Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Teknologi Digital Ciptakan 65 Juta Pekerjaan Baru

Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 12 Februari 2021

MerahPutih.com - Teknologi digital berpeluang menjadi pendorong pemulihan ekonomi berkelanjutan khususnya di Asia dan Pasifik yang terdampak krisis pandemi COVID-19.

"Teknologi membantu terjalinnya kaitan global baru yang membuka peluang ekonomi sekaligus memiliki risiko dan tantangan tersendiri," kata Kepala Ekonom ADB Yasuyuki Sawada dalam keteranganya, Kamis (11/2).

Baca Juga:

Percepat Pemulihan Ekonomi, Surabaya Dampingi Toko Klontong

Berdasarkan catatan ADB, pendapatan dari platform digital mencapai USD3,8 triliun AS di seluruh dunia pada 2019 dengan 48 persen di antaranya atau sekitar USD1,8 triliunberasal dari Asia dan Pasifik atau setara 6 persen dari PDB kawasan ini.

ADB memperkirakan angka tersebut akan meningkat tajam pada 2020 seiring semakin banyaknya transaksi bisnis seperti pemesanan ojek dan taksi, pengantaran makanan, dan e commerce. Percepatan transformasi digital berpotensi meningkatkan output, mendorong perdagangan dan usaha, serta membuka lapangan kerja secara global.

Ia menegaskan, kenaikan ukuran sektor digital global hingga 20 persen dapat meningkatkan output global rata-rata sebesar USD4,3 triliun per tahun dari 2021 hingga 2025. Asia dan Pasifik akan meraih dividen ekonomi senilai lebih dari USD1,7 triliun per tahun atau lebih dari USD8,6 triliun hingga 2025.

Tak hanya itu, peningkatan penggunaan teknologi digital akan menciptakan sekitar 65 juta pekerjaan baru setiap tahunnya di Asia dan Pasifik hingga 2025 sedangkan perdagangan regional akan naik USD1 triliun per tahun sampai 2025.

Bank Pembangunan Asia. (Foto: ADB)
Bank Pembangunan Asia. (Foto: Antara)

Ia menegaskan, pemerintah dapat memaksimalkan manfaat perekonomian digital melalui kebijakan dan reformasi untuk memajukan infrastruktur dan konektivitas digital sekaligus akses ke infrastruktur dan konektivitas tersebut.

Langkah-langkah itu antara lain adalah mendorong persaingan yang adil dan menyempurnakan berbagai proses terkait kemudahan berusaha serta meningkatkan jaminan kerja dan perlindungan sosial agar selaras dengan pekerjaan digital.

"ADB juga menekankan perlunya perhatian pada privasi dan keamanan data, perpajakan, kemitraan antara lembaga publik dan swasta, serta kerja sama di tingkat kawasan," katanya. (Asp)

Baca Juga:

Lelang Dini Proyek APBN Percepat Pemulihan Ekonomi

Baca Artikel Asli