Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Tarif Antarmoda di DKI Diusulkan Rp 15 Ribu Sekali Jalan

Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Juli 2021

MerahPutih.com - Tarif integrasi antarmoda di DKI Jakarta diusulkan maksimum Rp 15 ribu untuk sekali perjalanan menggunakan multitransportasi.

Direktur Utama PT JakLingko Indonesia Muhamad Kamaluddin menjelaskan, pihaknya mengusulkan dua skema tarif integrasi, yakni tarif untuk transportasi "urban", seperti MRT, LRT dan TransJakarta serta tarif untuk transportasi "suburban", yakni PT KCI (Kereta Commuter Indonesia).

"Apabila ada peralihan moda transportasi dari KCI ke transportasi "urban', maksimum plafonnya diusulkan menjadi Rp 15 ribu karena ada gabungan antarmoda 'suburban' dan 'urban'," kata Kamaluddin di Jakarta, Rabu (29/7).

Baca Juga:

TransJakarta Bantah 20 Karyawannya Meninggal Akibat COVID-19

Kamaluddin menjelaskan, pengguna transportasi di bawah jaringan pembayaran JakLingko, seperti PT KCI (Kereta Commuter Indonesia), MRT, LRT dan TransJakarta akan mendapatkan tarif yang lebih terjangkau, dengan penerapan sistem pembayaran terintegrasi mulai Maret 2022.

Dalam simulasinya, JakLingko mengusulkan adanya tarif keberangkatan (boarding) pada transportasi "urban" sebesar Rp 2.500 pada 2 kilometer (km) pertama. Kemudian, tarif berbasis jarak akan diberlakukan pada 2-17 km dengan kenaikan Rp 500 per km dan plafon maksimal Rp 10 ribu.

Sementara itu, tarif "boarding" untuk kereta Commuter Line diusulkan sebesar Rp 2.000 pada 3 km pertama. Setelah itu, tarif berjarak ditentukan Rp 125 per km dengan plafon Rp10 ribu.

"Jika pengguna menggunakan gabungan transportasi, akan mendapat potongan harga (transfer rebate) dengan tidak perlu membayar biaya tarif "boarding" pada transportasi selanjutnya," ujarnya.

Ia menegaskan, adapun syarat mendapatkan potongan harga dan bebas biaya tarif awal, yakni jika perjalanan yang ditempuh memakan waktu kurang dari 180 menit. Jika perjalanan melebihi batas waktu tersebut, harus membayar tarif awal pada transportasi selanjutnya.

Kemudian, jika transfer antarmoda lebih dari 45 menit, penumpang juga harus membayar tarif awal lagi sebesar Rp 2.500.

"Sebagai simulasi, jika pengguna hendak melakukan perjalanan dari Stasiun Boulevard Selatan menggunakan LRT serta TransJakarta dan MRT untuk sampai ke Lebak Bulus, tarifnya hanya dikenakan Rp 10.000," katanya.

TransJakarta. (Foto: Antara)
TransJakarta. (Foto: Antara)

Rinciannya adalah perjalanan LRT sepanjang 4 km dibutuhkan biaya tarif Rp3.500. Kemudian transfer sekitar 15 menit menggunakan TransJakarta dari halte Velodrome menuju Pemuda Rawamangun dan Blok M dikenakan biaya Rp8.000.

Selanjutnya, dari Halte Blok M menuju Stasiun Lebak Bulus menggunakan MRT sepanjang 8 km dikenakan biaya Rp4.000. Perjalanan tersebut memakan waktu tempuh 145 menit.

Jika ditotal, tarif lama pada perjalanan multimoda tersebut sebesar Rp 16.500 termasuk dengan biaya tarif awal. Sementara pada tarif yang baru, pengguna hanya dikenakan Rp10 ribu karena adanya tarif maksimal untuk penggunaan skema transportasi "urban". Karena ada plafon Rp10 ribu, pengguna hanya perlu membayar Rp10 ribu, tidak perlu membayar Rp 16.500.

"Ini bisa dinikmati dengan syarat transfernya tidak terlalu lama. Jadi perlu dipertimbangkan, di aplikasi kami juga akan diingatkan waktu transfernya hanya 45 menit dan durasi total 180 menit," kata Kamaluddin.

Baca Juga:

Mobil Pengangkut Tabung Oksigen Diizinkan Masuk Jalur TransJakarta

Baca Artikel Asli