MerahPutih.com - Vaksinasi bagi tokoh lintas agama dan masyarakat di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, dihentikan sementara karena adanya kerumunan peserta.
Kapolsek Sawah Besar, AKP Maulana Mukarom menuturkan, pemberhentian sementara berdasarkan hasil pemantauan Satgas COVID-19.
Baca Juga
"Karena terjadi kerumunan serta penumpukan warga," kata Maulana kepada MerahPutih.com di Jakarta, Kamis (25/4).
Maulana menjelaskan, penghentian sementara ini berdasarkan koordinasi antara Kemeterian Agama dan Kementerian Kesehatan selaku penyelenggara.
"Dihentikan dulu sambil melakukan tahapan persiapan yang lebih matang. Karena tadi terjadi pembludakan," terang Alan.
Ia menyebut, pada Kamis (25/2), banyak masyarakat yang datang namun tak sesuai jam undangan. Seperti seharusnya vaksin jam 13.00, namun datang jam 08.00 pagi.
Padahal, dari awal vaksinasi di hari pertama kegiatan berjalan baik dari segi protokol kesehatan dan jam vaksinasinya.
"Hari kedua diselenggarakan dengan situasi kondusif dan protokol kesehatan baik. Hari ketiga, kami kaget kok ada pembludakan meski mereka berakhir kondusif dan pulang dengan tertib," ungkap Alan.
Nantinya, kelanjutan program vaksinasi akan dikabarkan lagi. Alan pun mengimbau peserta vaksinasi di Istiqlal untuk datang pada jam yang ditentukan termasuk penerapan protokol kesehatan ketat.
Seperti diketahui, Masjid Istiqlal menjadi salah satu tempat yang dipilih pemerintah sebagai lokasi vaksinasi massal bagi tokoh lintas agama hingga masyarakat umum, mulai Selasa (23/2).
Kegiatan vaksinasi di Masjid Istiqlal itu nantinya tidak hanya dilakukan untuk pemuka agama, tapi juga untuk masyarakat umum. Pelaksanaan vaksinasi di Masjid Istiqlal dilakukan di bagian bawah atau rubanah masjid.
Vaksinasi virus corona periode kedua sudah dijalankan pemerintah. Kalangan lanjut usia (lansia), ASN, anggota TNI-Polri, warga dengan pekerjaan berisiko seperti wartawan serta pedagang menjadi sasaran pemberian vaksin.
Ada beberapa tempat yang dijadikan lokasi vaksinasi. Misalnya di Pasar Tanah Abang, Jakarta yang menyasar 55 ribu pedagang pasar.
Untuk kalangan lanjut usia, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan 69 lokasi vaksinasi yang tersebar di 5 wilayah administratif.
Sebanyak 29 di antaranya merupakan rumah sakit umum daerah, sementara sisanya Pelayanan Kesehatan Masyarakat atau PKM dan Pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas.
Bagi para atlet, Kemenpora memilih Istora Gelora Bung Karno sebagai tempat vaksinasi. Rencananya, 300 atlet dari 14 cabang olahraga akan mendapat vaksin pada 26 Februari. (Knu)
Baca Juga