2.651 Warga Terinfeksi COVID-19 dalam 24 Jam

Mula AkmalMula Akmal - Kamis, 15 September 2022
2.651 Warga Terinfeksi COVID-19 dalam 24 Jam

Data Nasional Covid-19. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Penambahan kasus harian COVID-19 kembali terjadi. Pada Kamis (15/9), kasus positif mengalami kenaikan sebanyak 2.651 kasus.

Dengan penambahan kasus positif pada hari ini, maka total kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia telah mencapai jumlah 6.402.686. Sementara itu, angka positivity rate pada hari ini tercatat sebesar 7,85 persen.

Baca Juga:

WHO Nyatakan Akhir Pandemi COVID Sudah Terlihat

Angka tersebut masih melebihi kisaran level aman positivity rate yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yaitu di bawah 5 persen.

Kemenkes melaporkan selama 24 jam terakhir jumlah orang yang diperiksa sebanyak 33.775 orang.

Sementara untuk kasus aktif COVID-19 pada hari ini, Kamis (15/9) berdasarkan laporan dari Satgas tercatat 1.285 yang membuat kasus aktif menjadi sebanyak 29.126.

Untuk jumlah spesimen yang diperiksa hari ini sebanyak 69.035. Selanjutnya, untuk angka kesembuhan hari ini tercatat 3.915 orang, sehingga total pasien sembuh telah mencapai 6.215.711 orang.

Angka kematian hari ini dilaporkan sejumlah 21 orang meninggal dunia. Penambahan tersebut membuat total kasus kematian di Tanah Air telah mencapai 157.849 jiwa. Kemenkes mencatat hari ini terdapat 5.101 orang yang berstatus suspek.

Lalu, update vaksinasi COVID-19 dosis booster atau dosis ketiga diberikan kepada 12.199 orang pada hari ini, Kamis (15/9). Penambahan tersebut membuat vaksinasi booster atau dosis ketiga telah mencapai 62.173.952 suntikan.

Baca Juga:

2.799 Penambahan Kasus COVID-19 Terjadi dalam Sehari

Penambahan tersebut membuat vaksinasi COVID-19 dosis booster telah setara dengan 26,49 persen dari target sasaran vaksinasi nasional yaitu 234.666.020.

Sementara itu untuk vaksinasi COVID-19 dosis pertama terjadi penambahan 4.587 dosis sehingga total per hari ini menjadi 204.232.501 atau setara dengan 87,03 persen dari target sasaran.

Sedangkan untuk vaksinasi dosis kedua atau dosis lengkap pada hari ini terjadi penambahan 3.697 suntikan.

Angka itu membuat total vaksinasi dosis lengkap COVID-19 menjadi 170.843.370 atau sejumlah 70,11 persen dari sasaran vaksinasi nasional.

Sementara itu untuk vaksinasi dosis keempat atau booster kedua pada hari ini tercatat sebanyak 1.437 suntikan. Penambahan vaksinasi booster kedua atau dosis keempat itu membuat total sebanyak 515.178 suntikan. (Knu)

Baca Juga:

Vaksin Meningitis Langka, Kemenkes Diduga Lalai Tambah Stok Selama Pandemi COVID

#COVID-19 #Vaksin Covid-19 #Kasus COVID-19 #Kemenkes
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Imbas Dokter Magang Meninggal, Tata Kelola Dokter Muda Bakal Diubah
Kemenkes akan menetapkan standar minimal remunerasi yang wajib dipenuhi oleh pemerintah daerah dan wahana magang dokter guna mengurangi ketimpangan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 08 Mei 2026
Imbas Dokter Magang Meninggal, Tata Kelola Dokter Muda Bakal Diubah
Indonesia
Imbas Kasus Kematian dr Myta, Menkes Rombak 4 Aturan Program Dokter Magang. Ini Detailnya!
Perubahan aturan program mencakup jam kerja, kesejahteraan, hak cuti, hingga evaluasi akhir periode magang dokter.
Wisnu Cipto - Jumat, 08 Mei 2026
Imbas Kasus Kematian dr Myta, Menkes Rombak 4 Aturan Program Dokter Magang. Ini Detailnya!
Indonesia
Investigasi Kematian dr Myta: Dokter Pendamping Piket Malam IGD Lepas Tangan Malah Pergi Merokok
Hasil investigasi Kemenkes ungkap oknum dokter pendamping di IGD RSUD KH Daud Arif sering melepas tanggung jawab, bahkan merokok di kantin, saat dokter magang menangani pasien sendiri.
Wisnu Cipto - Kamis, 07 Mei 2026
Investigasi Kematian dr Myta: Dokter Pendamping Piket Malam IGD Lepas Tangan Malah Pergi Merokok
Indonesia
Investigasi Kematian dr. Myta, Kemenkes Temukan Dokter Pendamping Manipulasi Laporan Jam Kerja Magang
Investigasi juga menemukan praktik tidak etis di stase IGD, terdapat oknum dokter pendamping lebih banyak menyerahkan penanganan pasien kepada dokter magang dengan alasan agar mereka belajar.
Wisnu Cipto - Kamis, 07 Mei 2026
Investigasi Kematian dr. Myta, Kemenkes Temukan Dokter Pendamping Manipulasi Laporan Jam Kerja Magang
Indonesia
Dokter Magang Meninggal, Kemenkes Akui Jam Kerja Sampai 51,4 Jam Seminggu
Patut diduga pendamping melakukan manipulasi jadwal dan presensi peserta internship. Kemenkes menampilkan chat antara dr J dan seorang peserta magang, di mana dr J meminta peserta untuk mengedit jadwal.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 07 Mei 2026
Dokter Magang Meninggal, Kemenkes Akui Jam Kerja Sampai 51,4 Jam Seminggu
Indonesia
100 Juta Warga Diklaim Sudah Dilayani Cek Kesehatan Gratis, Ini Kondisi Yang Ditemukan
Dari total peserta yang menjalani skrining, sekitar 16,8 juta orang membutuhkan tindak lanjut penanganan, dengan 1,4 juta di antaranya telah tercatat mendapatkan tata laksana lanjutan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
100 Juta Warga Diklaim Sudah Dilayani Cek Kesehatan Gratis, Ini Kondisi Yang Ditemukan
Berita Foto
Raker Menkes dengan Komisi IX DPR Bahas Kuota Penerima Bantuan Iuran JKN
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) berjabat tangan dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (kiri) sebelum mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR
Didik Setiawan - Rabu, 15 April 2026
Raker Menkes dengan Komisi IX DPR Bahas Kuota Penerima Bantuan Iuran JKN
Indonesia
Jatuhi Sanksi Perawat Salah Kasih Bayi SP1, RSHS Bandung Siap Dievaluasi Kemenkes
RSHS siap menjalani evaluasi dari Kementerian Kesehatan terkait insiden salah kasih bayi.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 April 2026
Jatuhi Sanksi Perawat Salah Kasih Bayi SP1, RSHS Bandung Siap Dievaluasi Kemenkes
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Bagikan