Total Kerusakan dan Kerugian Bencana Alam di Sumbar Capai Rp 33,5 Triliun
Jumat, 16 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Total kerusakan dan kerugian bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat (Sumbar) pada akhir November 2025 mencapai Rp 33,5 triliun. Hal ini seperti disampaikan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di Kota Padang, Jumat (16/1).
"Total kerusakan yang tercatat mencapai Rp 15,63 triliun, sementara total kerugian Rp 17,91 triliun," jelasnya dikutip dari Antara.
Menurutnya, besarnya kerusakan dan kerugian menjadi beban yang harus ditanggung. Ini juga menjadi dasar penting bagi pemangku kepentingan dalam mengambil kebijakan terutama proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Ranah Minang.
Ia menambahkan bahwa sektor infrastruktur paling banyak terdampak bencana dengan kerugian mencapai Rp 14,16 triliun.
Baca juga:
Infrastruktur, sambungnya, merupakan sektor yang paling terdampak dan memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas masyarakat. Selain infrastruktur, pemerintah juga mencatat kerusakan pada sektor permukiman juga tergolong besar yakni mencapai Rp 1,45 triliun.
"Angka ini menggambarkan dampak langsung yang dirasakan masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka," kata eks Wali Kota Padang tersebut.
Di sektor ekonomi, total kerusakan sebesar Rp813 miliar dengan kerugian Rp 1,46 triliun yang berdampak terganggunya aktivitas ekonomi, dan mata pencaharian masyarakat. Di sektor sosial, kerusakan tercatat Rp 347 miliar dan kerugian Rp 255 miliar.
Adapun kerusakan dan kerugian paling besar dialami Kabupaten Agam dengan total Rp 10,49 triliun, disusul Kabupaten Padang Pariaman Rp 5,48 triliun, dan Kota Padang sebesar Rp 4,88 triliun. Itu dari 16 kabupaten dan kota yang terdampak bencana
Kabupaten lainnya juga mengalami kerugian dan kerusakan yang cukup besar seperti Kabupaten Solok Rp 3,09 triliun, Kabupaten Tanah Datar Rp 2,94 triliun, serta Kabupaten Pesisir Selatan Rp 1,56 triliun.
"Angka-angka ini menjadi potret nyata besarnya upaya yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memulihkan kondisi di berbagai sektor," ujarnya. (*)