Topan Kalmaegi Bergerak ke Kamboja, Tewaskan 193 Orang di Filipina dan Vietnam

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 07 November 2025
Topan Kalmaegi Bergerak ke Kamboja, Tewaskan 193 Orang di Filipina dan Vietnam

Ilustrasi topan

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — TOPAN Kalmaegi masih bergerak membawa kehancuran di jalurnya. Topan Kalmaegi telah menewaskan setidaknya 188 orang di Filipina dan 5 orang di Vietnam. Badai ini kini bergerak ke arah barat menuju Kamboja dan Laos setelah melanda Vietnam bagian tengah pada Kamis dengan kecepatan angin mencapai 149 km/jam.

Kota-kota di sepanjang pesisir tengah Vietnam, Jumat (7/11) pagi tampak berserakan puing-puing setelah dihantam langsung oleh badai semalam. Angin kencang mencabut pepohonan, merobohkan atap rumah, dan memecahkan jendela-jendela besar. Ribuan warga mencari perlindungan di sekolah-sekolah dan gedung publik, sedangkan militer dikerahkan untuk membantu penanganan kerusakan.

Pemerintah Vietnam memperingatkan potensi banjir di daerah rendah. Vietnam bagian tengah telah mengalami curah hujan tertinggi sepanjang sejarah dalam sepekan terakhir, yang sebelumnya sudah menewaskan 50 orang. Awal pekan ini, badai yang sama menghancurkan sebagian wilayah Filipina ketika hujan deras memicu longsor lumpur yang menerjang kawasan permukiman. Beberapa lingkungan miskin hancur total akibat banjir bandang yang bergerak cepat.

Jumlah korban tewas pada Jumat meningkat tajam dari 114 pada hari sebelumnya, sedangkan 135 orang masih dinyatakan hilang. Pemerintah Filipina telah menetapkan status bencana nasional di seluruh negeri dan bersiap menghadapi topan lain yang sedang terbentuk di Samudra Pasifik.

Baca juga:

Topan Kalmaegi Tewaskan 142 Orang, Presiden Filipina Tetapkan Status Darurat Nasional


Menjelang kedatangan Topan Kalmaegi, militer Vietnam pada Kamis mengerahkan lebih dari 260 ribu prajurit dan personel untuk upaya evakuasi dan bantuan, dilengkapi lebih dari 6.700 kendaraan dan enam pesawat. Sejumlah bandara dan jalan tol ditutup, sedangkan ratusan ribu orang dievakuasi.

Sesaat setelah topan mendarat pada Kamis pukul 19.29 waktu setempat, ratusan warga di Provinsi Dak Lak dilaporkan meminta pertolongan, menurut media lokal. Provinsi Dak Lak terletak sekitar 350 km timur laut Kota Ho Chi Minh. Banyak warga melaporkan rumah mereka roboh atau terendam banjir, sedangkan angin kencang dan hujan deras terus mengguyur wilayah tersebut.

Menurut laporan media lokal, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh mengadakan rapat daring untuk memimpin tanggap darurat.
“Kita harus mencapai daerah-daerah yang terisolasi dan memastikan warga memiliki makanan, air bersih, dan kebutuhan pokok. Tidak boleh ada yang kelaparan atau kedinginan,” pesannya.

Sebelum menghantam Vietnam, topan yang secara lokal disebut Tino itu meninggalkan jejak kehancuran besar di Filipina. Sedikitnya 188 orang tewas dan puluhan ribu warga dievakuasi, terutama dari wilayah tengah termasuk Pulau Cebu yang padat penduduk dan menjadi tujuan wisata populer. Di daerah itu, mobil-mobil terseret arus banjir di jalanan.

Kalmaegi menurunkan curah hujan setara sebulan penuh hanya dalam 24 jam, mengirimkan arus lumpur dan puing dari pegunungan ke daerah perkotaan. Para penyintas yang mencapai tempat lebih tinggi menyaksikan bus dan kontainer kapal terseret banjir deras.

Kini, warga mulai membersihkan lapisan lumpur tebal dan mencari barang-barang yang masih bisa digunakan.

