Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Update COVID-19 Senin (28/12): Pasien Sembuh Bertambah 6.302 Kasus

Angga Yudha Pratama - Senin, 28 Desember 2020

Merahputih.com - Kasus COVID-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir sampai Senin (28/12) bertambah 5.854. Sehingga, total kasus COVID-19 di Indonesia menjadi 719.219.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kasus sembuh bertambah 6.302 menjadi total 589.978. Kasus meninggal bertambah 215 menjadi total 21.452.

Baca Juga:

Wagub DKI Singgung Rizieq Soal Protokol Kesehatan

Jumlah tersebut didapatkan dari pemeriksaan spesimen sebanyak 34.794. Adapun jumlah orang yang diperiksa dalam 24 jam terakhir sebanyak 26.630. Terdapat kasus suspect sebanyak 69.156. Sebanyak 510 kabupaten/kota dari 34 provinsi sudah terdampak COVID-19 di seluruh Tanah Air.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 meminta pemerintah daerah segera melakukan pengendalian aktivitas sosial ekonomi apabila terjadi lonjakan kasus COVID-19 secara signifikan.

Peringatan ini disampaikan satgas menyusul angka kasus harian yang masih saja tinggi, sekaligus mengantisipasi efek dari libur panjang akhir tahun ini.

"Aktivitas sosial ekonomi harus dikendalikan pada saat kasus meningkat," ujar Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito.

Ilustrasi. Foto: ANTARA

Masyarakat diingatkan bahwa risiko krisis tenaga kesehatan itu nyata. Jumlah fasilitas kesehatan dan tenaga medis yang melayani pasien COVID-19 semakin terbatas, seiring dengan melonjaknya kasus harian.

Tak hanya itu, tak sedikit pula tenaga kesehatan yang terinfeksi COVID-19 sehingga jumlahnya ikut berkurang. Penularan infeksi virus corona masih cukup tinggi saat ini. Risiko penularan semakin tinggi seiring dengan tingginya mobilitas manusia di masa libur akhir tahun ini.

Baca Juga:

Pemprov DKI Salurkan Sembako untuk Warga Jawa Timur

Wiku meminta masyarakat agar tidak lengah menjalankan protokol kesehatan, lantaran langkah ini masih diyakini menjadi jurus terampuh menekan penularan COVID-19.

"Kita harus disiplin menjalankan protokol kesehatan. Bila kasus terus meningkat karena terjadi penularan yang tinggi, dan kasusnya pun tinggi, maka jumlah fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan tidak akan cukup," ujar Wiku. (Knu)

Baca Artikel Asli