11 Ribu Hektar Tanaman Padi di Boyolali Terancam Gagal Panen

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 Agustus 2023
11 Ribu Hektar Tanaman Padi di Boyolali Terancam Gagal Panen

Sawah yang kekeringan di Citeras, Lebak, Banten, Kamis (3/8/2023). . ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/rwa

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kekeringan yang melanda Indonesia, khususnya Jawa Tengah, akibat akibat dampak el nino, membuat sejumlah waduk di Boyolali surut.

Dinas Pertanian (Dispartan) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mencatat sebanyak 11.125 Hektar tanaman padi tadah hujan di Boyolali terancam gagal panen. Hal itu

Baca Juga:

18 Kecamatan di Kabupaten Lebak Alami Kekeringan

Kepala Dispertan Boyolali, Joko Suhartono mengatakan, musim kemarau panjang mulai berdampak pada sektor pertanian. Berdasarkan data statistik pertanian (SP) pada 2022, luas lahan sawah tadah hujan seluas 11.125 hektare.

"Sebanyak 11.125 hektar tadah hujan ini menggantungkan supply air dari waduk. Kondisi waduk saat ini mulai mengering," kata Joko, Sabtu (26/8).

Dia meminta pada petani agar pada musim kemarau ini jika nekat menanam padi agar menggunakan varietas umur pendek, tahan kekeringan dan tahan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Bila air tidak cukup, diharapkan menanam palawija.

"Sampai saat ini belum ada laporan puso dari petugas OPT penyuluh yang ada di lapangan," katanya.

Meskipun demikian, antisipasi tetap dilakukan karena puncak kekeringan terjadi pada September. Per Juli, luasan lahan yang menanam padi di sawah irigasi seluas 2.191 hektare.

Sedangkan luas lahan panen mencapai 3.670 hektare. Kemudian, produksi gabah kering giling pada Juli mencapai 21.047 ton dan produksi beras bersih 12.079 ton.

Ia memastikan, di Boyolali, dengan produksi beras bersih 12.079 ton, masih surplus 2.037 ton per Juli. Dengan data ini stok beras aman di tengah musim kemarau panjang.

"Boyolali pernah mengalami defisit pasokan beras pada Januari dan April. Pada Januari, pasokan beras defisit 3.315 ton dan pada April defisit 4.647 ton. Sedangkan surplus tertinggi pada Februari mencapai 25.938 ton dan Juni lalu dengan surplus 28.169 ton," ujarnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Empat Kelurahan di Solo Rawan Kekeringan

#Dampak El Nino #Kekeringan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
BMKG Sebut El Nino Makin Meluas, Cek Daftar Wilayah Terdampak Kekeringan Parah
Berdasarkan analisis BMKG, fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat memicu ancaman kekeringan meteorologis dan kelangkaan air di sejumlah provinsi Indonesia
Angga Yudha Pratama - Jumat, 14 Agustus 2026
BMKG Sebut El Nino Makin Meluas, Cek Daftar Wilayah Terdampak Kekeringan Parah
Indonesia
Momok Mematikan Musim Kemarau, Kenali Beda Gejala Heat Exhaustion dan Heat Stroke!
Penurunan kesadaran merupakan gejala utama yang membedakan heat stroke dengan heat exhaustion.
Wisnu Cipto - Jumat, 14 Agustus 2026
Momok Mematikan Musim Kemarau, Kenali Beda Gejala Heat Exhaustion dan Heat Stroke!
Indonesia
TNI-Polri Masuk Kategori Profesi Rawan Serangan Heat Stroke, Cegah dan Kenali Gejalanya!
Dokter UI dan IAKMI sebut lansia, anak-anak, pekerja pabrik, atlet, serta TNI-Polri masuk kategori rawan terkena heat stroke.
Wisnu Cipto - Kamis, 13 Agustus 2026
TNI-Polri Masuk Kategori Profesi Rawan Serangan Heat Stroke, Cegah dan Kenali Gejalanya!
Dunia
Panas Ekstrem, Sungai Danube di Budapest Surut Mengungkap Jasad Tentara Perang Dunia II dan Sepeda Motor
Bersama jasad mereka, ditemukan pula tanda identitas kedua tentara, sebuah sepeda motor Wehrmacht milik Angkatan Darat Jerman yang sebagian besar masih utuh.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Panas Ekstrem, Sungai Danube di Budapest Surut Mengungkap Jasad Tentara Perang Dunia II dan Sepeda Motor
Indonesia
Potensi Puso Besar, BMKG Larang Petani Tanam Padi Selama Musim Kemarau
BMKG Babel imbau petani tidak menanam padi selama musim kemarau 2026 untuk mencegah gagal panen.
Wisnu Cipto - Rabu, 12 Agustus 2026
Potensi Puso Besar, BMKG Larang Petani Tanam Padi Selama Musim Kemarau
Indonesia
Menko Polkam Larang Pemprov Kalteng-Kalbar Terbitkan Izin Pembakaran Buka Kebun Baru
Menko Polkam Djamari Chaniago melarang Kalteng dan Kalbar terbitkan izin pembakaran lahan untuk kebun baru
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
Menko Polkam Larang Pemprov Kalteng-Kalbar Terbitkan Izin Pembakaran Buka Kebun Baru
Indonesia
107 Ribu Hektar Hutan Indonesia Terbakar, Ini Arahan Presiden Prabowo 
El Nino kuat memicu kebakaran hutan seluas 107.000 hektar. Presiden Prabowo instruksikan penanganan karhutla maksimal dengan koordinasi lintas lembaga, armada udara, dan opsi modifikasi cuaca.
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
107 Ribu Hektar Hutan Indonesia Terbakar, Ini Arahan Presiden Prabowo 
Indonesia
Pemprov DKI bakal Lakukan OMC Dua Kali Sepekan Hadapi Kekeringan
OMC hanya bisa dilakukan ketika ada awan yang cukup di langit.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
Pemprov DKI bakal Lakukan OMC Dua Kali Sepekan Hadapi Kekeringan
Indonesia
Juli 2026 Jadi Bulan Terkering di Indonesia Sejak 1991
El Nino saat ini berpotensi meningkat menjadi kategori sangat kuat dengan peluang sekitar 75 persen pada Agustus hingga Oktober 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
Juli 2026 Jadi Bulan Terkering di Indonesia Sejak 1991
Indonesia
7 Daerah di NTB Masuk Status Awas Kekeringan
Tujuh daerah yang masuk status awas kekeringan meliputi Kabupaten Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
7 Daerah di NTB Masuk Status Awas Kekeringan
Bagikan