28 Triliun Ton Es Hilang dalam 30 Tahun

P Suryo RP Suryo R - Sabtu, 29 Agustus 2020
28 Triliun Ton Es Hilang dalam 30 Tahun

Perubahan iklim membuat es mencair. (Foto: Pexels/Simon Matzinger)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENURUT para ilmuwan ada sekitar 28 triliun ton es telah hilang dari permukaan bumi sejak tahun 1994. Tingkat kehilangan es yang diungkapkan oleh para peneliti sesuai dengan prediksi skenario kasus terburuk yang digariskan oleh Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC).

Andy Shepherd dari Pusat Pengamatan dan Pemodelan Kutub di Leeds Universitas, mengatakan kepada The Guardian bahwa di masa lalu, para peneliti telah mempelajari area individu seperti Antartika atau Greenland tempat dimana es mencair. Tapi ini adalah pertama kalinya ada orang melihat bahwa semua es hilang dari permukaan planet.

Baca Juga:

Greta Thunberg: Tangani Masalah Perubahan Iklim Seperti Sebuah Krisis

es
Bumi kehilangan 28 triliun ton es karena pemanasan global. (Foto: Unsplash/william_bossen)

Melansir laman The Guardian, para ilmuwan yang berbasis di Universitas Leeds dan Edinburg dan Universitas College London mendeskripsikan kehilangan ini sebagai "mengejutkan" dan memperingatkan bahwa analisis mereka menunjukkan bahwa kenaikan permukaan laut yang dipicu oleh mencairnya gletser dan lapisan es dapat mencapai satu meter pada akhir abad ini.

"Setiap sentimeter kenaikan permukaan laut berarti sekitar satu juta orang akan mengungsi dari tanah air mereka yang di dataran rendah," kata Profesor Andy Shepherd, direktur Pusat Pengamatan dan Pemodelan Kutub Universitas Leeds, lapor The Guardian.

Baca Juga:

Fenomena Lubang Terbesar Lapisan Ozon di Atas Arktik Akhirnya Tertutup, Apa Penyebabnya?

Pembakaran bahan bakar fosil

es
Sinyal es mencair sudah dikirimka oleh Kutub. (Foto: Pexels/Anne Small)

Sebuah studi yang dipublikasi dalam jurnal Cryosphere Discussions, alasan mengapa bumi bisa kehilangan es sebanyak ini merupakan akibat pemanasan global. Rata-rata suhu permukaan planet telah meningkat 0,85C sejak 1880, dan sinyal ini telah diperkuat di daerah kutub.

Hasil penelitian ini diterbitkan 30 tahun setelah laporan penilaian pertama IPCC dirilis pada akhir Agustus 1990. Ini menunjukkan bahwa pemanasan global itu nyata dan dipicu oleh peningkatan emisi gas rumah kaca dari pembakaran bahan bakar fosil.

Walaupun sudah ada fakta ilmiah dan para ilmuwan dan aktivis tiada henti memperingatkan isu ini. Sayangnya emisi ini terus meningkat karena suhu global terus melonjak. Sampai kapan kita akan membiarkan keadaan bumi kita memburuk? haruskah yang terburuknya terjadi baru kita akan berubah?

Kondisi di Indonesia

es
Banyak orang Indonesia tidak percaya dan tidak perduli akan isu perubahan iklim. (Foto: Unsplash/marcinjozwiak)

Di Indonesia sendiri, walaupun sudah merdeka selama 75 tahun, negara ini masih sangat bergantung dengan energi yang menjadi salah satu faktor utama pemanasan global yaitu, batu bara.

Padahal, Indonesia menjadi salah satu negara yang menandatangani Paris Agreement to the United Nations Framework Convention on Climate Change (Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perubahan Iklim) untuk berupaya menurunkan tingkat emisi dunia yang menimbulkan ancaman terhadap keamanan internasional akibat pemanasan global dan perubahan iklim.

Melansir laman IESR, Untuk memenuhi kebutuhan listrik, Indonesia amat bergantung kepada pembangkit listrik tenaga fosil. Lebih dari 88% dari listrik yang dihasilkan, berasal dari bahan bakar fosil, sekitar 60% dari batu bara, 22% dari gas alam, dan 6% dari minyak, dan hanya 12% yang dihasilkan dari energi terbarukan.

Media-media internasional seperti VICE dan The Guardian, juga ahli-ahli juga mencap Indonesia menjadi salah satu negara yang tidak percaya dan atau tidak perduli terhadap isu perubahan iklim.

Vice menuliskan negara ini sudah terkenal sebagai salah satu penghasil gas rumah kaca terbesar di dunia. Sayangnya banyak orang Indonesia yang tidak percaya pada perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia dibandingkan dengan negara lain di dunia. (lev)

Baca Juga:

Berapakah Suhu Bumi di Zaman Es?

