Merahputih.com - Peneliti senior Centre for Strategic of International Studies (CSIS), J. Kristiadi menilai PDI Perjuangan (PDIP) tidak bisa terus bergantung pada Ketua Umumnya saat ini, Megawati Soekarnoputri.
"Regenerasi itu penting. Karena tirani tidak bisa di negosiasi terus. Jadi menurut saya ini sudah disadari oleh Bu Megawati," jelas Kristiadi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (3/8).
Regenerasi PDIP juga dimaksudkan untuk menghadapi tantangan dan tugas politik ke depan yang semakin kompleks. "Apalagi sekarang lebih banyak tugasnya yang sangat cukup dominan di dalam perpolitikan di indonesia ini" jelas Kristiadi.
Kristiadi mengatakan regenerasi dalam partai sekaliber PDI Perjuangan yang mengusung ideologi sangat kuat, memang membutuhkan waktu. Apalagi figur Megawati sangat menonjol di partai tersebut.
Dia memandang hingga saat ini belum ada figur lain di PDI Perjuangan yang memiliki kharisma serta pengalaman setara atau melebihi putri Bung Karno itu.
Seperti diketahui, Puan Maharani dan Prananda Prabowo dipastikan akan menggantikan posisi ketua umum partai berlambang banteng yang juga ibu kandung mereka yakni Megawati Soekarnoputri pada tahun 2024.
"Kepempinan level pusat yang pasti antara Mas Prananda dan Mbak Puan, mana yang akan ditugaskan Ibu Mega," ujar Ketua DPP PDI Perjuangan, Aria Bima.
Baca Juga: Jokowi Bakal Hadiri Kongres PDIP
Tanpa membentuk struktur baru, Aria percaya bahwa Megawati punya cara sendiri untuk mempersiapkan anak-anaknya menjadi calon pemimpin partai berlambang banteng itu.
"Saya kira, Ibu Mega yang tahu persis bagaimana menyiapkan kedua putra-putrinya ini," ujar dia. (Knu)