Pada Kamis pagi, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr menyatakan keadaan darurat nasional, karena situasi telah mencapai ambang bencana besar dengan banyak korban jiwa, kerusakan properti, dan gangguan terhadap kehidupan warga di wilayah terdampak.(dwi)


Baca juga:

Filipina Diamuk Topan Kalmaegi, 114 Orang Tewas dan 127 Hilang

#Angin Topan #Filipina #Vietnam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Filipina Ampuni Mantan Terpidana Mati Mary Jane Veloso, Janji Bantu Kehidupan dan Keluarganya
Departemen Pekerja Migran Filipina (DMW) memastikan akan mendampingi Mary Jane bersama keluarganya dalam proses kembali menjalani kehidupan di masyarakat.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Pemerintah Filipina Ampuni Mantan Terpidana Mati Mary Jane Veloso, Janji Bantu Kehidupan dan Keluarganya
Indonesia
Mary Jane Veloso Akhirnya Bebas Setelah Dapat Pengampunan Mutlak dari Presiden Filipina Ferdinand
Istana juga menyebut salah satu hal yang menjadi perhatian dalam proses tersebut adalah pernyataan bahwa Mary Jane tidak melakukan kesalahan sebagaimana yang dituduhkan kepadanya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Mary Jane Veloso Akhirnya Bebas Setelah Dapat Pengampunan Mutlak dari Presiden Filipina Ferdinand
Olahraga
Kisah Haru Patrik Le Giang Rela Menanti 3 Tahun Demi Berseragam Timnas Vietnam
Penasaran dengan profil Patrik Le Giang? Simak kisah inspiratif kiper keturunan ini yang rela meninggalkan Eropa dan menanti 3 tahun demi membela Timnas Vietnam.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
Kisah Haru Patrik Le Giang Rela Menanti 3 Tahun Demi Berseragam Timnas Vietnam
Dunia
Penembakan Sekolah Kembali Terjadi di Filipina, 3 Siswa Tewas
Penembakan terjadi di sebuah sekolah menengah di South Cotabato, Filipina selatan.
Yusuf Abdillah - Jumat, 18 September 2026
Penembakan Sekolah Kembali Terjadi di Filipina, 3 Siswa Tewas
Berita
Doan Ngoc Tan Cedera Parah Usai Dihajar Rekan Satu Negara, Timnas Vietnam Pincang di FIFA ASEAN Cup 2026?
Gelandang andalan Vietnam, Doan Ngoc Tan, dipastikan absen di Piala ASEAN 2026 akibat cedera usai terkena tekel horor Van Hau. Simak kronologi dan kondisi terbarunya di sini
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 12 September 2026
Doan Ngoc Tan Cedera Parah Usai Dihajar Rekan Satu Negara, Timnas Vietnam Pincang di FIFA ASEAN Cup 2026?
Olahraga
Doan Van Hau Berulah, Lakukan Tekel Horor ke Doan Ngoc Tan Sampai Absen Bela Timnas Vietnam di FIFA ASEAN Cup 2026
Tekel keras Doan Van Hau berujung petaka. Cedera ligamen paksa Doan Ngoc Tan absen membela Timnas Vietnam di ASEAN Cup 2026. Simak kondisi terbarunya di sini
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 12 September 2026
Doan Van Hau Berulah, Lakukan Tekel Horor ke Doan Ngoc Tan Sampai Absen Bela Timnas Vietnam di FIFA ASEAN Cup 2026
Dunia
Kebakaran Kapal Feri di Filipina, 5 Tewas dan 87 Orang Hilang
Gambar dari lokasi kejadian menunjukkan kapal terbakar di lautan.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 Kebakaran Kapal Feri di Filipina, 5 Tewas dan 87 Orang Hilang
Olahraga
Cuma Punya 5 Hari! Ini Jadwal Timnas Vietnam di FIFA ASEAN Cup 2026 yang Bikin Was-Was
Timnas Vietnam cuma punya waktu 5 hari buat persiapan jelang laga perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia. Cek jadwal lengkap skuad asuhan Kim Sang Sik di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 10 September 2026
Cuma Punya 5 Hari! Ini Jadwal Timnas Vietnam di FIFA ASEAN Cup 2026 yang Bikin Was-Was
Olahraga
Vietnam Heboh! Pelatihnya Gabung Timnas Bangladesh Jelang Persaingan dengan Indonesia, Malaysia, Singapura di FIFA ASEAN Cup
Timnas Bangladesh, yang berstatus sebagai tim undangan di FIFA ASEAN Cup 2026, resmi menambah pelatih asal Vietnam ke dalam staf kepelatihannya.
Frengky Aruan - Rabu, 09 September 2026
Vietnam Heboh! Pelatihnya Gabung Timnas Bangladesh Jelang Persaingan dengan Indonesia, Malaysia, Singapura di FIFA ASEAN Cup
Dunia
Pengadilan Keluarkan Perintah Penangkapan Wakil Presiden Filipina, Hadapi 3 Dakwaan
Duterte, 48 tahun, menjadi wakil presiden ke-15 dan termuda di negara Asia Tenggara saat terpilih mendampingi Marcos pada 2022 untuk masa jabatan tetap enam tahun.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
Pengadilan Keluarkan Perintah Penangkapan Wakil Presiden Filipina, Hadapi 3 Dakwaan
Bagikan