Transjakarta Minta Maaf atas Insiden Tunanetra Jatuh ke Selokan, Janji Bertanggung Jawab
Bus TransJakarta. (MP/Didik Setiawan)
MerahPutih.com - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyampaikan permohonan maaf dan keprihatinan atas insiden seorang pelanggan tunanetra pengguna layanan Transcare, Novianis, terjatuh usai naik bus Transjakarta pada Minggu (11/1) lalu.
Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta, Tjahyadi menegaskan, pihaknya bertanggung jawab dan menjadikan peristiwa ini sebagai momentum evaluasi menyeluruh terhadap standar pelayanan disabilitas.
Tjahyadi bercerita, insiden terjadi saat pelanggan turun di titik aman menuju area halte Kejaksaan Agung, yang berjarak 50 meter.
Menurut informasi, pelanggan terjatuh ke dalam saluran air di area pedestrian yang berjarak kurang lebih 150 meter dari halte dan mengakibatkan luka lebam pada bagian punggung dan tangan.
Baca juga:
Transjakarta Catat 6.793 Barang Tertinggal selama 2025, Lebih dari 1.800 Dikembalikan
Pada saat kejadian, layanan Transcare telah melanjutkan perjalanan mengantarkan 4 pelanggan lain ke lokasi lainnya.
Ia menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan setiap pelanggan, terutama pelanggan disabilitas, merupakan prioritas tertinggi yang tidak dapat ditawar.
"Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Transjakarta memohon maaf sebesar-besarnya kepada Saudari Novianis atas ketidaknyamanan dan musibah yang dialami," ujar Tjahyadi, Rabu (14/1).
Sebagai bentuk tanggung jawab dan empati, tim Transjakarta telah melakukan kunjungan langsung ke kediaman Novianis pada Senin (12/1) untuk memantau kondisi kesehatan korban serta menyampaikan permohonan maaf secara langsung.
Baca juga:
Insiden Tunanetra Terjatuh di Halte CSW, Pramono Minta Transjakarta Berbenah
"Kami menyadari bahwa dalam melayani pelanggan disabilitas, aspek pendampingan harus dilakukan dengan ekstra hati-hati hingga memastikan pelanggan berada di zona yang benar-benar aman," tutur Tjahyadi.
Tjahyadi menambahkan, Transjakarta tidak tinggal diam dan langsung mengambil langkah tegas untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
PT Transjakarta sedang melakukan evaluasi mendalam terhadap seluruh pramusapa dan petugas operasional di lapangan. Transjakarta akan memperketat penerapan Standard Operating Procedure (SOP), khususnya mengenai kewajiban petugas untuk menuntun pelanggan disabilitas hingga titik yang benar-benar aman dan terhubung dengan aksesibilitas yang memadai.
"Pelatihan sensitivitas layanan bagi pelanggan prioritas akan kami tingkatkan kembali bagi seluruh jajaran garda terdepan kami," tegasnya.
Baca juga:
Transjakarta berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna memastikan fasilitas pendukung seperti guiding block di sekitar area layanan publik berfungsi dengan baik dan aman bagi pelanggan disabilitas.
"Kejadian ini menjadi prioritas utama manajemen untuk memastikan visi Transjakarta sebagai transportasi publik yang inklusif, aman dan memanusiakan seluruh pelanggannya tetap terjaga," tutupnya. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Transjakarta Minta Maaf atas Insiden Tunanetra Jatuh ke Selokan, Janji Bertanggung Jawab
Transjakarta Catat 6.793 Barang Tertinggal selama 2025, Lebih dari 1.800 Dikembalikan
Insiden Tunanetra Terjatuh di Halte CSW, Pramono Minta Transjakarta Berbenah
Pramono Anung Minta Maaf Usai Penyandang Disabilitas Terperosok Got di Halte CSW, Manajemen Transjakarta Kena Semprot
Genangan di Sejumlah Titik, TransJakarta Terdampak Hujan Senin Pagi
Pemprov DKI Jakarta Batal Naikkan Tarif Tiket Bus Transjakarta Karena Kondisi Ekonomi
Transjakarta Perkuat Ekosistem Transportasi Inklusif, Target 30 Persen Pramudi Perempuan
Instruksi dari Pusat, Pemprov Batalkan Rencana Kenaikan Tarif TransJakarta 2026
Anggaran Transjakarta 2026 Disunat, Pemprov DKI Jakarta Putar Otak Cari Tambahan Triliunan Rupiah
Kasus Pelecehan di Bus Transjakarta Viral, Pakar Minta Dishub DKI Bertindak Serius