MerahPutih.com - Satgas COVID-19 Kota Solo, Jawa Tengah, mencatat bertambahnya jumlah warga Solo terpapar corona pada Kamis (10/11) menembus angka 1.050 orang dari sebelumnya hanya 845 orang, atau bertambah 205 orang.
Dari jumlah tersebut sebanyak 11 orang jalani isolasi mandiri di Dalem Priyosuhartan. Pasien tersebut merupakan pasien tanpa gejala dan gejala ringan itu jalani isoter selama 10 hari ke depan.
Baca Juga
Penambahan Kasus Aktif COVID-19 Solo Capai Tiga Digit Per Hari
Kepala BPBD Solo, Nico Agus Putranto mengatakan, seiring meningkatnya kasus corona di Solo, sudah ada 11 orang yang menjalani masa karantina di lokasi isolasi mandiri milik pemerintah kota, Dalem Priyosurhartan, Kecamatan Laweyan, Solo.
"Mereka masuk ke lokasi Isoter hari Rabu dan Kamis secara bergilir. Mereka terdiri dari delapan orang lainnya merupakan perempuan. Beberapa dari mereka merupakan anak-anak yang usianya masih belasan tahun," kata Nico, Kamis (10/2).
Ia menyebut karantina di lokasi isoter karena mereka tidak bisa melakukan isolasi mandiri secara layak dengan berbagai alasan yang menyertai seperti rumah yang tidak mewadahi hingga banyaknya anggota keluarga dalam satu hunian.
"Mereka yang jalani isoter mendapat fasilitas dari pemerintah termasuk pengecekan kesehatan oleh tim medis yang stand by di sana," kata Nico.
Baca Juga
Di Tengah Kasus COVID-19 Naik, Gibran Izinkan Acara Festival Jenang Solo
Wakil Wali Kota Surakarta, Teguh Prakosa mengatakan, pihaknya menyiapkan dua lokasi isolasi terpusat. Lokasi tersebut, yakni di Dalem Priyosuhartan yang kini sudah difungsikan, sementara yang kedua adalah Graha Wisata Niaga yang masih dalam proses persiapan.
"Pemkot masih berupaya agar isoman bisa diarahkan ke Asrama Haji Donohudan yang kini juga telah menampung 18 pasien dari Solo. Jika warga ingin jalani isoter kami siap antar jemput," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga
Solo Bertahan di PPKM Level 2, Gibran: Tempat Ibadah Dibatasi 75 Persen