MerahPutih.com - United States Geological Survey (USGS) mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,2 yang berpusat di 44 kilometer timur tenggara Palu, setelah gempa pertama magnitudo 6,7 pukul 10.27 WIB.
Titik pusat gempa susulan dengan kedalaman yang sama,
United States Geological Survey (USGS)
Badan Geologi Amerika Serikat itu mencatat gempa susulan terjadi hanya selang tiga menit pascagempa utama, yang sempat memicu kepanikan warga.
Baca juga:
Gempa M 6,7 Guncang Palu, Pasien RS Samaritan Panik Berhamburan
BMKG Pastikan Gempa tidak Memicu Tsunami
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mencatat pusat gempa pertama berada di laut pada koordinat 1,04° LS dan 120,23° BT, sekitar 42 kilometer tenggara Palu, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa dipastikan tidak memicu peringatan tsunami.
Gempa bumi tersebut berkategori dangkal, namun hasil pemodelan matematis menunjukkan tidak berpotensi memicu tsunami,
BMKG.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengenai dampak kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa akibat guncangan kuat tersebut.
Baca juga:
Cerita Atlet Paralayang Peraih Emas Asian Games Selamat Dari Gempa Palu
Pasien RS Samaritan Palu Panik
Meski demikian, guncangan kuat gempa sempat membuat warga dan pasien di Rumah Sakit (RS) Samaritan Kota Palu berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri.
Beberapa pasien yang tengah menjalani perawatan dievakuasi menggunakan kursi roda maupun tempat tidur untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan dan potensi dampak dari gempa.
Pantauan di halaman rumah sakit dilansir Antara, pasien dan pengunjung memilih bertahan di luar bangunan setelah terjadinya gempa
Kami berlarian keluar karena guncangannya sangat terasa,
Salam, warga yang sedang berada di Rumah Sakit Samaritan.