MerahPutih.com - Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa dirinya telah membatalkan serangan terhadap Iran seiring dengan semakin dekatnya kesepakatan perdamaian yang mencakup pembukaan Selat Hormuz dan kesepakatan mengenai program nuklir.
Namun, kementerian Luar Negeri Iran mengatakan Iran dan Oman telah menyepakati rincian geografis jalur yang akan dilalui kapal-kapal untuk melintasi Selat Hormuz.
Di sisi lain, presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (11/8) mengatakan negaranya memiliki tiga cara untuk menghadapi Iran, termasuk eskalasi dan tekanan ekonomi.
Kami memiliki tiga strategi. Melakukan apa yang saya lakukan sekarang ... menghantam mereka dengan sangat keras. Atau mengalahkan mereka secara ekonomi, bagaimana pun kami sudah melakukan itu,
kata Trump dalam sebuah wawancara dengan pembawa acara radio dan TV AS, Wayne Allyn Root.
Baca juga:
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Bertemu Mojtaba Khamenei, Apa yang Dibahas?
Trump mengakui bahwa pemerintahannya telah mengurangi upaya untuk mencapai kesepakatan dengan Iran dan menjalankan proses tersebut secara hati-hati, dengan harapan tekanan ekonomi akan memberikan dampak terhadap mereka.
Sedangkan pada awal Agustus, Trump mengumumkan bahwa pihaknya telah membatalkan serangan terhadap Iran mengingat adanya kemungkinan kesepakatan damai yang mencakup pembukaan Selat Hormuz dan kesepakatan tentang program nuklir.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan Amerika Serikat (AS) menggunakan sanksi ekonomi ketika tidak mampu menjalankan diplomasi, dan hal tersebut telah menjadi kebiasaan sekaligus ketergantungan.
Menkeu AS membanggakan diri dengan upaya ‘mencekik’ Iran melalui sanksi ekonomi. Di luar kesan berlebihan yang ditimbulkannya, klaim tersebut menjadi bukti nyata ketergantungan kompulsif Amerika pada sanksi. Setiap kali Washington terbukti tidak mampu menjalankan diplomasi, mereka kembali menggunakan sanksi; dan setiap kali sanksi tersebut gagal memberikan hasil, mereka hanya meningkatkan dosisnya,
kata Baghaei melalui X. “Ini bukan lagi ‘kebijakan’ - ini adalah ‘kebiasaan’; dan yang lebih berbahaya, ini merupakan kecanduan yang telah menggantikan pemikiran itu sendiri,” tambahnya.
Iran selama beberapa dekade telah menunjukkan bahwa negara tersebut tidak dapat dilumpuhkan dengan langkah-langkah semacam itu.