MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto menerima surat kepercayaan (credentials) dari sembilan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) yang mewakili negara sahabat, Selasa (9/6). Prosesi diplomatik ini menjadi simbol penguatan hubungan bilateral sekaligus penegasan prinsip dasar politik luar negeri Indonesia.
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arif Havas Oegroseno, menjelaskan penyerahan credentials merupakan tradisi diplomatik yang sarat makna.
Baca juga:
Puluhan Calon Dubes Belum Serahkan Kredensial ke Prabowo, Ini Kata Menlu Sugiono
“Biasanya dalam penyerahan credentials itu para dubes masing-masing menyerahkan surat kepercayaan, lalu ada ramah tamah informal. Polanya seperti itu,” katanya, kepada media, dikutip Rabu (10/6).
Tradisi Diplomatik dan Pesan Persahabatan
Havas menambahkan praktik serupa lazim dilakukan di berbagai negara. Dalam kesempatan itu, para duta besar menyampaikan salam dari kepala negara mereka dan menegaskan komitmen memperkuat kerja sama dengan Indonesia.
“Zaman saya dulu di Jerman begitu. Surat kepercayaan biasanya ditandatangani oleh presiden atau raja, tergantung negaranya masing-masing,” Wakil Wamenlu Arif Havas Oegroseno
Prabowo Tegaskan Prinsip Bebas Aktif
Wamenlu mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto saat menerima para dubes 9 negara itu menekankan kembali prinsip dasar politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. “Beliau menyampaikan perlunya negara-negara bekerja sama di berbagai bidang untuk menciptakan keadilan,” tandas Havas.
Baca juga:
Prabowo Terima Surat Kepercayaan Duta Besar Negara Sahabat, Perkuat Hubungan Diplomatik Indonesia
Nama-Nama Dubes dari 9 Negara
-
Manuel Estuardo Roldan Barillas (Guatemala)
-
Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari (Qatar)
-
Abdirashid Salat Abdille (Kenya)
-
Ratu Isoa Delamisi Tikoca (Fiji)
-
Redouane Houssaini (Maroko)
-
Maria Gabriela Vieira Soares de Albergaria (Portugal)
-
Bernardo Brea Rodriguez (Panama)
-
Hong Kwang Il (Korea Utara)
-
Antonio Rodrigues Jose (Mozambik)
(Asp)