Slovenia Tunda Keputusannya untuk Akui Palestina

Rabu, 05 Juni 2024 - Soffi Amira

MerahPutih.com - Partai oposisi utama Slovenia mengajukan mosi, yang meminta referendum terkait keputusan untuk mengakui negara Palestina yang merdeka. Hal itu juga bisa menunda pemungutan suara di parlemen terkait.

Pada pekan lalu, pemerintaj mendukung mosi untuk mengakui Palestina. Kemudian, parlemen dijadwalkan akan menyetujuinya pada Selasa. Namun, partai oposisi, Partai Demokratik Slovenia (SDS), mengajukan mosi tersebut sebelum keputusan diambil.

Pemimpin SDS, Janez Jansa mengklaim, bahwa upaya pengakuan itu dianggap bisa merugikan negara dalam jangka panjang dan mengumumkan bahwa mereka meminta referendum.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri, Tanja Fajon menilai, langkah tersebut palsu. Ia juga mengatakan, mereka yang ingin mempertahankan perdamaian juga harus mendukung solusi dua negara.

Baca juga:

Kehlani Tegas Membela Palestina Lewat Video Musik 'Next 2 U'

Koalisi yang berkuasa, yang memiliki suara mayoritas di parlemen, diperkirakan akan menolak usulan referendum tersebut.

Pemerintah Slovenia mengevaluasi pengakuan terhadap Negara Palestina dalam sebuah sidang yang digelar pekan lalu.

Lalu, Perdana Menteri, Robert Golob menyebutkan, mereka memutuskan untuk mengakui Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat dalam batas-batas yang ditetapkan pada 1967. Hal itu juga sesuai dengan hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan.

Golob juga mengatakan, bahwa mereka akan meneruskan keputusan tersebut ke parlemen dan meminta dukungan dari anggota parlemen. Spanyol, Norwegia dan Irlandia memutuskan untuk secara resmi mengakui Palestina pada 28 Mei. (*)

Baca juga:

Lebih dari 1 Juta Warga Palestina Dipaksa Tinggalkan Rafah

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan