Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Wagub DKI Prihatin Indonesia Urutan Ke-26 Kasus COVID-19 Dunia

Zulfikar Sy - Senin, 13 Juli 2020

MerahPutih.com - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyampaikan bahwa Indonesia menempati urutan ke-26 kasus virus corona di dunia. Ia pun mengaku prihatin dengan kondisi penyakit corona di tanah air ini.

Apalagi, Ibu Kota Jakarta menduduki urutan nomor dua provinsi di Indonesia yang kasus COVID-19 terbanyak setelah Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga:

COVID-19 Renggut Nyawa Wakil Rakyat Asal Solo

Hal itu dikatakan Riza saat menyampaikan sambutan secara online pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) kepada perwakilan peserta didik, pendidik, dan orang tua peserta didik di rumah dinasnya di daerah Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin (13/7).

"Kita prihatin Indonesia kini menempati urutan ke-26 kasus COVID-19 di dunia dan Jakarta masih masih menempati urutan ke-2 kasus virus corona ini," paparnya.

Guru membacakan laporan hasil belajar (rapor) kenaikan kelas kepada wali murid di SD Yasporbi I Pancoran, Jakarta, Jumat (26/6/2020). Untuk memutus penyebaran COVID-19, sekolah tersebut menerapkan pelayanan pembagian rapor secara daring tanpa pertemuan tatap muka. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj.
Guru membacakan laporan hasil belajar (rapor) kenaikan kelas kepada wali murid di SD Yasporbi I Pancoran, Jakarta, Jumat (26/6/2020). Untuk memutus penyebaran COVID-19, sekolah tersebut menerapkan pelayanan pembagian rapor secara daring tanpa pertemuan tatap muka. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj.

Dengan tinggingnya kasus corona di Jakarta, lanjut Riza, Pemprov DKI memutuskan untuk tidak membuka sekolah dan belajar mengajar melalui sistem daring.

"Hal itu karena pandemi COVID-19 belum berakhir dan kasus COVID-19 semakin bertambah dari waktu ke waktu," papar dia.

Baca Juga:

Solo Berubah Status Zona Hitam COVID-19

Riza menyampaikan, kegiatan belajar mengajar di Jakarta nantinya dibuka secara bertahap. Sekolah menjadi gelombang yang paling akhir dibuka setelah tempat perkuliahan dan kegiatan belajar mengajar lainnya.

Hal itu diputuskan Pemprov DKI berdasarkan dialog dengan para pakar dan ahli, pihak sekolah, para guru dan orang tua murid.

"Mudah-mudahan kebijakan yg diambil ini baik. Nanti pada saatnya ketika sudah pasti aman, baru sekolah akan kita buka," tutup dia. (Asp)

Baca Juga:

Sekolah Dimulai, KPAI Minta Gugus Tugas COVID-19 Pantau Ketat Sekolah

Baca Artikel Asli