MerahPutih.com - Dewan Transportasi Kota Jakarta mengusulkan tarif berlangganan bus Transjakarta sebesar Rp 200.000 per bulan agar ongkos pekerja yang menggunakan angkutan umum itu setiap hari menjadi lebih terjangkau.
Pengamat Transportasi Deddy Herlambang menilai usulan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) terkait skema tarif berlangganan Transjakarta (TJ) Rp 200.000 per bulan dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang menggunakan layanan tersebut sehari-hari.
Deddy mengatakan, skema tersebut akan membuat tarif menjadi lebih hemat apabila kenaikan tarif Transjakarta menjadi Rp 5.000 telah diterapkan.
Ini adalah solusi gap tarif ekonomis bagi pengguna harian TJ bila memang tarif itu akan naik dinilai agak berat,
ujar Deddy saat dihubungi, Senin (6/7).
Apabila pengguna melakukan perjalanan pulang pergi saat hari kerja, kata dia, maka kurang lebih tarif yang dikeluarkan per hari menjadi Rp 10.000.
Apabila dikalikan 25 hari kerja, maka total ongkos Transjakarta per bulan menjadi Rp 250.000. Dengan skema berlangganan, maka pengguna dapat menghemat ongkos sebesar Rp 50.000.
Dengan harga berlangganan, tentunya tiap bulan akan lebih murah dibandingkan dengan tarif harian,
tutur Deddy.