#Perubahan Iklim #Rumah Kaca
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Indonesia
DPR Desak Pemerintah Peduli Terkait Isu Perubahan Iklim Buat Kurangi Bencana
Pemerintah untuk memberikan sanksi tegas kepada pelaku perusakan lingkungan dan pihak yang melakukan alih fungsi lahan secara tidak terkendali.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Januari 2026
DPR Desak Pemerintah Peduli Terkait Isu Perubahan Iklim Buat Kurangi Bencana
Indonesia
100 Ribu Orang Terdampak Banjir Jawa, DPR Desak Pemerintah Serius Tangani Perubahan Iklim
Bencana hidrometeorologi belakangan ini menunjukkan peningkatan frekuensi dan intensitas anomali cuaca yang tidak bisa lagi dipandang remeh.
Dwi Astarini - Senin, 19 Januari 2026
100 Ribu Orang Terdampak Banjir Jawa, DPR Desak Pemerintah Serius Tangani Perubahan Iklim
Indonesia
Kenaikan Temperatur Muka Bumi makin Cepat, Picu Kejadian Cuaca Ekstrem
Kenaikan cuaca itu dapat terjadi pada 2029, lebih cepat beberapa tahun ketimbang perkiraan sebelumnya.
Dwi Astarini - Rabu, 31 Desember 2025
Kenaikan Temperatur Muka Bumi makin Cepat, Picu Kejadian Cuaca Ekstrem
Dunia
Pemerintahan Donald Trump akan Bubarkan NCAR, Sebut Pebuhan Iklim hanya Tipuan
National Center for Atmospheric Research (NCAR) didirikan pada 1960 sebagai pusat riset dan pendidikan yang didanai pemerintah federal.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Desember 2025
 Pemerintahan Donald Trump akan Bubarkan NCAR, Sebut Pebuhan Iklim hanya Tipuan
Indonesia
Banjir Bandang di Sumatra, Presiden Perintahkan Pemda Siap Hadapi Perubahan Iklim
Presiden menyampaikan prioritas pemerintah saat ini adalah mengirimkan bantuan yang diperlukan, termasuk bahan bakar minyak dan listrik.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Desember 2025
Banjir Bandang di Sumatra, Presiden Perintahkan Pemda Siap Hadapi Perubahan Iklim
Indonesia
Banjir dan Longsor di Sumatra, Wakil Ketua MPR RI: Alarm Krisis Lingkungan Indonesia
Eddy Soeparno menilai bencana di Sumatra sebagai bukti krisis iklim. BNPB mencatat 303 korban tewas. Ia minta pemerintah tegas terhadap perusakan lingkungan.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 30 November 2025
Banjir dan Longsor di Sumatra, Wakil Ketua MPR RI: Alarm Krisis Lingkungan Indonesia
ShowBiz
Penggemar K-Pop Curi Perhatian di COP30 Brasil, Tunjukkan Aksi Peduli Iklim
Aksi penggemar K-pop di Indonesia yang berdonasi Rp 1,4 miliar untuk korban bencana alam di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat 2021 jadi contoh nyata. ?
Dwi Astarini - Kamis, 20 November 2025
Penggemar K-Pop Curi Perhatian di COP30 Brasil, Tunjukkan Aksi Peduli Iklim
Indonesia
Indonesia Raih Rp 7 Triliun Dari Perdagangan Karbon di COP30 Brasil
Pemerintah Indonesia menargetkan transaksi hingga 90 juta ton CO2 dengan nilai transaksi sebesar Rp 16 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 November 2025
Indonesia Raih Rp 7 Triliun Dari Perdagangan Karbon di COP30 Brasil
Dunia
Setiap Hari Ada 67 Ribu Orang Meninggalkan Rumah Akibat Bencana Dari Perubahan Iklim
Disebutkan bahwa lokasi kamp pengungsian berada di wilayah yang sudah mengalami kondisi cuaca ekstrem atau akan mengalaminya dalam waktu dekat.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 November 2025
Setiap Hari Ada 67 Ribu  Orang Meninggalkan Rumah Akibat Bencana Dari Perubahan Iklim
Indonesia
Pavilion Indonesia Dibangun di COP30, Targetkan Bawa Rp 16 Triliun Dari Perdagangan Karbon
Pemerintah Indonesia menargetkan transaksi senilai Rp 16 triliun dari perdagangan karbon dengan mutu tinggi di semua sektor selama berlangsungnya COP30 di Belém, Brasil.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 November 2025
Pavilion Indonesia Dibangun di COP30, Targetkan Bawa Rp 16 Triliun Dari Perdagangan Karbon
Bagikan