MERAHPUTIH.COM - PILKADA akan dilaksanakan secara serentak pada November 2024. Sejumlah calon kepala daerah muda mulai bermunculan terutama di pilkada Sragen, Jawa Tengah. Salah seorang calon yang mendaftar maju pilkada ialah Untung Wina Sukowati lewat Partai Demokrat. Padahal, keluarganya selalu lekat dengan PDIP.
Wina diketahui merupakan saudara tiri Bupati Sragen petahana, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, yang merupakan kader PDIP. Untung Wina Sukowati lahir di Jakarta 40 tahun lalu. Ia merupakan anak dari seorang tokoh politik senior dan mantan Bupati Sragen.
Baca juga:
KPU Bentuk Badan Ad Hoc Rekrut Petugas Pilkada Serentak 2024
“Kabupaten Sragen memiliki potensi yang kaya, baik itu potensi geografis, demografis maupun peluang ekonomi. Oleh karena itu, ada banyak hal yang bisa digenjot untuk menjadikan masyarakat Sragen lebih sejahtera melalui terobosan-terobosan baru yang inovatif, kreatif, dan partisipatif,” ujar Wina, Selasa (23/4).
Ia mengaku tidak mendapat restu orangtua untuk maju pilkada. Namun, hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk ikut berkontribusi membangun bangsa, diawali dari Kabupaten Sragen, tempat asal leluhurnya.
“Untuk itu, diperlukan pemimpin yang berintegritas, antikorupsi, tegas, dan berkomitmen pada upaya memajukan daerah dan menjawab kebutuhan dasar masyarakat serta pengembangannya,” katanya.
Dia menyebut seorang pemimpin daerah harus fokus dalam memikirkan kemajuan daerahnya melalui berbagai kebijakan strategis yang diambil. Atas dasar itu, ia bertekad untuk terjun di dunia politik dengan mencalonkan diri sendiri sebagai bakal calon Bupati Sragen periode 2024-2029.
Wina merupakan orang pertama yang mendaftar sebagai bakal cabup di Partai Demokrat Sragen. Sebelumnya sudah ada tiga pendaftar, tapi sebagai bakal calon wakil bupati (cawabup), yakni Inggus Subaryoto, Joko Saptono, dan Harmono. Ketiganya merupakan kader internal Partai Demokrat Sragen.
“Kami ingin memperjuangkan politik yang sehat dan penuh integritas, tanpa money politics,” ucap dia.
Dia menambahkan politik uang harus menjadi musuh bersama agar fokus utama lebih diberikan pada kerja-kerja keras untuk membangun sentra-sentra pertumbuhan ekonomi serta memberdayakan masyarakat.
“Kami memohon dukungan bersama-sama bergotong royong, bahu membahu dan satukan visi untuk Sragen menjadi kabupaten maju dan mandiri secara ekonomi, inklusif, dan pluralis secara politik, serta sejahtera dan berakhlak secara sosial,” tandasnya.(Ismail/Jawa Tengah)
Baca juga:
KPU DKI Buka Pendaftaran PPK di Pilkada 2024, Butuh 220 Orang