Update Bencana Hidrometeorologi di Sumatera Barat: 61 Warga Meninggal Dunia dan Kerugian Capai Miliaran Rupiah
2 jam, 41 menit lalu -
Merahputih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) melaporkan hingga Jumat (28/11) pukul 21.00 WIB, sebanyak 61 warga dari berbagai kabupaten dan kota di provinsi tersebut meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi (banjir dan tanah longsor).
"Update 28 November pukul 21.00 WIB total korban meninggal dunia 61 orang," tulis BPBD Sumbar, Sabtu (29/11).
Rincian Korban Meninggal dan Upaya Pencarian
Korban meninggal dunia tercatat tersebar di beberapa wilayah yakni 47 orang di Kabupaten Agam, tujuh di Kota Padang Panjang, lima di Kota Padang, satu di Kabupaten Pasaman Barat, dan satu orang di Kota Solok.
Tim SAR gabungan masih terus memasifkan pencarian terhadap korban hilang akibat bencana hidrometeorologi, terutama di Kabupaten Agam, di mana 83 orang dilaporkan masih dalam pencarian.
Dampak dan Kerusakan di Berbagai Wilayah
Bencana ini telah menyebabkan kerusakan dan kerugian signifikan di banyak daerah. Di Kabupaten Pasaman Barat, 1.712 rumah terendam banjir, 1.248 KK terdampak, 122 hektare (Ha) lahan rusak, dan total kerugian awal diperkirakan mencapai Rp363 juta.
Sementara itu, di Kabupaten Agam, bencana berdampak pada 16 kecamatan, menyebabkan 484 jiwa mengungsi, sembilan rumah rusak, dan rusaknya 249 meter jalan, serta terputusnya akses air bersih.
Di Kabupaten Padang Pariaman, bencana melanda 17 kecamatan, dengan 10.437 jiwa terdampak dan 3.208 orang mengungsi. Sebanyak 3.530 rumah terendam banjir, dan 102 warga masih terisolir.
Kota Padang juga terdampak, dengan banjir dan tanah longsor melanda tujuh kecamatan (17 kelurahan), merusak 150 rumah, dan memaksa 18.208 orang mengungsi.
Secara keseluruhan, bencana ini hampir merata terjadi di seluruh "Ranah Minang", meliputi 16 daerah seperti Kabupaten Pasaman, Kabupaten Agam, Kota Padang, Kabupaten Solok, dan lain-lain.
Berdasarkan data yang dihimpun BPBD, total kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp9,5 miliar.