Merahputih.com - Momen bersejarah akhirnya tercipta saat Timnas Indonesia juara ASEAN Cup usai menumbangkan Thailand dalam laga final yang super dramatis di Jakarta.
Kemenangan luar biasa ini bahkan membuat FIFA secara resmi menjuluki Skuad Garuda sebagai 'Raja' ASEAN Cup yang baru.
Indonesia dinobatkan sebagai raja Piala ASEAN,
tulis FIFA di laman resminya.
Keberhasilan ini langsung menjawab dahaga suporter sekaligus menghapus kutukan tanpa kemenangan atas Gajah Perang yang sudah menghantui kita selama berpuluh-puluh tahun.
Baca juga:
Ayah Emil Audero Bongkar Fakta Haru di Balik Gelar Juara Timnas Indonesia FIFA ASEAN Cup 2026
Kemenangan epik di final ASEAN Cup ini bukan cuma soal adu taktik, tapi juga adu mental yang sukses bikin senam jantung para pendukung Timnas Indonesia.
Setelah langit Jakarta dihiasi kembang api meriah dari upacara penutupan, duel Indonesia vs Thailand langsung menyajikan perebutan trofi yang super sengit.
Skuad Garuda tampil lebih berani dan ngegas menguasai bola, sementara Thailand memilih gaya main aman, duduk bertahan sambil mengincar momen serangan balik cepat.
Drama Kartu Merah dan Gol Kejutan di Menit Akhir

Peluang emas emang lumayan susah didapat pada sejam pertama, apalagi setelah ancaman dari Mitch Baker dan Calvin Verdonk masih melenceng dari target.
Situasi mulai berubah panas saat bek sayap Thailand, Nicholas Mickelson, harus mandi lebih cepat gara-gara kena dua kartu kuning berturut-turut cuma dalam rentang waktu lima menit.
Keuntungan melawan sepuluh pemain langsung dimanfaatkan. Lewat tendangan bebas Dean James di menit ke-84, bola mengenai pemain pengganti Thailand, Iklas Sanron, dan berbelok menjebol gawang Saranon Anuin.
Sayangnya, euforia itu cuma bertahan tiga menit. Seksan Ratree mengirim umpan silang dalam yang langsung disambar dengan tendangan voli mematikan oleh Iklas di tiang jauh, memaksa laga lanjut ke babak extra time.
Mental Juara dan Aksi Heroik Emil Audero
Di babak tambahan waktu, kejutan justru datang dari kubu lawan. Sepuluh pemain Thailand sempat bikin seisi stadion terdiam saat Anan Yodsangwal sukses mencuri bola dari Elkan Baggott. Ia langsung melepas umpan ke Peeradol Chamrasamee yang dengan tenang menaklukkan Emil Audero pada menit ke-111.

Tapi, pertandingan belum selesai. Elkan Baggott berhasil menebus kesalahannya lima menit berselang. Tembakannya membentur bagian bawah mistar gawang dan masuk, menyamakan kedudukan sekaligus membawa laga ke drama adu penalti.
Dalam ulasan resminya, FIFA memberikan pujian tinggi atas performa skuad Merah Putih.
"Tuan rumah adalah juara perdana FIFA ASEAN Cup, menundukkan sepuluh pemain Thailand untuk memenangkan laga thriller di Jakarta lewat adu penalti," tulis FIFA.
Baca juga:
Ketegangan mencapai puncaknya di babak penentuan. Petaka buat Thailand datang saat eksekusi ketiga dari sang kapten, Sarach Yooyen, gagal berbuah gol.
Momen ini langsung dimaksimalkan oleh sang penjaga gawang Garuda, Emil Audero, yang tampil sebagai pahlawan.
Penyelamatan krusialnya saat menepis tendangan Nattapong Sayriya sukses mengunci gelar juara untuk Indonesia, memastikan status 'Raja' ASEAN benar-benar milik kita.