TransJakarta Tegaskan Zero Tolerance Usai Kasus Dua Pria Eksibisionis 'Main Tangan' Saat Penuh Penumpang

Sabtu, 17 Januari 2026 - Angga Yudha Pratama

Merahputih.com - PT TransJakarta bersikap tegas merespons insiden asusila yang melibatkan dua pria di bus rute 1A. Manajemen memastikan tidak akan memberi ruang bagi pelaku kriminalitas di dalam layanan transportasi publik milik Pemprov DKI Jakarta tersebut.

Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta, Ayu Wardhani, menegaskan bahwa pihaknya menindak keras aksi onani yang dilakukan dua penumpang pria tersebut. Ia memastikan keselamatan pelanggan adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

"Kami tidak memberikan ruang sedikit pun bagi tindakan asusila di dalam layanan kami," tegas Ayu dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (17/1).

Baca juga:

Penjara Menanti Duo Eksibisionis di Transjakarta: Korban Sempat Kira Kena Tetesan Air AC, Ternyata Cairan Sperma

Keberanian Penumpang dan Kesigapan Petugas

Ayu mengapresiasi keberanian pelanggan yang tidak tinggal diam saat melihat aksi mencurigakan tersebut. Berkat laporan cepat dari penumpang, petugas pramusapa yang bersertifikat Garda Pratama langsung bertindak cepat mengamankan pelaku.

Manajemen TransJakarta menilai partisipasi aktif masyarakat sangat krusial dalam menciptakan ekosistem transportasi yang aman dan nyaman bagi semua kalangan.

Menanggapi peristiwa ini, TransJakarta terus meningkatkan pengawasan intensif. Selain menempatkan petugas di dalam bus, manajemen juga mengoptimalkan pemantauan melalui kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di seluruh titik layanan.

Baca juga:

Penumpang Transjakarta Capai 1,4 Juta Per Hari, Layani 233 Rute

"Pramusapa kami telah dilatih merespons cepat situasi darurat. Saat ini, oknum pelaku sudah berada dalam penanganan Polres Metro Jakarta Utara untuk proses hukum lebih lanjut," jelas Ayu.

Pihak TransJakarta menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada korban atas ketidaknyamanan yang terjadi. Manajemen mengimbau pelanggan agar tidak ragu melaporkan gangguan keamanan melalui petugas di lapangan atau menghubungi call center 1500-102.

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan