Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Tekan Penyebaran COVID-19, Jokowi Disarankan Terapkan Lockdown Akhir Pekan

Andika Pratama - Sabtu, 30 Januari 2021

MerahPutih.com - Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menyarankan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar menerapkan kebijakan lockdown akhir pekan guna menekan angka penyebaran COVID-19.

Saran itu disampaikan Saleh lantaran ia melihat kebijakan pemerintah untuk membatasi kegiatan masyarakat melalui PSBB dan PPKM belum berhasil. Buktinya, semakin banyak orang yang terpapar COVID-19, bahkan jumlahnya sudah lebih dari 1 juta orang.

Baca Juga

Khofifah Indar Parawansa Dinyatakan Negatif COVID-19

"Sebaiknya pemerintah mencari alternatif kebijakan lain. Salah satu di antaranya adalah menerapkan kebijakan lockdown akhir pekan. Diyakini, lockdown akhir pekan dapat menurunkan dan menekan laju penyebaran virus Corona," kata Saleh dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, (30/1).

Lockdown akhir pekan, kata Saleh, dimaksudkan untuk mengurangi pergerakan masyarakat di ruang publik. Masyarakat yang tinggal di zona merah dan orange tidak boleh keluar rumah di akhir pekan.

"Mulai dari hari Jumat malam, sekitar pukul 20.00, sampai dengan Senin pagi pukul 05.00. Artinya, masyarakat tidak keluar selama 2 hari 3 malam," ujarnya.

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI, Saleh Partaonan Daulay

Saleh menjelaskan, kebijakan alternatif itu dapat dipilih lantaran terkadang banyak masyarakat yang keluar di akhir pekan. Selain di mal-mal, ada juga yang menyempatkan diri untuk wisata.

"Itu yang sering kali menciptakan kerumunan. Nah, dengan lockdown akhir pekan, hal tersebut dapat dihindarkan," imbuhnya.

Anggota Komisi IX DPR ini meyakini, lokcdown akhir pekan tidak akan mengganggu kegiatan perekonomian. Sebab, hari Senin sampai Jum'at, kegiatan ekonomi tetap berlangsung seperti biasa.

Meskipun lockdown akhir pekan, lanjut Saleh, kegiatan ekonomi yang menyangkut kebutuhan pokok warga tetap boleh dijalankan.

"Misalnya, pemenuhan bahan makanan, minum, obat, dan lain-lain. Di luar itu, mereka yang keluar harus diberi sanksi berupa denda. Dan dilakukan secara tegas," jelas dia.

Saleh mengakui, banyak yang menilai bahwa lockdown akhir pekan belum tentu efektif. Namun, berkaca dari pengalaman Turki, negara tersebut berhasil mengurangi penyebaran COVID-19 dalam skala tertentu.

"Mereka (Turki) juga menerapkan kebijakan ini. Bolehlah dicoba. Biar ada sedikit variasi kebijakan. Kalau sudah dicoba, nanti enak untuk mengevaluasinya," pungkasnya. (Pon)

Baca Juga

Metode GeNose Bukan untuk Mendiagnosis Pasien COVID-19

Baca Artikel Asli