Terungkap, Alasan Myanmar Abaikan Kecaman Dunia Internasional Soal Rohingya

Kamis, 14 September 2017 - Luhung Sapto

MerahPutih.com - Dunia internasional mengecam pemerintah Myanmar terkait persekusi terhadap etnis minoritas muslim Rohingya. Namun, pemerintah Myanmar bergeming.

Sebuah surat kabar di Myanmar,Global New Light of Myanmar pada hari Kamis (14/9) menulis operasi militer mendapat dukungan dari China dengan dalih memerangi teroris.

Seperti diketahui, sebelumnya militan Rohingya yang tergabung dalam Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) menyerang pos penjagaan militer di Guerilla pada 25 Agustus lalu dengan alasan membela etnis Rohingya yang tertindas. Tindakan ARSA yang menewaskan 12 petugas itu dibalas Myanmar dengan melancarkan operasi militer, yang telah membuat 400 ribu warga etnis minoritas muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.

”Sikap China mengenai serangan teroris di Rakhine sudah jelas, ini hanya masalah internal,” tulis surat kabar pemerintah Myanmar mengutip pernyataan Duta Besar China Hong Liang.

”Serangan balik pasukan keamanan Myanmar melawan teroris ekstremis dan usaha pemerintah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat sangat disambut baik,” lanjut diplomat Beijing tersebut.

Akan tetapi, di markas PBB di New York, China menyampaikan pendapat berbeda. China yang tergabung dalam Dewan Keamanan PBB mengungkapkan keprihatinan atas kekerasan yang menimpa etnis minoritas muslim Rohingya dan meminta segera dihentikan.

Untuk diketahui, China bersaing dengan Amerika Serikat untuk menancapkan pengaruhnya di Myanmar, sejak 2011 negara tersebut lepas dari cengkeraman rezim militer yang telah berkuasa selama 50 tahun. (*)

Sumber: Metro

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan