Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Tukang Sapu TMPN Kalibata Keluhkan Gaji

Noer Ardiansjah - Jumat, 13 Februari 2015

MerahPutih Nasional- Setiap pagi Hamdan dan Yanto harus membersihkan area Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Utama Kalibata, Jakarta seluas 25 hektar. Namun, usia mereka yang hampir sama dengan umur TMPN Utama Kalibata tak membuat semangat tergerus sedikitpun.

"Ada 32 orang, luasnya 25 hektar dipotong danau 5 hektar," ujar Hamdan (60) ketika ditemui merahputih.com saat membersihkan areal makam TMPN Utama, Jakarta, Jumat (13/2).

Bukan tidak bersyukur. Namun, ia mengeluhkan kurangnya perhatian dari pemerintah. Bahkan, Yanto yang sudah 14 tahun sebagai tukang sapu di TMPN Utama Kalibata hanya dibayar RP 1.350.000.

"Enggak ada yang perhatian sama kita. Gaji Rp 1.350.000, kalah sama tukang bersih-bersih di DKI," kata Yanto.

Baca Juga: Pangeran Diponegoro Bukan Sekedar Pejuang Kemerdekaan

Bahkan, Yanto mengibaratkan dirinya seperti benalu. Sebab, sejak tahun 70-an, Kementerian Sosial (Kemensos) menyerahkan urusan tukang sapu kepada pihak rekanan. Padahal, sebelumnya tukang sapu dan tukang gali kubur memiliki kesempatan menjadi PNS.

"Sewaktu-waktu bisa lepas, kita nempel di Kemensos," katanya.

Ditambahkannya, pihaknya hanya membersihkan area pemakaman secara umum. Jika pihak keluarga ingin mendapatkan pelayanan khusus untuk membersihkan makam tertentu, maka bisa meminta tukang sapu menjaganya agar selalu dalam keadaan bersih. Dananya, katanya, seikhlasnya.

"Kalau mau bersih terus ya nyuruh orang, dari luar juga bisa. Makam bersih terus, ya seikhlasnya saja," tuturnya sambil membersihkan rumput liar. (mad)

 

Baca Artikel Asli