa dicairkan pada April 2025. Ada tiga cara ringkas untuk mengecek bantuan penerima PIP 2025.

PIP merupakan bantuan finasial yang diperuntukan bagi peserta murid yang kurang mampu. Bantuannya berupa sejumlah uang dan bisa dicairkan di bank penyalur.

Ada dua hal penting untuk mengetahui status penerima PIP 2025, yakni memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan Nomor Induk Keluarga (NIK).

Jika belum mengetahui NISN sendiri, siswa bisa bertanya ke pihak sekolah atau melakukan pengecekan sendiri lewat internet.

Berikut cara mengecek NISN:

1. Kunjungi situs NISN lewat laman Kemendikbud di https://nisn.data.kemdikbud.go.id/index.php/Cindex/formcaribynama

2. Isilah data diri sesuai kolom yang tersedia. Mulai Nama Siswa, Tempat Lahir, Tanggal Lahir, Nama Ibu, dan Kode Captcha. Klik "Cari Data"

3. Setelah itu nanti nama kamu serta nomor NISN akan muncul. Gunakan nomor tersebut untuk mengungi laman PIP.

Sementara itu, untuk mengecek status Penerima PIP 2025 melalui 3 langkah yaitu:

1. Buka situs resmi PIP 2025 di https://pip.kemendikdasmen.go.id

2. Klik menu "Cari Penerima PIP". Langsung saja isi kolom sesuai instruksi seperti NISN dan NIK.

3. Klik menu "Cek Penerima PIP". Kalau kamu memang penerimanya, kamu akan melihat statusmu sebagai "penerima PIP". Langsung saja cairkan bantuan PIP 2025 lewat bank penyalurnya.

Besaran bantuan PIP 2025 tidak sama dipukul rata. Besaran bantuan berbeda-beda tergantung tingkat pendidikannya.

1. Sekolah Dasar/Sekolah Luar Biasa/Program Paket A

Dana bantuan Rp 225 ribu untuk kelas 6 semester genap.

Sekolah Dasar/Sekolah Luar Biasa/Program Paket A

Dana bantuan sebesar Rp 450 ribu untuk kelas 1, 2, 3, 4, dan 5 semester genap.

2. Sekolah Menengah Pertama/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa/Program Paket B

Dana bantuan sebesar Rp 375 ribu bagi kelas 9 semester genap.

Sekolah Menengah Pertama/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa/Program Paket B

Dana bantuan PIP sebesar Rp 375 ribu untuk kelas 7 dan 8 semester genap.

3. Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Atas Luar Biasa/Program Paket C

Dana bantuan sebesar Rp 500 ribu bagi kelas 12 semester genap

Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Atas Luar Biasa/Program Paket C

Dana bantuan sebesar Rp 1 juta bagi kelas 10 dan 11 semester genap

4. Sekolah Menengah Kejuruan Program 4 Tahun

Dana bantuan PIP sebesar Rp 500 ribu untuk kelas 13 semester genap.

Sekolah Menengah Kejuruan Program 4 Tahun

Dana bantuan PIP sebesar Rp 1 juta untuk kelas 10, 11, dan 12 semester genap. (Tka)

#Program Indonesia Pintar #Bantuan Siswa #Pendidikan #Sekolah #Siswa
Bagikan
Ditulis Oleh

Tika Ayu

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Minta Australia Bantu Tingkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia
Albanese menegaskan Indonesia dan Australia memiliki hubungan yang semakin erat sebagai negara tetangga sekaligus sahabat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 06 Februari 2026
 Prabowo Minta Australia Bantu Tingkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia
Indonesia
Pemerintah Berlakukan Gerakan Satu Jam Tanpa Gawai Bagi Siswa Selama Ramadan
Skema pembelajaran Ramadan 2026 yang ditelah ditetapkan pemerintah berlaku 18 Februari–27 Maret 2026.
Wisnu Cipto - Jumat, 06 Februari 2026
Pemerintah Berlakukan Gerakan Satu Jam Tanpa Gawai Bagi Siswa Selama Ramadan
Indonesia
Krisis Guru, Pemkot Solo Siap Rekrut 286 Tenaga Pendidik Kontrak
Pemkot Solo siap merekrut 286 tenaga pendidik pada tahun ini. Hal itu dikarenakan adanya krisis tenaga pendidik akibat pensiun.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Krisis Guru, Pemkot Solo Siap Rekrut 286 Tenaga Pendidik Kontrak
Indonesia
Tragedi Siswa SD di NTT,  Pendidikan Kawasan 3T Harus Jadi Prioritas Nasional
Kasus YBR sebagai bukti rapuhnya perlindungan negara terhadap anak-anak di pelosok kawasan 3 T yang perlunya penanganan khusus dan darurat.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Tragedi Siswa SD di NTT,  Pendidikan Kawasan 3T Harus Jadi Prioritas Nasional
Indonesia
Belajar dari Tragedi Bocah SD NTT, Anak Cowok Juga Butuh Ruang Aman Bercerita
Tragedi yang dialami siswa SD YBR di NTT membuktikan anak laki-laki juga kerap mengalami masalah psikis, tetapi belum mendapatkan ruang aman untuk berbicara.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Belajar dari Tragedi Bocah SD NTT,  Anak Cowok Juga Butuh Ruang Aman Bercerita
Indonesia
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Psikolog Mira Pane menilai surat YBR bukan hanya pesan pribadi, melainkan simbol penderitaan anak-anak Indonesia yang kehilangan harapan akibat kemiskinan.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Lainnya
Bocah SD NTT Bunuh Diri, Mensesneg Prasetyo Hadi 'Warning' Aparat Desa
Mensesneg mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti untuk merumuskan langkah preventif.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 05 Februari 2026
Bocah SD NTT Bunuh Diri, Mensesneg Prasetyo Hadi 'Warning' Aparat Desa
Indonesia
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Sistem pendidikan nasional kini seharusnya tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan ekonomi siswa.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Indonesia
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Anggota Komisi VIII DPR RI menyoroti tragedi anak di NTT karena tak mampu membeli buku dan bolpoin. Ia meminta negara hadir memperkuat perlindungan sosial anak.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Indonesia
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Berdasarkan Data BPS, angka kemiskinan ekstrem di NTT masih tinggi, mencapai lebih dari 14 persen pada 2025, jauh di atas rata-rata nasional sekitar 9,4 persen.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Bagikan