MerahPutih.com - Pemerintah mendukung upaya masyarakat dalam mengatasi pasien COVID-19 yang kerap menggunakan obat tradisional yang diyakini dapat menyembuhkan. Namun,Satgas Penanganan COVID-19 meminta warga tidak asal klaim sebelum adanya uji klinis.
"Pemerintah mendukung, penggunaan obat tradisional oleh masyarakat, asalkan telah mendapatkan izin lisensi dari Badan POM," jelas Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito, Selasa (3/8/)
Selama pandemi berjalan, sudah banyak bukti ilmiah terkait obat COVID-19 dan terus berkembang. Banyak diantaranya sudah terbukti dan berkhasiat melalui uji klinis. Sejauh ini WHO menyarankan beberapa jenis obat yang digunakan pasien COVID-19 yang berdasarkan temuan klinis dan dibawah pengawasan dokter.
Baca Juga:
Lebih dari 10 Ribu Orang Ikut Vaksinasi COVID-19 di Mal Pondok Kelapa Town Square
"Masyarakat perlu mengetahui sebelum dapat mengklaim sebuah obat, maka perlu uji klinis terlebih dahulu," lanjutnya.
Di sisi lain, pemerintah bekerja keras antar kementerian/lembaga untuk terus menambahkan pasokan vaksin. Dan menjamin agar setiap masyarakat dapat memenuhi haknya untuk melakukan vaksinasi.
Pemerintah sudah melakukan upaya menambah pasokan vaksin dari luar negeri untuk dikirimkan ke Indonesia, serta akselerasi proses mengkonversi bulk vaksin menjadi vaksin yang siap disuntikkan.
Sejauh ini vaksinasi masih diprioritaskan di daerah dengan populasi rentan, secara paralel mengejar cakupan nasional secara luas. Meski demikian, pemerintah berkomitmen mempercepat cakupan vaksin, salah satunya melalui kegiatan dibantu TNI/Polri agar distribusi vaksin tepat waktu.
Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 yang diterima di Jakarta, Selasa juga memperlihatkan bertambahnya penerima suntikan pertama sebesar 419.725 orang. Dengan demikian total 48.106.208 orang yang sejauh ini menerima dosis pertama vaksin COVID-19.
Dengan penambahan tersebut maka telah tercapai 10,29 persen dari target 208.265.720 orang penduduk Indonesia yang mendapatkan dua kali suntikan vaksin demi mendapatkan kekebalan kelompok dari COVID-19.
Rincian dari capaian sejauh ini adalah 1.461.882 tenaga kesehatan telah menyelesaikan vaksinasi COVID-19 dari 1.468.764 orang yang ditargetkan oleh pemerintah. Dalam kategori lanjut usia terdapat 3.216.042 orang yang sudah menerima dua kali suntikan vaksin dari target 21.553.118 orang.
Sementara untuk petugas publik dari 17.327.167 orang yang ditargetkan sudah 12.160.089 orang yang menyelesaikan program vaksinasi COVID-19. Pemerintah memiliki target 141.211.181 orang dalam kategori masyarakat rentan dan umum, dengan 4.577.115 orang telah mendapatkan dua dosis vaksin sampai saat ini.
Untuk kelompok usia 12-17 tahun, yang program vaksinasinya baru dimulai Juli lalu, terdapat 21.780 orang yang sudah mendapatkan vaksin lengkap dari target 26.705.490 orang. (Knu)
Baca Juga:
Kasus Meningkat, Ketua DPD Sorot Penanganan COVID-19 di Luar Jawa-Bali