MerahPutih Kriminal - Indonesia Police Watch (IPW) mengaku prihatin dengan insiden penyerangan kepada 10 anggota Polri di tiga tempat di Sulawesi. Penyerangan sadis tersebut bertepatan dengan hari jadi korps Bhayangkara ke-69. Akibat penyerangan tersebut 1 orang polisi tewas dan 2 orang luka parah.
"Melihat penyerangan yang terjadi Mabes Polri perlu membuat peta daerah rawan bagi anggotanya," kata Presidium IPW Neta S Pane di Jakarta, Kamis (2/7).
Neta melanjutkan pemetaan terhadap daerah rawan dinilai sudah mendesak. Bukan hanya untuk mengantisipasi dini terkait tindak kejahatan, melainkan juga untuk melindungi keselamatan anggota Polri. Sebab jika Polri saja tidak bisa mengamankan dirinya sendiri dari serangan kriminal bagaimana mereka mau mengamankan masyarakat.
"Penyerangan tersebut memberi kesan bahwa kelompok yang agresif kepada Polri masih bercokol kuat di masyarakat," demikian Neta.
Seperti diberitakan MerahPutih.com sebelumnya, di Sulawesi terjadi tiga kali penyerangan terhadap anggota Polri. Aksi penyerangan pertama terjadi pada 1 Juli 2015 tengah malam. Empat kamar kos anggota Polda Gorontalo dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal. Beruntung keempat anggota polisi itu selamat dari serangan tapi kamar kosnya hangus terbakar.
Penyerangan kedua terjadi di rumah pribadi Komandan Satuan Brimob Polda Gorontalo, di Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo. Rumah itu dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal pada Rabu dinihari pukul 02.30 WITA. Akibatnya, kaca jendela bagian depan pecah dan api membakar gorden rumah namun berhasil dipadamkan.
Penyerangan ketiga dialami lima anggota Shabara Polres Gowa, Sulselbar, yang diserang sekelompok orang tak dikenal saat bertugas di pos penjagaan. Dalam serangan itu Briptu Irfanudin tewas dan dua rekannya luka parah di RS Bhayangkara Makassar. Diduga penyerangan ini terkait dengan aksi balapan liar. (bhd)
BACA JUGA:
Kodim Jakarta Pusat Serbu Mako Brimob
Brimob Salat di Medan Tempur Tuai Pujian Netizen
Dirampok, Anggota Brimob Kehilangan Motor dan Uang Rp 2,7 Juta
Dua Anggota Brimob Gugur Di Papua, Kompolnas Prihatin