Sudah Digusur, PKL Tetap Nekat Merajalela
>MerahPutih Nasional - Belum lama ini pihak Pemerintah Kota Madya Depok bersama dengan Satuan Pamong Praja (Satpol PP) menyelenggarakan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dilakukan di terminal terpadu kota Depok. Penertiban ketika itu berjalan lancar, tapi anehnya hingga kini, PKL tersebut masih saja berkeliaran di tempat mangkal dan ngetemnya bis dan angkot di Depok itu.>Pantauan merahputih hari ini (15/11/2014), PKL tersebut masih saja menjajakan dagangannya itu di terminal dengan tenda seadanya serta tata letak yang sembarangan. Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimanakah dengan PKL yang tidak tertib tersebut, apakah mereka tidak takut dengan hukum yang berlaku di Pemda Depok?>Simak penuturan seorang PKL yang masih tetap bertahan. Syarifudin masih tetap menjual dagangannya di terminal Depok. Pria yang berusia 45 tahun ini menjual minuman dan rokok. Tenda sekadarnya adalah modal yang dimilikinya. “Saya tetap masih berjualan dengan modal tenda. Semua ini terpaksa saya lakukan demi hidupi keluarga dan demi kumpulkan dana untuk dagang di tempat lain,” ujarnya.
>Ia mengakui, kenekatannya ini sampai ke titik paling menegangkan, Bayangkan ia harus kucing-kucingan dengan Satpol PP. “Kalau tidak jualan bagaimana saya mendapatkan uang dan berdagang ditempat lain.Semua itu kan butuh modal mas, sedangkan sampai saat ini belum terpenuhi,” katanya.>Pria ini juga menambahkan,dirinya sempat mencari kios untuk disewanya berdagang sekaligus untuk menjadi tempat tinggal. Namun semua impian tersebut masih tertunda. Dananya belum terkumpul.>"Saya sudah mencari kios yang disewakan beberapa tempat, hanya saja uang sewanya yang sangat tinggi dan uang yang belum terkumpul membuat saya berani ambil resiko kembali dagang disini. Jika saja ada bantuan dana yang bisa dipinjamkan dari Pemda, saya akan jualan di kios yang resmi. Pemda hanya bisanya menggusur sedangkan bantuan tidak ada kepada para PKL seperti saya ini.Jangan salahkan kami karena berani kembali dagang disini karena belum punya uang untuk mencari tempat pengganti. Jujur saja, saya juga butuh makan dan tempat tinggal, karena itu untuk sementara semoga mereka tidak menggangu saya berjualan hingga uang saya sudah cukup untuk menyewa kios.,” ucapnya dengan nada tinggi. (MSK)