MerahPutih Politik - Kantor Partai Satria Piningit pindah kantor karena tidak mampu bayar sewa. Menurut pemilik bangunan, tarif sewa per tahun mencapai Rp60 juta. (Baca Juga: Uji Publik Dihadiri Perwakilan LSM dan Partai Politik)
"Kontraknya cukup mahal, partai bayar sendiri, dibayari orang enggak mau. Dia bilang enggak kuat (bayar sewa) ya sudah," kata Amat, pemilik kios yang dahulu dijadikan kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Satria Piningit, kepada Merahputih.com, di Jakarta Selatan, Selasa (17/3).
Saat dikonfirmasi alamat kepindahannya, Amat menjawab tidak tahu. Amat memperkirakan, partai yang dipimpin Achmad Saefudinnur itu pindah ke Pondok Gede, Jakarta Timur.(Baca Juga: Jhonny Allen Minta Mendagri Jelaskan Kriteria Partai yang Dibiayai Negara)
Amat menyatakan, sebelum pindah DPP Partai Piningit sempat ditawari untuk dibeli Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Namun, pimpinan Partai Satria Piningit enggan menanggapi positif tawaran tersebut.
Berdasarkan pantauan Merahputih.com di lokasi, Jalan Buncit Raya Ujung No. 1A Ragunan Jakarta Selatan, kios seluas 6 m x 8 m itu kini tidak lagi terlihat aktivitas politik. Bangunan itu sudah berganti menjadi ruang usaha agen penjualan tiket. Padahal, dua tahun lalu aktifitas politik partai sangat ramai.
Terkait pendanaan partai politik (parpol), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mewacanakan bantuan Rp1 triliun untuk setiap partai politik. Bantuan dianggarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). (mad)