Stasiun Gambir akan Dapat Upgrade, Jadi Seperti Mall dan Ada Tempat Menginap Penumpang

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 04 Juli 2026
Stasiun Gambir akan Dapat Upgrade, Jadi Seperti Mall dan Ada Tempat Menginap Penumpang

Stasiun Gambir/Foto: merahputih.com/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menempatkan pengembangan Stasiun Gambir sebagai bagian dari optimalisasi aset di pusat Jakarta. Arah pengembangan ini berfokus pada hospitality, yaitu layanan yang memberi kenyamanan bagi pelanggan, serta leisure, yaitu ruang untuk makan, berbelanja, menunggu perjalanan, beristirahat, menikmati ruang publik, dan melanjutkan aktivitas di kawasan sekitar Monas.

Pengembangan Gambir diarahkan agar ruang stasiun lebih produktif dan memberi manfaat lebih luas. Aset stasiun yang berada di jantung Jakarta dikelola agar mendukung layanan pelanggan, membuka ruang bagi tenant, memperkuat aktivitas ekonomi, serta menciptakan peluang kerja langsung dan pendukung.

Vice President of Corporate Communication of KAI Anne Purba mengatakan Gambir memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan Monas, kawasan pemerintahan, perkantoran, hotel, ruang publik, serta akses transportasi lanjutan.

“Pengembangannya kami arahkan sebagai ruang hospitality dan leisure agar pelanggan dapat menunggu perjalanan dengan nyaman, makan, berbelanja, mengakses layanan perjalanan, serta melanjutkan aktivitas ke pusat kota,” ujar Anne di Jakarta, Sabtu (4/7).

Baca juga:

Intip Rencana Besar KAI untuk Stasiun Gambir



Saat ini, berdasarkan data tenant Stasiun Gambir 2026, terdapat 132 area/titik komersial yang telah tersewa, terdiri dari 67 space dan 65 open space.

Space merupakan ruang komersial yang digunakan untuk outlet atau layanan tertentu, sedangkan open space merupakan titik pemanfaatan ruang terbuka untuk kebutuhan layanan, promosi, mesin layanan, parkir, atau aktivitas komersial lain.

Tenant yang hadir di Gambir mencakup kuliner, kedai kopi, minimarket, ritel, toko oleh-oleh, toko buku, lounge, loker, hotel transit, pod, ATM, vending machine, parkir, media luar ruang, serta layanan pendukung perjalanan. Keberadaan tenant tersebut menunjukkan Gambir telah memiliki ekosistem ekonomi yang hidup dan dibutuhkan pelanggan.

Data pelanggan juga memperlihatkan kuatnya basis mobilitas di Gambir. Pada 2022, Stasiun Gambir melayani 5.759.495 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat menjadi 6.530.778 pelanggan pada 2023 atau tumbuh 13,39 persen. Pada 2024, volume pelanggan tercatat 5.914.820 pelanggan, kemudian kembali meningkat menjadi 6.105.784 pelanggan pada 2025 atau tumbuh 3,23 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Secara rata-rata, pelanggan di Stasiun Gambir pada 2025 mencapai sekitar 16.700 pelanggan per hari. Pada Semester I 2026, Gambir telah melayani 3.227.508 pelanggan, terdiri dari 1.652.532 pelanggan berangkat dan 1.574.976 pelanggan tiba.

Menurut Anne, arus pelanggan sebesar itu membutuhkan layanan pendukung yang memadai. Pelanggan membutuhkan ruang tunggu yang nyaman, pilihan makanan dan minuman, ritel kebutuhan perjalanan, layanan informasi, akses transportasi lanjutan, serta ruang yang ramah bagi keluarga.

Dari sisi tenaga kerja, satu outlet kecil secara sederhana dapat menyerap 2–3 pekerja untuk kasir, penyajian, dapur, dan operasional harian.

Dengan 67 space aktif, ekosistem outlet yang di Gambir dapat menopang sekitar 134–201 tenaga kerja langsung di level tenant. Jumlah itu belum mencakup tenaga kebersihan, keamanan, teknisi, parkir, pengelola hotel transit, pengelola lounge, logistik tenant, pemasok makanan-minuman, serta layanan pendukung lainnya.

Dalam Kajian Optimalisasi Bisnis dan Visioning Stasiun Gambir, New Gambir diarahkan sebagai modern station & lifestyle hub, atau stasiun modern yang terhubung dengan pusat gaya hidup. Kajian tersebut memuat pengembangan ritel, kuliner, lounge, hotel, rooftop park, ruang publik, serta ruang pertemuan dan kegiatan. Kajian juga menggunakan istilah NLA atau net leasable area, yaitu luas area komersial yang dapat disewakan kepada tenant.

Berdasarkan kajian tersebut, fasilitas ritel pengembangan baru memiliki luas area komersial yang dapat disewakan sekitar 15.479 m², sedangkan hotel dan ruang pertemuan sekitar 3.756 m². Ruang pertemuan dalam kajian juga berkaitan dengan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE), yaitu fasilitas untuk rapat, kegiatan perusahaan, konvensi, pameran, dan agenda komunitas atau korporasi.

Apabila pengembangan berjalan sesuai kajian, area ritel baru tersebut berpotensi menampung sekitar 220–310 unit usaha kecil dan menengah, dengan gambaran ukuran 50–70 persegi per tenant. Jika setiap unit menyerap 2–3 pekerja, potensi tenaga kerja langsung dari tenant dapat mencapai sekitar 440–930 orang.

Di luar tenant, kawasan hospitality dan leisure juga membutuhkan tenaga pendukung seperti kebersihan, keamanan, teknisi gedung, pengelola parkir, customer service, pengelola taman, pengelola rooftop, loading, logistik, dan pengelolaan sampah.

Dengan demikian, pada fase operasional penuh, pengembangan Gambir berpotensi membuka sekitar 500–1.000 peluang kerja langsung dan pendukung. “Potensi tersebut akan mengikuti desain akhir, komposisi tenant, tahapan pembangunan, dan pola operasional kawasan,” tutur Anne.

Anne menjelaskan pengembangan Gambir juga menjadi bagian dari penguatan non-fare box atau NFB, yaitu pendapatan di luar tiket kereta api. Melalui fungsi komersial yang tertata, stasiun dapat memberi layanan yang lebih baik kepada pelanggan sekaligus memperkuat nilai ekonomi aset perusahaan.

“KAI ingin Gambir menjadi ruang perjalanan sekaligus ruang pengalaman kota,” tutup Anne.(knu)

Baca juga:

Stasiun Gambir Diperluas, Terkoneksi KRL, LRT hingga Kereta Cepat Whoosh



#Stasiun Gambir #PT KAI #Transportasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Norwegia Susun Atur Batas Usia Pengendara Skuter Listrik Jadi 16 Tahun, Cegah Kecelakaan
Pengendara berusia 14 dan 15 tahun lebih sering mengalamni kecelakaan yang melibatkan kecepatan tinggi dan perilaku berkendara yang berisiko.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Oktober 2026
Norwegia Susun Atur Batas Usia Pengendara Skuter Listrik Jadi 16 Tahun, Cegah Kecelakaan
Indonesia
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Pelanggan Kereta Panoramic mencapai 140.583 orang sepanjang Januari-Agustus 2026, tumbuh 62,86 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Indonesia
7 Trainset KRL Kembali Beroperasi di Bogor, Kapasitas Layanan Bertambah
Sebanyak tujuh trainset KRL kembali beroperasi di Bogor. Kini, kapasitas layanannya sudah bertambah.
Soffi Amira - Selasa, 06 Oktober 2026
7 Trainset KRL Kembali Beroperasi di Bogor, Kapasitas Layanan Bertambah
Indonesia
Danantara Belum Pastikan Bakal Kucurkan Dana Buat Impor Kereta Bekas Dari Jepang
Terkait kebutuhan pendanaan rencana impor KRL bekas dari Jepang tersebut, Dony belum dapat memastikan terkait keterlibatan Danantara,
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Danantara Belum Pastikan Bakal Kucurkan Dana Buat Impor Kereta Bekas Dari Jepang
Indonesia
172 Perlintasan Ditutup, KAI masih Kejar Pengamanan 190 Titik Rawan
Perusahaan kini memusatkan perhatian pada 190 titik lainnya yang dinilai membutuhkan peningkatan fasilitas keselamatan.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
172 Perlintasan Ditutup, KAI masih Kejar Pengamanan 190 Titik Rawan
Indonesia
Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT, KAI Tutup 172 Perlintasan
KAI menerbitkan instruksi penutupan 172 titik perlintasan sebidang dan per 23 Juli 2026 seluruh target tersebut telah terealisasi.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT, KAI Tutup 172 Perlintasan
Indonesia
DPRD DKI Wanti-Wanti Gubernur Pramono Perhatikan Kapal Lokal untuk Transjakarta Pulau Seribu
Kapal tradisional yang telah lama menjadi bagian dari aktivitas masyarakat Kepulauan Seribu perlu tetap diakomodasi dalam aturan baru.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
DPRD DKI Wanti-Wanti Gubernur Pramono Perhatikan Kapal Lokal untuk Transjakarta Pulau Seribu
Indonesia
KA Argo Muria, KA Argo Sindoro dan KA Argo Merbabu Dilebur Jadi KA Muria
Perubahan tersebut merupakan penyederhanaan identitas layanan untuk menghadirkan nama yang lebih ringkas, konsisten, dan mudah dikenali pelanggan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
KA Argo Muria, KA Argo Sindoro dan KA Argo Merbabu  Dilebur Jadi KA Muria
Indonesia
Gubernur Pramono Pastikan Penyusuaian Tarif Transportasi Umum Tak Bebani Masyaraka
Pramono berencana menaikkan tarif layanan Transjakarta dan Transjabodetabek pada 1 Januari 2027.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Gubernur Pramono Pastikan Penyusuaian Tarif Transportasi Umum Tak Bebani Masyaraka
Indonesia
Transjakarta Rekayasa Sejumlah Rute Imbas Demo DPR 29 September 2026, ini Daftarnya
Transjakarta menyesuaikan rute perjalanan imbas demo DPR, Selasa (29/9). Berikut daftar rute yang dialihkan sementara.
Soffi Amira - Selasa, 29 September 2026
Transjakarta Rekayasa Sejumlah Rute Imbas Demo DPR 29 September 2026, ini Daftarnya
Bagikan