Filipina Dihantam Topan Super Fung-wong di Tengah Status Darurat Nasional, 1,4 Juta Rakyat Terdampak
Ilustrasi topan
MerahPutih.com - Filipina kembali dihantam Topan Super Fung-wong di tengah Status Darurat Nasional akibat sebelumnya luluh lantah dihajar Topan Kalmaegi dalam sepekan terakhir.
Topan Fung-wong menyebabkan banjir parah dan tanah longsor yang mengakibatkan aliran listrik di seluruh provinsi terdampak padam.
Lebih dari 1,4 juta orang terpaksa mengungsi akibat bencana ini. Sedikitnya delapan orang tewas akibat Topan Super Fung-wong menerjang wilayah timur laut Filipina pada akhir pekan lalu.
Baca juga:
Topan Kalmaegi Tewaskan Ratusan Orang, Presiden Filipina Tetapkan Status Darurat Nasional
“Topan Fung-wong diperkirakan akan bergerak menuju China. Otoritas China meminta warga untuk bersiap kemungkinan evakuasi dan menyiapkan perlengkapan darurat,” tulis laporan Euronews, dikutip Antara, Selasa (11/11).
Filipina Status Darurat Nasional
Topan Super Fung-wong merupakan badai kuat kedua yang melanda Filipina dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, Topan Kalmaegi menerjang Filipina dan menewaskan sedikitnya 224 orang, dengan 109 lainnya masih hilang.
Bahkan, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menyatakan status darurat nasional menyusul kerusakan meluas akibat bencana topan Topan Kalmaegi.
Baca juga:
“Kerusakan yang terjadi sangat besar, sehingga pemerintah menetapkan darurat nasional untuk mempercepat penanganan,” tandas Marcos Jr. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
82 Rumah Warga Bondowoso Porak-poranda, Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan
Kota Malang Terendam Banjir, BPBD Terpaksa Matikan Pasokan Listrik
Banjir Bandang Hantam Objek Wisata Lembah Curugan Gunung Putri Bandung Barat
Pramono Anung Instruksikan Antisipasi Cuaca Ekstrem di Jakarta hingga Awal Tahun 2026
Pemprov Jakarta Kembali Modifikasi Cuaca Hadapi Cuaca Ekstrem di Bulan Ini
Pohon Tumbang Timpa 5 Kios di Pasar Muncul Jaktim, Untung Tidak Ada Korban Jiwa
BMKG Keluarkan Peringatan, Bengkulu Masuk Kategori Waspada Cuaca Buruk 3 Hari Ke Depan
Pemprov DKI Siagakan Personel dan 1.200 Pompa Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem
Sri Lanka Nyatakan Keadaan Darurat akibat Banjir dan Longsor
BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Ancam Pulau Jawa - NTT saat Periode Nataru 2026