Wonderful Indonesia Berpartisipasi di Vietnam International Travel Mart
Selasa, 03 April 2018 -
MerahPutih.com - Wonderful Indonesia kembali berpartisipasi di Vietnam International Travel Mart (VITM) 2018, yang digelar di Hanoi, pada 29 Maret-1 April 2018. Kementerian Pariwisata membawa sejumlah pengusaha bisnis pariwisita ke pameran tersebut.
Kemenpar memfasilitasi 12 pelaku usaha pariwisita tanah air yang terdiri dari 7 travel, 4 agent tour Vietnam yang menjual perjalanan wisata ke Indonesia, serta satu dinas pariwisitas Yogyakarta
Perwakilan Indonesia menempati booth seluas 72 meter persegi, berada di Hall B1 Ha Noi International Center for Exhibition (I.C.E. Ha Noi), Hanoi.
Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar I Gde Pitana dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/4), menuturkan transaksi VITM pada 2017 mencapai Rp 5,2 miliar. Untuk tahun ini, Kemenpar menargetkan transaksi naik 20 persen.
"Transaksi yang dihasilkan tahun ini meningkat 257 persen, dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 5,3 miliar. Peningkatan transaksi antara lain dikarenakan adanya kontrak paket wisata golf selama satu tahun sebesar US$ 346.700 atau senilai Rp 4,78 miliar," kata I Gde Pitana.
Ia menjelaskan bahwa pameran ini berkonsep bisnis ke konsumen dan bisnis ke bisnis. Menurut I Gde Pitana, Vietnam merupakan pasar wisata yang tengah berkembang seiring dengan membaikan perekonomian negeri bekas jajahan Amerika Serikat tersebut.
Pada VITM 2018, booth Wonderful Indonesia mendapatkan penghargaan sebagai ‘The Most Impressive Booth’. Penghargaan itu langsung diberikan oleh Vice Chairman of Vietnam Tourism Association President, Vu The Binh.
Sementara itu, Menteri Pariwisata, Arief Yahya, optimistis Wonderful Indonesia di Vietnam International Travel Mart (VITM) berdampak positif untuk menjaring wisatawan asal Vietnam.
“Pasar ASEAN masih cukup potensial untuk digali. Dengan strategi pemasaran dan promosi yang tepat, banyak wisatawan ASEAN bisa dihadirkan. Kehadiran Wonderful Indonesia di VITM 2018 adalah strategi tepat untuk mendatangkan wisatawan Vietnam,” paparnya.