MerahPutih.com - Wilayah utara-tengah Venezuela mencekam setelah dihantam dua gempa Bumi tektonik berkekuatan besar dalam waktu hampir bersamaan pada Rabu (24/6) waktu setempat.
Guncangan tersebut meruntuhkan bangunan bertingkat di ibu kota Caracas, yang memutus jaringan utilitas dan memicu kepanikan massal di tengah warga yang sedang merayakan hari libur nasional Pertempuran Carabobo.
Berdasarkan data resmi Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), bencana dimulai dengan gempa awal (foreshock) bermagnitudo 7,2 yang berpusat di dekat Kota San Felipe atau wilayah barat Moron pada kedalaman 13 kilometer.
Kurang dari satu menit kemudian, tepatnya hanya berselang sekitar 38-40 detik, gempa utama (mainshock) yang jauh lebih kuat bermagnitudo 7,5 mengguncang titik yang berdekatan di kawasan Yumare dengan kedalaman sangat dangkal, yakni 10 kilometer.
Baca juga:
Seismolog menyatakan, bahwa fenomena gempa kembar ini dipicu oleh mekanisme sesar geser lokal dan menjadi salah satu aktivitas seismik paling masif yang melanda Venezuela dalam satu abad terakhir.
Dampak dari gempa beruntun ini dilaporkan sangat parah di kawasan Altamira, Caracas, serta wilayah pesisir La Guaira.
Sektor tenggara ibu kota menjadi salah satu area terdampak paling kritis, di mana beberapa gedung tinggi apartemen mengalami kerusakan struktur yang parah, bahkan runtuh total hingga menjebak penghuninya di bawah puing-puing.
Baca juga:
BNPB Mulai Distribusian Paket Bantuan Kemanusiaan Bagi Penyintas Gempa Magnitudo 6,7 di Palu
Infrastruktur di Venezuela Lumpuh akibat Gempa Bumi
Berikut ini adalah infrastruktur vital di Venezuela yang lumpuh akibat gempa Bumi:
- Transportasi: Bandara Internasional Simon Bolivar di La Guaira mengalami kerusakan arsitektur berat yang memaksa seluruh jadwal penerbangan dibatalkan.
- Fasilitas Umum: Pasokan listrik dan jaringan telekomunikasi di kota-kota besar terputus total sesaat setelah gempa terjadi, sementara pipa gas ke pemukiman sengaja ditutup oleh otoritas untuk mencegah risiko kebakaran.
- Kesehatan: Markas Besar Palang Merah Venezuela melaporkan bahwa sejumlah rumah sakit mengalami kerusakan infrastruktur fisik di saat mereka harus menerima arus pasien cedera yang terus bertambah.
Melalui sistem pemodelan PAGER, USGS mengeluarkan estimasi awal yang mengkhawatirkan dengan probabilitas tinggi bahwa angka kematian akibat bencana ini dapat menyentuh skala 10.000 hingga 100.000 korban jiwa.
Lalu, kerugian ekonomi yang ditaksir mencapai miliaran dolar AS. Sampai saat ini, proses pendataan total korban meninggal dan luka masih terhambat akibat pemadaman listrik dan gangguan komunikasi darurat di berbagai negara bagian, termasuk Yaracuy, Falcón, Carabobo, dan Aragua.
Baca juga:
1.254 Rumah Rusak Akibat Gempa Sulteng, Tiap KK Terima Duit Perbaikan Segini dari Negara
Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, langsung mengimbau warga via siaran televisi darurat untuk tetap berada di ruang terbuka guna menghindari bahaya runtuhnya bangunan akibat puluhan gempa susulan (aftershocks) yang terus terekam.
Merespons skala bencana yang meluas, Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodriguez mengumumkan, bahwa pemerintah segera menetapkan status darurat nasional serta membuka pengajuan bantuan pendanaan kepada berbagai organisasi multilateral internasional untuk mendanai operasi kemanusiaan jangka panjang.
Sementara itu, Sistem Peringatan Tsunami AS sempat membunyikan alarm bahaya gelombang tinggi untuk wilayah Puerto Rico, Republik Dominika, serta Kepulauan Virgin.
Namun, peringatan tersebut dicabut sekitar satu jam kemudian setelah evaluasi risiko menunjukkan ancaman tsunami telah mereda. (Far)