Wajib atau Tidak Mengenalkan Musik Kepada Si Kecil?

Rabu, 10 Maret 2021 - P Suryo R

ADA anggapan musik dapat membantu perkembangan akademik sang buah hati ternyata bukan kaleng-kaleng bun. Bermain musik sejak usia dini dipercaya akan menyeimbangkan kerja otak kiri dan kanan sehingga anak tidak kesulitan memahami materi baik akademik mau pun non-akademik.

Selain itu, musik secara tidak langsung akan melatih anak mengembangkan emosi yang dihasilkan dari lantunan nada. Anak akan melalui periode emas di usia 1 hingga 5 tahun. Melansir dari playgrouppnsw.org.au,
di usia tersebut, sel-sel otak anak akan mengalami perkembangan pesat sehingga mampu menyerap berbagai stimulasi dan informasi jauh lebih cepat dari orang dewasa. Salah satu stimulus yang dapat menyokong perkembangan otak adalah musik.

Baca Juga:

ASI yang Seret Bisa Jadi Karena Hal ini


1. Perkembangan sensori balita

anak
Membantu perkembangan syaraf sensorik si kecil. (Foto: Pixabay/ddimitrova)

Tidak hanya bermain dengan mainan yang memiliki tekstur saja yang dapat meningkatkan saraf sensorik si kecil. Bermain musik dan mengenalkan anak pada berbagai genre juga memberikan dampak yang sama seperti mainan bertekstur. Otak pada anak yang terbiasa mendengarkan berbagai jenis musik mampu menciptakan lebih banyak jalur di antara sel-sel otak sehingga tingkat intelektualitasnya jauh di atas rata-rata.

2. Meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi

musik
Kerja otak kanan dan kiri seimbang. (Foto: Pixabay/14995841)

Ternyata berbagai jenis suara yang dihasilkan dari alat musik mampu meningkatkan kemampuan alami anak dalam memecahkan kode kata dan suara. Itu lah mengapa balita yang sudah diajarkan bermain musik biasanya lebih cepat tanggap dalam mengenali suara orang-orang disekelilingnya. Selain itu lantunan kata di dalam lagu secara tidak langsung akan memperkaya kosa kata anak.

Baca Juga:

Kerap Terabaikan, Gangguan Pascamelahirkan ini Pengaruhi Cara Ibu Merawat Anak

3. Meredakan tantrum

musik
Anak belajar mengontrol emosi. (Foto: Pixabay/leemurry01)

Kemampuan musik dalam mengendalikan emosi manusia tidak dapat diragukan lagi. Ternyata tidak hanya orang dewasa saja yang akan merasakan ketenangan setelah mendengarkan musik, anak kecil juga merasakan hal yang sama! Apalagi usia anak-anak merupakan fase mereka sering mengalami tantrum. Orangtua bisa membantu melatih anak untuk mengontrol emosi dengan bermain alat musik secara rutin.

4. Belajar koordinasi sejak kecil

musik
Memudahkan anak untuk belajar koordinasi. (Foto: Pixabay/HaiBaron)

Belajar musik memang gampang-gampang susah. Kamu wajib menguasai tangga nada untuk menciptakan ritme lagu yang indah. Dengan mengajari anak bermain musik sejak dini, pengetahuan tentang koordinasi antar not balok dan ketukan akan terbawa hingga ia dewasa. Anak nantinya tidak akan kesulitan berkoordinasi di tengah masyarakat. (mar)

Baca Juga:

Periode Post-Natal Harus Diperhatikan Ibu yang Baru Bersalin

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan