Tak Goyah Dibayangi Konflik Rusia-Ukraina, Nasabah Mikro Raiz Invest Justru Melonjak
Rabu, 13 April 2022 -
KONFLIK Rusia-Ukraina belum juga reda. Rusia bahkan tak undur melancarkan invasi militer ke area strategis Ukraina meski pelbagai negara menjatuhkan sanksi ekonomi, semisal larangan ekspor besar-besaran, menghambat laju industri minyak dan gas dalam negerinya, sampai negara-negara Barat bersepakat mengeluarkan Rusia dari sistem pembayaran global. Perang masih berkecamuk.
Di tengah dinamika situasi konflik Rusia-Ukraina, bahkan menyebabkan fluktuasi di harga komoditi serta berimbas di pasar modal, konsumsi Reksa Dana (Aperd) daring di Indonesia malahan tidak berpengaruh signifikan.
Baca juga:
Perusahaan teknologi keuangan (fintech) Raiz Indonesia mencatatkan kenaikan jumlah nasabahnya hingga mendekati 20 persen (year to date) atau berhasil mengelola sekitar 550.000 rekening nasabah per akhir Maret, atau naik 17,8% dari posisi akhir tahun lalu sebanyak 450.000 rekening.
“Dari jumlah rekening tersebut, jumlah rekening aktif milik nasabah mencapai 230.000 rekening. Penambahan rekening tersebut terutama didukung bertambahnya opsi pembayaran serta penambahan lini produk Reksa Dana Terproteksi (RDT) secara online” ujar Fahmi Arya, CEO Raiz Indonesia, dalam acara buka puasa bersama media sore ini, 12 April 2022.
Reksa Dana Terproteksi atau RDT merupakan Reksa Dana berbasis efek utang konvensional maupun syariah dengan konsep perlindungan atas pokok investasi saat jatuh tempo (melalui mekanisme pengelolaan investasi).
Produk investasi jenis tersebut memiliki dua keunggulan utama dibandingkan dengan Reksa Dana jenis lain. Pertama, potensi imbal hasil lebih baik daripada deposito bank dan dibagikan secara periodik. Kedua, minimum investasi rendah ketimbang syarat minimal investasi deposito.
Dalam berinvestasi RDT secara daring melalui Raiz Indonesia, masyarakat dapat merasakan pengalaman berinvestasi dengan nilai investasi mulai dari Rp 1 juta.
Di Raiz, nasabah tidak perlu memiliki saldo tertentu, mereka dapat memilih produk RDT sedang ditawarkan dan membelinya di aplikasi dengan mudah. Hingga akhir Maret 2022, Raiz Indonesia sukses menawarkan enam RDT kepada publik di bawah pengelolaan PT Avrist Asset Management, PT STAR Asset Management, dan PT Trimegah Asset Management.
“Memberi kemudahan untuk nasabah dibanding harus menjadi nasabah prioritas terlebih dahulu, sekaligus menjadi supermarket RDT Online,” tutur Fahmi.
Baca juga:
Fahmi mengatakan penjualan RDT daring tersebut menjadi salah satu strategi Raiz Indonesia dalam mempopulerkan investasi pasar modal kepada publik.
Dua strategi lain, tambah Fahmi, akan menjadi langkah Raiz Indonesia dalam mengenalkan Raiz Rewards kepada pengguna aplikasinya dan adanya instrument asset baru akan ditawarkan perseroan pada kuartal II/2022.
Raiz Rewards merupakan program pengembalian investasi atau investback dari setiap belanja daring dilakukan nasabah. Dengan adanya investback tersebut, nasabah sudah dapat berinvestasi tanpa mengurangi intensitas belanjanya di platform belanja, investasi, dan makanan, nan tersedia di aplikasi Raiz.
Selain bekerja sama dengan platform belanja, investasi, dan makanan tersebut, Raiz Indonesia juga turut mengembangkan UMKM yang memiliki peran penting bagi perekonomian, khususnya dalam meningkatkan produk domestik bruto dan penyerapan tenaga kerja.
Pengembangan UMKM itu dilakukan Raiz Indonesia melalui kerja sama yang dijalin dengan aplikasi penjualan (point of sales) bernama Selleri.
Saat ini, Selleri sudah terhubung dengan para pelaku UMKM dan membantu ribuan produk mereka terjual melalui platfrom online itu.
Dengan bantuan teknologi tersebut, sebanyak 1.200 supplier Selleri serta 50.000 reseller bisa memasarkan produk UMKM melalui Kanal Media Sosial Seperti Facebook, Instagram, WA dan marketplace lainya.
Setiap bulannya, setiap reseller memiliki penghasilan rata-rata Rp5 juta dari aktivitasnya di Selleri.
“Lebih jauh, misi Selleri adalah membantu menciptakan kemerdekaan finansial bagi mitra Selleri, oleh karena itu, Selleri membantu mitra Selleri untuk dapat memiliki akses ke produk dan layanan keuangan seperti tabungan dan produk investasi,” ujar Jayan Kumar, CEO dari Selleri.
Kini, Raiz Indonesia menjadi salah satu dari dua anak usaha Raiz Invest Limited tercatat di Bursa Saham Australia (ASX) dengan kode saham RZI. Dengan skema pengembangan tersebut, Raiz Indonesia berkomitmen untuk dapat tumbuh secara berkelanjutan dan terus mendukung kekuatan kinerja induk usahanya.
George Lucas, Managing Director/Joint Group CEO Raiz Invest Limited, mengatakan perusahaan mencatatkan nilai produk investasi dijual perusahaan (fund under management/FUM) mencapai AUD$1,02 miliar.
Perusahaan juga mencatatkan kenaikan jumlah rekening nasabah baru sebesar 77,7% secara global (Australia, Indonesia, Malaysia) dalam 12 bulan terakhir. “Meskipun terjadi konflik tragis di Ukraina, stabilitas kembali ke dunia investasi pada Maret dan pasar saham global naik pada bulan tersebut. Meskipun demikian, konflik Ukraina tadi, kondisi moneter semakin ketat, dan kenaikan biaya hidup secara global masih menjadi perhatian nasabah,” ujar Lucas. (*)
Baca juga: