Terungkap, Alasan Myanmar Abaikan Kecaman Dunia Internasional Soal Rohingya
Seorang perempuan etnis Rohingya menggendong bayinya di Pantai Bengal di Teknaf, Bangladesh. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
MerahPutih.com - Dunia internasional mengecam pemerintah Myanmar terkait persekusi terhadap etnis minoritas muslim Rohingya. Namun, pemerintah Myanmar bergeming.
Sebuah surat kabar di Myanmar,Global New Light of Myanmar pada hari Kamis (14/9) menulis operasi militer mendapat dukungan dari China dengan dalih memerangi teroris.
Seperti diketahui, sebelumnya militan Rohingya yang tergabung dalam Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) menyerang pos penjagaan militer di Guerilla pada 25 Agustus lalu dengan alasan membela etnis Rohingya yang tertindas. Tindakan ARSA yang menewaskan 12 petugas itu dibalas Myanmar dengan melancarkan operasi militer, yang telah membuat 400 ribu warga etnis minoritas muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.
”Sikap China mengenai serangan teroris di Rakhine sudah jelas, ini hanya masalah internal,” tulis surat kabar pemerintah Myanmar mengutip pernyataan Duta Besar China Hong Liang.
”Serangan balik pasukan keamanan Myanmar melawan teroris ekstremis dan usaha pemerintah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat sangat disambut baik,” lanjut diplomat Beijing tersebut.
Akan tetapi, di markas PBB di New York, China menyampaikan pendapat berbeda. China yang tergabung dalam Dewan Keamanan PBB mengungkapkan keprihatinan atas kekerasan yang menimpa etnis minoritas muslim Rohingya dan meminta segera dihentikan.
Untuk diketahui, China bersaing dengan Amerika Serikat untuk menancapkan pengaruhnya di Myanmar, sejak 2011 negara tersebut lepas dari cengkeraman rezim militer yang telah berkuasa selama 50 tahun. (*)
Sumber: Metro
Bagikan
Berita Terkait
Polri Tangkap WNI Terkait TPPO Warga Rohingya, Perluas Jaringan Hingga Turkiye
Nyaris 100 Pengungsi Rohingya Datangi Aceh, Ada yang Nekat Berenang ke Bibir Pantai
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Hentikan Bantuan dan Ingin Usir Pengungsi Rohingya
[HOAKS atau FAKTA]: Konspirasi Amerika Serikat Dibalik 70 Juta Pengungsi Rohingnya Pindah ke Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Tutup Kantor UNHCR di Indonesia
Polri Turunkan Tim Usut Dugaan TPPO Pengungsi Rohingya
Jokowi Tegaskan Penampungan Pengungsi Rohingya Bersifat Sementara
Din Syamsuddin Dukung Pengungsi Rohingnya Dipindah ke Pulau Galang
Masyarakat Aceh Dorong Kembali Kapal Rohingya ke Laut, Pusat Harus Berperan Aktif
AS Gelontorkan Bantuan Kemanusiaan Rp 1,78 Triliun untuk Pengungsi Rohingya