Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Strategi Korlantas Hadapi Mudik Lebaran 2026: One Way Lokal hingga Pengawalan Motor

Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Maret 2026

MerahPutih.com - Korlantas Polri membeberkan strategi rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan saat puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah penerapan one way lokal di jalur arteri untuk mengatur pergerakan kendaraan roda dua maupun roda empat agar lalu lintas tetap tertib dan aman.

Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri, Faizal, mengatakan skema tersebut dirancang sebagai bagian dari strategi pengendalian arus kendaraan di jalur non-tol.

“Skema yang disiapkan adalah penerapan one way lokal di jalur arteri yang akan digunakan untuk mengatur pergerakan kendaraan roda dua dan roda empat agar tetap tertib dan aman,” kata Faizal di Jakarta, Jumat (6/4).

Baca juga:

Catat Tanggalnya! Ini Jadwal One Way, Contra Flow, dan Ganjil-Genap Mudik Lebaran 2026

Selain penerapan one way lokal, Korlantas juga menyiapkan strategi khusus bagi kendaraan roda dua yang biasanya mendominasi jalur arteri saat musim mudik.

Kendaraan roda dua akan dikumpulkan terlebih dahulu di satu titik, kemudian diberangkatkan secara bersamaan dengan pengawalan petugas kepolisian.

“Roda dua kita kumpulkan dalam satu area, kemudian berangkat bersama-sama kita kawal. Dengan pengawalan itu kita bisa mengatur tingkat kecepatannya,” ujar Faizal.

Korlantas juga menyiapkan langkah antisipasi untuk mengatasi potensi kepadatan di area istirahat atau rest area sepanjang jalur tol.

Jika rest area telah penuh, petugas akan mengarahkan pemudik untuk melanjutkan perjalanan menuju rest area berikutnya.

“Jika masih penuh, kami sarankan pemudik untuk keluar tol dan mencari rest area di luar atau di daerah sekitar tol,” katanya.

Baca juga:

Operasi Ketupat 2026, Polri Prediksi 4 Gelombang Puncak Arus Mudik dan Balik

Lebih lanjut, Faizal menjelaskan seluruh rest area kini telah dilengkapi sistem traffic counting untuk memantau jumlah kendaraan yang masuk.

Dengan sistem tersebut, petugas dapat menyesuaikan jumlah kendaraan dengan kapasitas parkir yang tersedia di setiap rest area.

“Sistem itu bisa mengetahui jumlah kendaraan yang masuk ke rest area dan menyesuaikannya dengan kapasitas parkir yang ada,” jelasnya. (Knu)

Baca Artikel Asli